Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Riset: Berbagi Tugas Mengurus Anak Tentukan Kepuasan Seks Suami-Istri

Eny Kartikawati - wolipop
Senin, 24 Agu 2015 18:38 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Getty Images
Jakarta - Apa yang membuat pasangan merasa puas dengan kehidupan seksnya? Jawabannya ternyata hanya soal seberapa sering pasangan bisa orgasme atau klimaks saat bercinta. Ada juga kondisi rumah tangga yang menentukan kepuasan seks suami-istri.

Riset yang dilakukan sosiolog Amerika Serika, Daniel Carlson, dari Georgia State University mengungkapkan pembagian tugas mengurus anak menentukan kepuasaan pasangan saat bercinta. Penelitian Carlson ini melibatkan 900 pasangan menikah.

Dari penelitian tersebut diketahui pasangan yang berbagi tugas mengurus anak secara adil melaporkan lebih puas dengan kehidupan seks dan pernikahan mereka. Sementara ketika hanya si istri yang menjalani kewajiban mengurus anak, tingkat kepuasan pasangan pada kehidupan seks dan pernikahan mereka rendah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang kami temukan, sama sekali tidak ada efek buruknya ketika suami memiliki tanggungjawab lebih besar dalam hal pengurusan anak," ujar Carlson seperti dikutip

Carlson menambahkan pentingnya para pria terlibat penuh dalam hal pengasuhan anak. Hal itu karena bukan hanya membuat si pria memiliki kedekatan psikologi dan fisik dengan buah hati, tapi juga terkait adanya 'bonus' dari istri.

"Para ayah yang terlibat aktif mengurus anak, mendapat hadiah lebih dari rasa terimakasih dari pasangan mereka. Keterlibatan ayah ini juga penting untuk pihak suami dan istri," kata Carlson.

Namun, peran ayah dalam hal pengurusan anak ini, sesuai riset Carlson, jangan sampai terjadi berlebihan. Ketika ayah mendominasi pengasuhan anak, situasi ini memang menguntungkan untuk para istri karena mereka merasa sangat puas dengan kehidupan seks. Namun hal sebaliknya dirasakan para pria, dimana mereka merasa kepuasan seks menurun.

Riset yang dipresenteasikan dalam pertemuan tahuan American Sociological Association di Chicago ini, menurut Carlson, tidak melihat tugas-tugas apa yang dikerjakan para ayah dan ibu dalam hal mengurus anak. Yang diteliti oleh Carlson dan timnya adalah siapa yang bertanggungjawab dalam membuat aturan untuk anak-anak, siapa yang menerapkan hukuman, siapa yang memuji dan siapa yang bermain dengan anak-anak.

(eny/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads