Seberapa Sering Pasangan Harus Bercinta Agar Cepat Hamil?
wolipop
Jumat, 27 Mar 2015 19:36 WIB
Jakarta
-
Setelah menikah yang menjadi harapan pasangan selanjutnya adalah memiliki anak. Pada beberapa pasangan demi cepat mewujudkan harapan tersebut mereka pun rajin bercinta, terutama di masa subur. Apakah memang sering bercinta bisa mempercepat terjadinya kehamilan?
Dokter kandungan yang juga dikenal sebagai spesialis di bidang fertilitas Dr David Knight mengatakan ada banyak mitos mengenai kesuburan yang beredar di masyarakat dan diyakini mereka. Kepercayaan terhadap mitos inilah yang menurut Dr Knight bisa menghalangi pasangan untuk mendapatkan momongan.
Salah satu mitos yang dipercaya itu adalah mengenai jadwal bercinta. Sebagian besar wanita tahu mereka harus dalam keadaan subur agar bisa hamil. Namun, dikatakan Dr Knight, bukan berarti juga seks hanya dilakukan pada saat masa subur saja. Bercinta hanya di saat masa subur tidak meningkatkan kesempatan Anda untuk hamil.
"Justru malah bisa menurunkan kemungkinan terjadinya pembuahan jika hanya menunggu masa subur untuk bercinta," ujarnya.
Dr Knight menjelaskan, wanita tidak bisa benar-benar tahu kapan masa suburnya. Jadi jika mereka hanya bercinta saat masa benar-benar subur saja, hal itu bisa melewatkan waktu di mana justru itulah saat paling subur.
Setelah ovulasi, sel telur hanya bisa bertahan selama 24 jam. Jadi jika pasangan bercinta menunggu saat masa subur, kemungkinannya mereka akan melewatkan kesempatan untuk hamil pada bulan itu.
"Aku menyarankan pada pasienku untuk bercinta secara teratur yaitu 2-3 kali dalam seminggu, dimulai setelah masa haid berakhir," kata dokter kandungan asal Australia itu.
Dr. Knight juga meminta pasangan tidak terlalu mengkhawatirkan frekuensi bercinta mereka. Studi yang dimuat dalam New England Journal of Medicine mengungkapkan, pasangan yang bercinta setiap hari lebih besar kemungkinannya untuk bisa hamil. Oleh karena itulah Dr. Knight tidak menyarankan pasangan untuk menjadwalkan seks saat mereka berusaha memiliki anak.
Ada penelitian yang mengungkapkan bahwa ketika pasangan stres dan menjadwalkan seks, hal tersebut dapat mempengaruhi hormon. Riset itu dilakukan Harvard Medical School pada wanita dengan masalah fertilitas. Dari riset ditemukan 55% responden yang menjalani pelatihan relaksasi selama 10 minggu untuk mengurangi stres, bisa hamil dalam waktu setahun. Sedangkan mereka yang tidak mendapatkan pelatihan ini hanya 20% yang sukses hamil.
(eny/hst)
Dokter kandungan yang juga dikenal sebagai spesialis di bidang fertilitas Dr David Knight mengatakan ada banyak mitos mengenai kesuburan yang beredar di masyarakat dan diyakini mereka. Kepercayaan terhadap mitos inilah yang menurut Dr Knight bisa menghalangi pasangan untuk mendapatkan momongan.
Salah satu mitos yang dipercaya itu adalah mengenai jadwal bercinta. Sebagian besar wanita tahu mereka harus dalam keadaan subur agar bisa hamil. Namun, dikatakan Dr Knight, bukan berarti juga seks hanya dilakukan pada saat masa subur saja. Bercinta hanya di saat masa subur tidak meningkatkan kesempatan Anda untuk hamil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dr Knight menjelaskan, wanita tidak bisa benar-benar tahu kapan masa suburnya. Jadi jika mereka hanya bercinta saat masa benar-benar subur saja, hal itu bisa melewatkan waktu di mana justru itulah saat paling subur.
Setelah ovulasi, sel telur hanya bisa bertahan selama 24 jam. Jadi jika pasangan bercinta menunggu saat masa subur, kemungkinannya mereka akan melewatkan kesempatan untuk hamil pada bulan itu.
"Aku menyarankan pada pasienku untuk bercinta secara teratur yaitu 2-3 kali dalam seminggu, dimulai setelah masa haid berakhir," kata dokter kandungan asal Australia itu.
Dr. Knight juga meminta pasangan tidak terlalu mengkhawatirkan frekuensi bercinta mereka. Studi yang dimuat dalam New England Journal of Medicine mengungkapkan, pasangan yang bercinta setiap hari lebih besar kemungkinannya untuk bisa hamil. Oleh karena itulah Dr. Knight tidak menyarankan pasangan untuk menjadwalkan seks saat mereka berusaha memiliki anak.
Ada penelitian yang mengungkapkan bahwa ketika pasangan stres dan menjadwalkan seks, hal tersebut dapat mempengaruhi hormon. Riset itu dilakukan Harvard Medical School pada wanita dengan masalah fertilitas. Dari riset ditemukan 55% responden yang menjalani pelatihan relaksasi selama 10 minggu untuk mengurangi stres, bisa hamil dalam waktu setahun. Sedangkan mereka yang tidak mendapatkan pelatihan ini hanya 20% yang sukses hamil.
(eny/hst)
Elektronik & Gadget
Dengerin Musik Pakai Kacamata? JBL Soundgear Frames Open Wireless Bluetooth!
Pakaian Pria
Rekomendasi Sepatu Running Pria, Siap Temani Lari Subuh dan Ngabuburit Selama Bulan Ramadhan 2026!
Pakaian Pria
Bitsnbobs76 Work Jacket Boxy Black Eyes Twill Oversized, Statement Outer yang Bikin Look Makin Bold & Stand Out!
Elektronik & Gadget
JBL Tune 520BT! Headphone Wireless Ringan dengan Bass Powerful
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Bukan Malam Hari, Ini Waktu Terbaik untuk Bercinta Menurut Pakar
Survei Ungkap 3 Posisi Bercinta Favorit Milenial, Didominasi Gaya Klasik
6 Seafood yang Bisa Tingkatkan Performa Seks Pria Jika Rutin Dikonsumsi
Studi: Rutin Bercinta 2 Kali Seminggu Kurangi Risiko Sakit Jantung pada Pria
Dokter Ungkap Rahasia Agar PD Saat Bercinta: Rawat Area Intim Ini
Most Popular
1
TikTok Viral Verificator
Viral Berawal dari 'Photobomb' Saat Umrah, Pasangan Ini Berakhir Menikah
2
Foto Ultah Raffi Ahmad & Nagita Slavina, Dirayakan di Jet Pribadi-Tema Imlek
3
Relation-Sipping, Tren Pacaran Simpel yang Disukai Gen Z
4
Langkah Emas Raih Kemenangan
Strategi Turun Berat Badan yang Sehat Selama Puasa Ramadan
5
Ramalan Zodiak 19 Februari: Aries Kerja Keras, Taurus Jangan Diam
MOST COMMENTED











































