4 Gejala Disfungsi Seksual Pada Wanita
Hestianingsih - wolipop
Jumat, 02 Des 2016 19:40 WIB
Jakarta
-
Disfungsi seksual diketahui lebih umum terjadi pada pria, seperti yang paling umum terjadi di antaranya ejakulasi dini dan sulit ereksi. Tak banyak yang tahu kalau disfungsi seksual juga bisa dialami wanita. Bahkan faktanya, 43 persen wanita dilaporkan mengalami disfungsi seksual. Jumlah ini lebih banyak ketimbang pria yang hanya 31 persen, menurut penelitian dari Cleveland Clinic.
Gejala disfungsi seksual memang lebih mudah dideteksi pada pria karena bisa langsung terlihat lewat kondisi penisnya. Sementara disfungsi seksual pada wanita umumnya lebih menjurus pada masalah psikologis. Seperti apa gejala disfungsi seksual pada wanita? Dokter kandungan Brett Worly, MD, memaparkan empat gejala dan penyebabnya yang paling umum seperti dikutip dari Everyday Health.
1. Kekeringan pada Vagina
Kekeringan pada vagina umumnya terjadi karena perubahan hormon selama masa menyusui dan menopause. Menurut penelitian yang dilakukan terhadap 1.000 wanita menopause, sebanyak 50 persen responden mengaku mengalami vagina kering yang menyebabkan bercinta jadi kurang menyenangkan atau terasa menyakitkan.
2. Gairah Seks Rendah
Seiring menurunnya hormon seks pada wanita karena pertambahan usia, libido pun bisa berkurang. Namun libido rendah tak hanya menjadi masalah pada wanita berusia paruh baya. Berdasarkan survei terhadap 1.000 wanita yang dilakukan di Amerika Serikat, 50 persen wanita usia 30 - 50 tahun juga mengalami libido rendah. Gairah seks yang menurun bisa disebabkan karena beberapa faktor. Bisa karena kondisi medis seperti diabetes dan tekanan darah tinggi, atau gangguan mental misalnya depresi dan kurang bahagia dalam pernikahan. Penggunaan obat tertentu juga berpotensi menjadi 'pembunuh' libido, misalnya antidepresan dan pil kontrasepsi.
Baca juga: Tips Mempercepat Seks Oral Tanpa Mengurangi Kenikmatan Suami
3. Miss V Sakit Saat Bercinta
Menurut hasil studi yang dipublikasikan di Journal of Sexual Medicine, 30 persen wanita dilaporkan merasakan sakit saat bercinta. Sakit ketika penetrasi seks bisa disebabkan karena kekeringan pada Miss V. bisa juga akibat masalah kesehatan seperti kista atau endometriosis dan vaginismus; kondisi di mana vagina menyempit/mengencang dengan sendirinya saat penetrasi seks.
4. Sulit Mendapat Rangsangan Seks
Tak juga terangsang setelah diberikan stimulasi seks juga menjadi gejala disfungsi seksual pada wanita. Penyebabnya bisa bermacam-macam dan umumnya karena masalah psikologis seperti cemas, tidak percaya diri atau trauma masa lalu. Perubahan hormon juga bisa mengakibatkan wanita butuh waktu lama untuk merasakan rangsangan seks.
Baca juga: Ini Alasan Bercinta Tetap Penting Dilakukan Saat Wanita Hamil (hst/ays)
Gejala disfungsi seksual memang lebih mudah dideteksi pada pria karena bisa langsung terlihat lewat kondisi penisnya. Sementara disfungsi seksual pada wanita umumnya lebih menjurus pada masalah psikologis. Seperti apa gejala disfungsi seksual pada wanita? Dokter kandungan Brett Worly, MD, memaparkan empat gejala dan penyebabnya yang paling umum seperti dikutip dari Everyday Health.
1. Kekeringan pada Vagina
Kekeringan pada vagina umumnya terjadi karena perubahan hormon selama masa menyusui dan menopause. Menurut penelitian yang dilakukan terhadap 1.000 wanita menopause, sebanyak 50 persen responden mengaku mengalami vagina kering yang menyebabkan bercinta jadi kurang menyenangkan atau terasa menyakitkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seiring menurunnya hormon seks pada wanita karena pertambahan usia, libido pun bisa berkurang. Namun libido rendah tak hanya menjadi masalah pada wanita berusia paruh baya. Berdasarkan survei terhadap 1.000 wanita yang dilakukan di Amerika Serikat, 50 persen wanita usia 30 - 50 tahun juga mengalami libido rendah. Gairah seks yang menurun bisa disebabkan karena beberapa faktor. Bisa karena kondisi medis seperti diabetes dan tekanan darah tinggi, atau gangguan mental misalnya depresi dan kurang bahagia dalam pernikahan. Penggunaan obat tertentu juga berpotensi menjadi 'pembunuh' libido, misalnya antidepresan dan pil kontrasepsi.
Baca juga: Tips Mempercepat Seks Oral Tanpa Mengurangi Kenikmatan Suami
3. Miss V Sakit Saat Bercinta
Menurut hasil studi yang dipublikasikan di Journal of Sexual Medicine, 30 persen wanita dilaporkan merasakan sakit saat bercinta. Sakit ketika penetrasi seks bisa disebabkan karena kekeringan pada Miss V. bisa juga akibat masalah kesehatan seperti kista atau endometriosis dan vaginismus; kondisi di mana vagina menyempit/mengencang dengan sendirinya saat penetrasi seks.
4. Sulit Mendapat Rangsangan Seks
Tak juga terangsang setelah diberikan stimulasi seks juga menjadi gejala disfungsi seksual pada wanita. Penyebabnya bisa bermacam-macam dan umumnya karena masalah psikologis seperti cemas, tidak percaya diri atau trauma masa lalu. Perubahan hormon juga bisa mengakibatkan wanita butuh waktu lama untuk merasakan rangsangan seks.
Baca juga: Ini Alasan Bercinta Tetap Penting Dilakukan Saat Wanita Hamil (hst/ays)
Olahraga
Review Senar Tenis Dunlop New S-Gut: Seimbang antara Durabilitas & Harga
Fashion
Converse Chuck 70 Ox Black/White, Pilihan Simpel buat Tampil Keren
Perawatan dan Kecantikan
Laneige Lip Glowy Balm Pink Supernova, Solusi Bibir Lembap & Glowing
Home & Living
Masak Lebih Praktis & Sehat Pakai Philips Airfryer, Lebih Hemat Listrik!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Bukan Malam Hari, Ini Waktu Terbaik untuk Bercinta Menurut Pakar
Survei Ungkap 3 Posisi Bercinta Favorit Milenial, Didominasi Gaya Klasik
6 Seafood yang Bisa Tingkatkan Performa Seks Pria Jika Rutin Dikonsumsi
Studi: Rutin Bercinta 2 Kali Seminggu Kurangi Risiko Sakit Jantung pada Pria
Dokter Ungkap Rahasia Agar PD Saat Bercinta: Rawat Area Intim Ini
Most Popular
1
Bayi Pertama Lahir Setelah 17 Tahun, Satu Desa Gelar Spanduk Ucapkan Selamat
2
Profil Wang Churan, Aktris Drama China yang Kecantikannya Viral
3
5 Potret dan Fakta Arabella Stanton, Pemeran Hermione di Serial Harry Potter
4
Taylor Swift dan Travis Kelce Diserang Influencer 'Gila', Mengaku Punya Misi
5
Most Popular Sepekan: 'Soft Living' Tren di Kalangan Milienial karena Burnout
MOST COMMENTED











































