Menangis Setelah Bercinta, Normalkah?
Hestianingsih - wolipop
Senin, 12 Okt 2015 19:13 WIB
Jakarta
-
Ketika seseorang mencapai puncak kenikmatan dalam bercinta, kebahagiaan yang seharusnya dirasakan. Sesi bercinta membuat oksitosin meningkat drastis dan mengaliri seluruh tubuh termasuk otak. Dengan tingginya tingkat oksitosin atau hormon cinta, euforia dan bahagia yang biasanya akan muncul.
Namun pada kondisi tertentu, orgasme justru bisa mendatangkan air mata. Kondisi yang dinamakan postcoital dysphoria (PCD) ini ditandai dengan timbulnya kegelisahan, depresi, sedih bahkan keagresifan. Beberapa wanita dilaporkan pernah mengalami kondisi pasca bercinta ini.
Berdasarkan studi yang dilakukan terhadap 230 wanita, 46 persennya mengaku pernah mengalami depresi setelah berhubungan seks. Bahkan lima persennya merasakan hal tersebut beberapa kali dalam beberapa bulan terakhir. Apa yang terjadi?
Kondisi ini memang tidak terjadi pada semua wanita setiap kali usai bercinta. Jika seseorang mengalami PCD, bukan berarti hubungan asmara Anda dan pasangan bermasalah, tingkat kedekatan emosional Anda berdua rendah atau performa seks yang kurang hebat.
"Hipotesa kami berhubungan dengan kesadaran diri. Keintiman seksual seringkali menyebabkan seseorang jadi tak sadarkan diri secara emosional," ujar Robert Schweitzer, Ph.D., penulis penelitian seperti dikutip dari Shape.
Kehilangan logika dan kesadaran diri itulah yang jadi penyebab wanita menangis, meskipun tidak ada masalah yang cukup berarti dalam kehidupan seksualnya. Seks, merupakan aktivitas yang telah membuat 'teritori' Anda yang paling pribadi telah dimasuki oleh orang lain. Anda jadi memandang diri sendiri secara berbeda, baik dalam perspektif yang negatif maupun positif.
Kondisi ini juga bisa terjadi ketika wanita merasa insecure dengan dirinya sendiri. Bagi wanita yang hubungan emosionalnya dekat dengan suami dan tahu benar apa yang mereka butuhkan, PCD mungkin bukan masalah besar.
Namun lain hal nya jika ia seorang wanita dengan kondisi mental rapuh atau punya kepribadian sensitif. PCD yang terjadi terus menerus bisa menjadi problema berat.
"Pada seseorang dengan tingkat kepercayaan diri yang rapuh, mungkin bisa jadi masalah serius," ucap Robert.
Untuk mengatasi PCD, langkah paling awal yang bisa dilakukan adalah mengenali kondisi seperti apa yang bisa membuat Anda stres atau insecure. Misalnya tidak percaya diri dengan bentuk tubuh, pernah dikhianati atau memiliki kondisi emosional yang labil. Jika PCD terus berlanjut, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Tapi perlu diketahui bahwa menangis setelah bercinta adalah kondisi normal yang bisa terjadi pada setiap wanita, selama frekuensinya tidak terlalu sering. (hst/ami)
Namun pada kondisi tertentu, orgasme justru bisa mendatangkan air mata. Kondisi yang dinamakan postcoital dysphoria (PCD) ini ditandai dengan timbulnya kegelisahan, depresi, sedih bahkan keagresifan. Beberapa wanita dilaporkan pernah mengalami kondisi pasca bercinta ini.
Berdasarkan studi yang dilakukan terhadap 230 wanita, 46 persennya mengaku pernah mengalami depresi setelah berhubungan seks. Bahkan lima persennya merasakan hal tersebut beberapa kali dalam beberapa bulan terakhir. Apa yang terjadi?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hipotesa kami berhubungan dengan kesadaran diri. Keintiman seksual seringkali menyebabkan seseorang jadi tak sadarkan diri secara emosional," ujar Robert Schweitzer, Ph.D., penulis penelitian seperti dikutip dari Shape.
Kehilangan logika dan kesadaran diri itulah yang jadi penyebab wanita menangis, meskipun tidak ada masalah yang cukup berarti dalam kehidupan seksualnya. Seks, merupakan aktivitas yang telah membuat 'teritori' Anda yang paling pribadi telah dimasuki oleh orang lain. Anda jadi memandang diri sendiri secara berbeda, baik dalam perspektif yang negatif maupun positif.
Kondisi ini juga bisa terjadi ketika wanita merasa insecure dengan dirinya sendiri. Bagi wanita yang hubungan emosionalnya dekat dengan suami dan tahu benar apa yang mereka butuhkan, PCD mungkin bukan masalah besar.
Namun lain hal nya jika ia seorang wanita dengan kondisi mental rapuh atau punya kepribadian sensitif. PCD yang terjadi terus menerus bisa menjadi problema berat.
"Pada seseorang dengan tingkat kepercayaan diri yang rapuh, mungkin bisa jadi masalah serius," ucap Robert.
Untuk mengatasi PCD, langkah paling awal yang bisa dilakukan adalah mengenali kondisi seperti apa yang bisa membuat Anda stres atau insecure. Misalnya tidak percaya diri dengan bentuk tubuh, pernah dikhianati atau memiliki kondisi emosional yang labil. Jika PCD terus berlanjut, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Tapi perlu diketahui bahwa menangis setelah bercinta adalah kondisi normal yang bisa terjadi pada setiap wanita, selama frekuensinya tidak terlalu sering. (hst/ami)
Pakaian Wanita
Kaos Kaki Ankle Tidak Mudah Melar, THE MUDS Tutty Fruity yang Awet Dipakai Rutin
Pakaian Pria
Inspirasi Outift Pria untuk Bukber di Bulan Ramadhan, Rapi, Stylish, dan Tetap Nyaman Dipakai!
Pakaian Pria
Merayakan Lebaran dengan Tas Baru, BANGE BG7566 Tas Selempang Pria Waist Bag Favorit yang Wajib Kamu Punya!
Hobi dan Mainan
Fantech Gamepad HALL EFFECT Wireless WGP13S, Kontrol Presisi Tanpa Drama untuk Gamer Serius!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Bukan Malam Hari, Ini Waktu Terbaik untuk Bercinta Menurut Pakar
Survei Ungkap 3 Posisi Bercinta Favorit Milenial, Didominasi Gaya Klasik
6 Seafood yang Bisa Tingkatkan Performa Seks Pria Jika Rutin Dikonsumsi
Studi: Rutin Bercinta 2 Kali Seminggu Kurangi Risiko Sakit Jantung pada Pria
Dokter Ungkap Rahasia Agar PD Saat Bercinta: Rawat Area Intim Ini
Most Popular
1
Ramalan Zodiak Cinta 21 Februari: Capricorn Legowo, Aquarius Jaga Ucapan
2
Langkah Emas Raih Kemenangan
Tips Simpel Dari Dokter Agar Kulit Tetap Lembap & Glowing Selama Puasa
3
Ramalan Zodiak 21 Februari: Libra Banyak Godaan, Sagitarius Raih Peluang
4
Tren Sleepy Girl Makeup, Look Ngantuk yang Lagi Hits
5
Momen Raja Charles Hadiri London Fashion Week Setelah Andrew Ditangkap
MOST COMMENTED











































