Ini Sebabnya Pria yang Kegemukan Bisa Menderita Impoten
Eny Kartikawati - wolipop
Senin, 08 Jun 2015 19:05 WIB
Jakarta
-
Aktor Chris Pratt secara terang-terangan mengakui dirinya pernah menderita impoten. Hal itu terjadi ketika berat badannya mencapai lebih dari 100 kg. Bagaimana obesitas ini bisa mempengaruhi performa seksual pria?
Seorang pria disebut impoten ketika dia tidak bisa mempertahankan atau bahkan mencapai ereksi untuk melakukan penetrasi seks. Penyebab impotensi ini sebagian besar karena penyakit yang mempengaruhi fungsi vaskuler seperti jantung, hipertensi dan diabetes. Menurut Mayo Clinic, pria obesitas berisiko lebih besar mengalami penyakit-penyakit tersebut dan disfungsi ereksi.
Obesitas bisa menyebabkan disfungsi ereksi karena menyebabkan produksi hormon testosteron menurun. Testosteron ini merupakan hormon seks utama dalam tubuh pria dan memegang peranan penting dalam fungsi seksual dan libido. Secara langsung, obesitas juga menyebabkan penyakit-penyakit yang dapat membuat pria impoten, seperti hipertensi.
Agar bisa ereksi, Mr. Happy butuh suplai aliran darah yang cukup. Ketika sudah cukup, pembuluh darah itu perlu ditutup sementara untuk mempertahankan ereksi. Ketika seorang pria menderita penyakit seperti hipertensi, diabetes dan kolesterol tinggi, aliran darah yang mengalir ke Mr. Happy ini menjadi tidak lancar, sehingga mereka pun tidak bisa ereksi.
"Penelitian menunjukkan bahwa disfungsi ereksi bisa menjadi indikasi adanya penyakit vaskuler atau arteri seperti serangan jantung dan stroke," jelas pakar kesehatan jantung asal Los Angeles, dr. Tanvir Hussain, seperti dikutip CNN Amerika.
Penelitian yang dimuat dalam jurnal Obstercian dan Gynecological Survey dengan melibatkan 1.400 pria menemukan adanya hubungan kuat antara disfungsi ereksi dengan masalah pada koroner arteri. Studi tersebut juga mengungkapkan ketika seorang pria mengalami disfungsi ereksi di usia muda dia berisiko terkena penyakit jantung di masa depan.
Sedangkan untuk penyakit diabetes, salah satu dampak paling buruk ketika seseorang terkena diabetes adalah kerusakan pada syaraf dan alirah darah. Dan karena dua hal tersebut menjadi hal terpenting untuk membuat penis ereksi, tidak mengherankan ketika seorang pria terkena diabetes, dia pun jadi mengalami disfungsi ereksi. Pria berusia 45 tahun atau lebih muda dari itu harus mewaspadai hal ini. Ketika mereka mengalami disfungsi ereksi bisa menjadi peringatan adanya masalah diabetes.
(eny/aln)
Seorang pria disebut impoten ketika dia tidak bisa mempertahankan atau bahkan mencapai ereksi untuk melakukan penetrasi seks. Penyebab impotensi ini sebagian besar karena penyakit yang mempengaruhi fungsi vaskuler seperti jantung, hipertensi dan diabetes. Menurut Mayo Clinic, pria obesitas berisiko lebih besar mengalami penyakit-penyakit tersebut dan disfungsi ereksi.
Obesitas bisa menyebabkan disfungsi ereksi karena menyebabkan produksi hormon testosteron menurun. Testosteron ini merupakan hormon seks utama dalam tubuh pria dan memegang peranan penting dalam fungsi seksual dan libido. Secara langsung, obesitas juga menyebabkan penyakit-penyakit yang dapat membuat pria impoten, seperti hipertensi.
Agar bisa ereksi, Mr. Happy butuh suplai aliran darah yang cukup. Ketika sudah cukup, pembuluh darah itu perlu ditutup sementara untuk mempertahankan ereksi. Ketika seorang pria menderita penyakit seperti hipertensi, diabetes dan kolesterol tinggi, aliran darah yang mengalir ke Mr. Happy ini menjadi tidak lancar, sehingga mereka pun tidak bisa ereksi.
"Penelitian menunjukkan bahwa disfungsi ereksi bisa menjadi indikasi adanya penyakit vaskuler atau arteri seperti serangan jantung dan stroke," jelas pakar kesehatan jantung asal Los Angeles, dr. Tanvir Hussain, seperti dikutip CNN Amerika.
Penelitian yang dimuat dalam jurnal Obstercian dan Gynecological Survey dengan melibatkan 1.400 pria menemukan adanya hubungan kuat antara disfungsi ereksi dengan masalah pada koroner arteri. Studi tersebut juga mengungkapkan ketika seorang pria mengalami disfungsi ereksi di usia muda dia berisiko terkena penyakit jantung di masa depan.
Sedangkan untuk penyakit diabetes, salah satu dampak paling buruk ketika seseorang terkena diabetes adalah kerusakan pada syaraf dan alirah darah. Dan karena dua hal tersebut menjadi hal terpenting untuk membuat penis ereksi, tidak mengherankan ketika seorang pria terkena diabetes, dia pun jadi mengalami disfungsi ereksi. Pria berusia 45 tahun atau lebih muda dari itu harus mewaspadai hal ini. Ketika mereka mengalami disfungsi ereksi bisa menjadi peringatan adanya masalah diabetes.
(eny/aln)
Elektronik & Gadget
SONY WF-1000XM5 Noise Cancelling True Wireless Earbuds, True Wireless Premium dengan Noise Cancelling Paling Serius di Kelasnya!
Perawatan dan Kecantikan
Rekomendasi Sunscreen Lokal Favorit yang Wajib Dicoba di Bulan Ramadan Supaya Kulit Tetap Terjaga dari Sinar Matahari!
Perawatan dan Kecantikan
Pori-Pori Tetap Bersih & Wajah Lebih Fresh di Bulan Ramadan dengan Clay Mask Korea Favorit!
Hobi dan Mainan
Bikin Playground Sendiri di Rumah! Kolam Mandi Bola Ini Bisa Jadi Area Main Favorit Anak
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Bukan Malam Hari, Ini Waktu Terbaik untuk Bercinta Menurut Pakar
Survei Ungkap 3 Posisi Bercinta Favorit Milenial, Didominasi Gaya Klasik
6 Seafood yang Bisa Tingkatkan Performa Seks Pria Jika Rutin Dikonsumsi
Studi: Rutin Bercinta 2 Kali Seminggu Kurangi Risiko Sakit Jantung pada Pria
Dokter Ungkap Rahasia Agar PD Saat Bercinta: Rawat Area Intim Ini
Most Popular
1
8 Foto Chuando Tan Pria Paling Awet Muda, Ultah ke-60 Tahun Wajah Bak 30 Tahun
2
Foto: Kate Moss Kembali ke Catwalk Gucci, Seksi Pakai Gaun G-String
3
Pesona Natural Steffi Zamora Usai Lewati Flamingo Era, Makin Glowing & Fresh
4
10 Artis Korea yang Paling Laku Jadi Bintang Iklan, Byeon Woo Seok No. 1
5
Baju Lebaran 2026
Tren Dress Lebaran 2026 di Tanah Abang: Motif Floral & Etnik, Busui Friendly
MOST COMMENTED











































