4 Alasan Wanita Malu Membicarakan Masalah Kesehatan Organ Intim
Eny Kartikawati - wolipop
Jumat, 12 Jun 2015 19:13 WIB
Jakarta
-
Masalah organ kewanitaan kerap dialami wanita, namun kebanyakan dari mereka memilih menyimpanya sendiri karena merasa malu. Padahal masalah kewanitaan itu jika sudah sampai tahap mengkhawatirkan bisa mendatangan gangguan kesehatan yang lebih serius.
Masalah keputihan misalnya, ketika wanita menyepelekan gangguan tersebut dapat menyebabkan penyumbatan pada saluran reproduksi. Apalagi jika ternyata keputihan yang terjadi sudah bercampur dengan darah.
Menurut spesialis kebidanan dan penyakit kandungan, Dr. M. Rezha Faisal, SpOG, kondisi itu bisa dipastikan terdapat masalah pada organ intim kewanitaan yang menjadi tanda tanda kanker leher rahim atau kanker serviks. "Kalau sudah timbul keputihan, bau busuk dan pendarahan pasca berhubungan, yang harus diwaspadai adalah kanker serviks stadium lanjut," ujarnya.
Begitu seriusnya dampak buruk dari masalah pada organ intim, kenapa wanita masih menyepelekan hal tersebut? Psikolog Dr Becky Spelman memaparkan empat alasan yang membuat wanita malu membicarakan masalah kesehatan alat vitalnya, seperti dikutip Female First:
1. Wanita terpengaruh pada anggapan masyarakat bahwa organ intim mereka adalah hal yang memalukan atau kotor. Pada adat ketimuran, menyebut organ intim dengan bahasa kesehatan yaitu vagina juga dianggap sebagai hal tabu.
2. Organ intim wanita tidak pernah ditampilkan atau digambarkan secara utuh dan benar, bahkan ketika membicarakan masalah kesehatan.
3. Saat wanita memiliki masalah kesehatan yang berhubungan dengan organ intim seperti infeksi jamur, mereka merasa khawatir akan dinilai buruk dan dianggap tidak menjaga diri dengan baik. Sementara pria tidak mendapat penilaian yang sama.
4. Anggapan tabu membicarakan organ intim membuat wanita jadi enggan untuk memeriksakan diri pada ahli kesehatan. Apalagi ketika mereka diminta untuk menjalani pemeriksaan bagian intimnya tersebut.
Dengan melihat dari empat alasan tersebut Dr. Becky Spelman pun menyarankan wanita lebih memiliki pemikiran positif pada organ kewanitannya. "Memiliki sistem reproduksi membuat kita sebagai seorang wanita. Tidak perlu malu dalam hal urusan menjaga kesehatan area intim," ujarnya.
Dr. Becky menambahkan, wanita perlu memahami bahwa anatomi organ kewanitaan bervariasi. Sehingga wanita tidak perlu merasa khawatir memikirkan apakah area intim mereka berbentuk normal atau tidak.
Dr. Becky juga meminta pada para wanita untuk tidak ragu berkonsultasi ke dokter ketika memiliki masalah kesehatan di area intim. "Dokter hadir bukan untuk memberikan penilaian, tapi mereka akan memberikan Anda nasihat dan perawatan kesehatan yang dibutuhkan," jelasnya.
(eny/eny)
Masalah keputihan misalnya, ketika wanita menyepelekan gangguan tersebut dapat menyebabkan penyumbatan pada saluran reproduksi. Apalagi jika ternyata keputihan yang terjadi sudah bercampur dengan darah.
Menurut spesialis kebidanan dan penyakit kandungan, Dr. M. Rezha Faisal, SpOG, kondisi itu bisa dipastikan terdapat masalah pada organ intim kewanitaan yang menjadi tanda tanda kanker leher rahim atau kanker serviks. "Kalau sudah timbul keputihan, bau busuk dan pendarahan pasca berhubungan, yang harus diwaspadai adalah kanker serviks stadium lanjut," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Wanita terpengaruh pada anggapan masyarakat bahwa organ intim mereka adalah hal yang memalukan atau kotor. Pada adat ketimuran, menyebut organ intim dengan bahasa kesehatan yaitu vagina juga dianggap sebagai hal tabu.
2. Organ intim wanita tidak pernah ditampilkan atau digambarkan secara utuh dan benar, bahkan ketika membicarakan masalah kesehatan.
3. Saat wanita memiliki masalah kesehatan yang berhubungan dengan organ intim seperti infeksi jamur, mereka merasa khawatir akan dinilai buruk dan dianggap tidak menjaga diri dengan baik. Sementara pria tidak mendapat penilaian yang sama.
4. Anggapan tabu membicarakan organ intim membuat wanita jadi enggan untuk memeriksakan diri pada ahli kesehatan. Apalagi ketika mereka diminta untuk menjalani pemeriksaan bagian intimnya tersebut.
Dengan melihat dari empat alasan tersebut Dr. Becky Spelman pun menyarankan wanita lebih memiliki pemikiran positif pada organ kewanitannya. "Memiliki sistem reproduksi membuat kita sebagai seorang wanita. Tidak perlu malu dalam hal urusan menjaga kesehatan area intim," ujarnya.
Dr. Becky menambahkan, wanita perlu memahami bahwa anatomi organ kewanitaan bervariasi. Sehingga wanita tidak perlu merasa khawatir memikirkan apakah area intim mereka berbentuk normal atau tidak.
Dr. Becky juga meminta pada para wanita untuk tidak ragu berkonsultasi ke dokter ketika memiliki masalah kesehatan di area intim. "Dokter hadir bukan untuk memberikan penilaian, tapi mereka akan memberikan Anda nasihat dan perawatan kesehatan yang dibutuhkan," jelasnya.
(eny/eny)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
6 Seafood yang Bisa Tingkatkan Performa Seks Pria Jika Rutin Dikonsumsi
Studi: Rutin Bercinta 2 Kali Seminggu Kurangi Risiko Sakit Jantung pada Pria
Dokter Ungkap Rahasia Agar PD Saat Bercinta: Rawat Area Intim Ini
Tunda Buang Air Kecil Setelah Bercinta Bisa Sebabkan ISK, Mitos atau Fakta?
Alasan Tak Terduga Istri Tolak Ajakan Bercinta Menurut Survei, Suami Perlu Tahu
Most Popular
1
Potret Piper Rockelle, Mantan Influencer Cilik Gabung OnlyFans Jadi Kontroversi
2
Jessie Buckley Ungkap Alasan Suami Tak Pernah Menemaninya di Karpet Merah
3
50 Ucapan Selamat Tidur Bahasa Inggris Romantis, Bikin Pacar Senyum Meleleh
4
Beauty Influencer China Lunasi Utang Rp 900 Juta, Dituduh Pura-pura Lumpuh
5
Cara Tak Terduga Klamby Rilis Koleksi Lebaran 2026, Dibungkus Film Musikal
MOST COMMENTED











































