Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

5 Hal Penyebab Frekuensi Bercinta Menurun Setelah Lama Menikah

Eny Kartikawati - wolipop
Sabtu, 01 Agu 2015 11:03 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta -

Setelah pernikahan melewati lima tahun pertama, hubungan seks bisa jadi tak lagi sepanas dulu. Tak ada lagi obrolan nakal melalui pesan teks apalagi bercinta spontan di berbagai tempat di rumah. Frekuensi seks yang dulu sangat tinggi, menurun secara drastis setelah lama menikah. Apa yang terjadi?

Chris Sterrett, MD dari Holtorf Medical Group, California, melihat sudah menjadi hal umum frekuensi seks menurun setelah lama menikah. Bahkan dari riset yang dilakukan di Amerika Serikat, 10 sampai 20% pasangan menjalani pernikahan tanpa seks atau sexless. Kehidupan pernikahan disebut sexless ketika frekuensi bercinta kurang dari satu kali sebulan atau 10 kali setahun.

Penyebab frekuensi seks menurun pasca bertahun-tahun menikah ini bisa karena berbagai hal. Berikut lima hal umum yang sering menjadi alasan pasangan tidak lagi bercinta sesering masa-masa awal pernikahan:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Terlalu Lelah
Bangun pagi, pergi bekerja, fokus bekerja di kantor, pulang ke rumah, menghadapi kemacetan, makan malam dan akhirnya pergi tidur. Sederet kegiatan itu sungguh bisa membuat siapapun merasa lelah di penghujung hari. Dan ketika pada akhirnya sampai ke tempat tidur, hal yang Anda inginkan hanyalah tidur. "Anda terlalu lelah, secara fisik maupun mental, dan ketika ide bercinta muncul, Anda akan menganggap hal itu sebagai sebuah pekerjaan," ujar Phillip A. Rutter, PhD, psikolog Philadelphia yang merupakan asisten profesor seksualitas manusia di Widener University, seperti dikutip Everyday Health.

2. Pil Kontrasepsi
Setelah menikah, pasangan ada yang memilih menunda kehamilan dengan menggunakan alat kontrasepsi seperti pil. Konsumsi pil ini dapat menyebabkan produksi hormon terganggu. Michael Krychman, M.D, direktur pengobatan seksual di rumah sakit di Newport Beach, California, mengatakan, pil kontrasepsi tersebut mengandung estrogen yang dapat meningkatkan produksi protein yang disebyt sex-hormone binding globulin (SHBG). "SHBG ini bisa menahan produksi testosteron sehingga mempengaruhi gairah. Saat produksi testosteron menurun, gairah wanita pun ikut turun," katanya.

3. Kamar Tidur Tak Lagi Seksi
Kamar tidur seharusnya hanya menjadi tempat untuk tidur dan bercinta, demikian saran dari profesor psikatri di Univesitas Virginia yang juga penulis buku 'Satisfaction: Woman, Sex, and the Quest for Intimacy', Anita H. Clayton, M.D. Membawa 'pihak ketiga' seperti ponsel, laptop dan televisi bisa membuat suasana kamar tidak seksi lagi. "Semua teknologi bisa menjadi gangguan, menyebabkan insomnia dan merusak kehidupan seks," katanya seperti dikutip dari CNN Amerika.

4. Terjebak Rutinitas
Makan dengan menu yang sama setiap hari tentu bisa membuat Anda bosan. Begitu juga dengan seks. Jika selama bertahun-tahun menikah Anda dan pasangan bercinta dengan gaya atau posisi yang sama, kebosanan pun akan muncul.

"Lihat lagi apa yang sudah Anda dan pasangan lakukan," ujar psikolog asal New York yang merupakan bagian dari jajaran direktur American Association of Sexuality Educators, Counselors and Therapist, Joy Davidson, PhD seperti dikutip Health. "Apakah Anda memiliki fantasi seks dan berbagi mengenai hal itu pada pasangan? Apakah Anda membaca buku berbumbu seks? Orang-orang dengan libido rendah biasanya akan merasa tidak nyaman dengan ide-ide baru ini," tambahnya.

5. Tidak Percaya Diri
Setelah menikah dan melahirkan anak, bentuk tubuh wanita bisa berubah. Pada beberapa wanita perubahan penampilan ini bisa menyebabkan ketidakpercayaan diri. Bukan hanya soal berat badan yang bertambah tapi juga munculnya stretch mark pada kulit.

 "Wanita terbawa konsep ideal media soal apa itu seksi. Pesan yang selama ini mereka tahu, wanita harus tampil dengan bentuk tubuh tertentu untuk bisa mendapatkan seks yang hebat," ujar Clayton. Perasaan tidak merasa seksi seperti 'konsep ideal' tubuh wanita inilah yang justru menghalangi wanita meraih kepuasan saat bercinta.

(eny/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads