Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

7 Hal Tentang Orgasme Wanita yang Perlu Diketahui Pria

Eny Kartikawati - wolipop
Selasa, 04 Agu 2015 18:37 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta - Belum banyak pria yang menyadari kalau dalam urusan seks, wanita tidak bisa semudah mereka untuk mencapai klimaks. Bahkan riset yang dilakukan Universitas Kansas mengungkapkan, tujuh dari 10 wanita sengaja memalsukan orgasmenya karena tak mau mengecewakan pasangannya.

Apakah para pria pernah menyadari kapan istri mereka berpura-pura orgasme? Mungkin jawabannya tidak pernah. Orgasme wanita memang suatu hal yang jauh lebih rumit dibandingkan pria yang dapat ejakulasi dengan muda. Berikut tujuh hal tentang orgasme wanita yang perlu diketahui para suami sehingga bisa membantu istri mereka mendapatkan klimaksnya:

1. C-Spot

Selama ini G-Spot adalah area populer untuk membangkitkan gairah seks. Nyatanya ada titik kenikmatan lain yang lebih berpotensi membuat wanita orgasme jika distimulasi dengan tepat. Titik itu dinamakan C-Spot atau klitoris. 70% wanita perlu mendapatkan stimulasi langsung pada area klitoris yang memiliki 8.000 syaraf sensitif ini untuk bisa orgasme.

2. Klitoris Dua Kali Lebih Sensitif dari Penis

Klitoris wanita pastinya berukuran lebih kecil jika dibandingkan dengan Mr. Happy pria. Karena ukurannya yang lebih kecil itu, pusat syaraf pun lebih terkonsentrasi. Dengan kondisi tersebut, dijelaskan Vicenzo Puppo, Ph.D. yang merupakan penulis buku  Anatomy and Physiology of the Clitoris, ketimbang penis, klitoris pun menjadi lebih sensitif ketika distimulasi. "Oleh karena itulah wanita memiliki kemampuan orgasme yang tidak terbatas," ujarnya. Tak hanya itu wanita pun bisa dengan mudahnya mendapatkan orgasme lagi, setelah sebelumnya meraih klimaks pada satu sesi bercinta.

3. Ukuran Klitoris Tidak Menentukan Orgasme

Berdasarkan riset yang dilakukan Dr. Puppo, ukuran klitoris wanita berbeda-beda. Panjang organ tersebut bisa mencapai 3 cm. Sedangkan lingkar klitoris bervariasi antara 1 sampai 3 inchi atau sekitar 2,5 cm sampai 7,6 cm.

Apakah ukuran klitoris ini mempengaruhi kemampuan wanita untuk orgasme? Ternyata menurut Puppo tidak. "Klitoris yang kecil dan tipis bisa tetap distimulasi dan berhubungan dengan orgasme yang hebat karena mendapatkan tekanan," ujarnya.

4. Cairan Saat Orgasme

Berbeda dengan pria yang tanda klimaksnya bisa diketahui dengan keluarnya semen atau cairan berwarna putih, ciri orgasme wanita tidak demikian. Namun berdasarkan riset dari Universitas Brown, ada 10% wanita yang mengeluarkan cairan saat orgasme. Cairan yang keluar dari salurang kencing wanita saat orgasme ini jumlahnya tidak sebanyak milik pria.

5. Wanita Butuh Waktu

Masih dari riset yang dilakukan Universitas Brown, sebagian besar wanita membutuhkan waktu sekitar 20 menit mulai dari foreplay hingga bisa orgasme. Namun ketika seorang wanita sudah merasa siap dan benar-benar bergairah, orgasme bisa didapatkannya hanya dalam waktu kurang dari empat menit.

6. Orgasme Mengatasi Rasa Sakit

Penelitian soal hubungan sakit kepala dan bercinta ini dilakukan oleh Universitas Munster, Jerman. Para peneliti melakukan riset secara online dengan mengirimkan kuisioner kepada 800 orang yang menderita migrain dan 200 penderita sakit kepala kluster (tipe sakit kepala yang paling menyakitkan). Sesuai riset, 1/3 responden mengaku mereka tetap melakoni aktivitas seks saat sedang migrain atau sakit kepala kluster. Ada 2/3 responden yang berhenti total melakukan keintiman dengan pasangan saat sakit kepala mendera. Untuk responden yang menderita migrain dan tetap aktif bercinta, 60% dari mereka melaporkan sakit yang dirasakan jadi berkurang. Sementara 1/3 responden mengatakan migrain yang dirasakan jadi lebih buruk.

7. Ejakulasi Dini Tak Pengaruhi Orgasme

Seperti dikutip Ask Men, selama ejakulasi dini yang dialami masih dalam kategori ringan, hal itu tidak akan menyakiti siapapun, termasuk wanita. Dari riset yang dilakukan Universitas Zurich terungkap, kemampuan pria menahan ejakulasi terlalu lama lah yang justru mempengaruhi kemampuan wanita untuk orgasme. Penelitian tersebut mengatakan ketika pria terlalu fokus untuk mengontrol ejakulasinya, mereka melupakan kebutuhan seks wanita dan tidak bisa memenuhi gairah pasangannya tersebut.
(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads