Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

7 Masalah Bercinta Paling Umum yang Dialami Pasangan Menurut Pakar Seks

wolipop
Senin, 10 Nov 2014 16:38 WIB
...
dok. Thinkstock
Jakarta - Ejakulasi dini hingga sulitnya orgasme, menjadi dua masalah bercinta yang kerap dialami pasangan. Apakah memang hanya hal itu saja masalah yang bisa dialami pasangan di tempat tidur? Ada beberapa masalah seks yang umumnya dialami pasangan secara nyata. Umumnya isu-isu di tempat tidur itu bisa diatasi dengan komunikasi yang baik di antara pasangan tanpa perlu bantuan pakar seks.

Berikut ini tujuh masalah seks paling umum yang dialami pasangan menurut pakar seks seperti dikutip dari berbagai sumber:

1. Perbedaan Gairah Seks

"Perbedaan gairah seks menjadi masalah paling umum yang biasa aku temui. Untuk klien wanita, dua faktor biasanya menjadi penyebab perbedaan gairah seks dengan pasangannya ini. Pertama, karena masalah fisik yaitu sakit saat bercinta. Kedua, kelelahan atau stres yang biasanya disebabkan karena anak atau masalah keuangan," ujar Peg Hurley Dawson, pakar seks dari Massachusetts, AS. Untuk kasus karena faktor kedua ini, cara mengatasinya menurut Peg bisa dengan perubahan gaya hidup. Cara lainnya yaitu dengan komunikasi yang baik di antara pasangan.

Hal serupa juga diungkapkan Michael Aaron, PhD. "Aku sering melihat, di mana salah satu pasangan memiliki gairah seks yang lebih tinggi ketimbang pasangannya," ujarnya. Solusi untuk mengatasi ini tergantung beberapa faktor. Tapi pertama yang perlu diketahui sudah berapa lama perbedaan gairah ini terjadi dan situasi apa yang menjadi penyebabnya. Hal itu perlu diketahui karena masalah seks terkadang sering disebabkan karena adanya masalah dalam hubungan seperti adanya kemarahan, pengkhianatan yang perlu diselesaikan. Ketika hubungan pasangan itu sudah diperbaiki, masalah seks pun biasanya membaik dengan sendirinya.

2. Tak Punya Waktu untuk Seks

"Tidak adanya waktu untuk bercinta adalah masalah paling umum yang aku dengar selama praktek sebagai psikoterapi. Pasangan saling mencintai, tapi mereka tak punya waktu untuk keintiman dan seks dalam hidup mereka yang sibuk," ujar pakar seks Cathy Beaton, M.S., NCPsyA. Problem tidak ada waktu untuk bercinta ini menurut Cathy, sebuah kesalahan persepsi. Seks itu, dalam pandangannya, bukan masalah waktu. Pasangan yang merasa tidak punya waktu untuk seks sebenarnya memiliki gangguan seksual emosional dan fisik yang lebih kompleks seperti kurangnya gairah, disfungsi ereksi, kesakitan saat seks, imej tubuh yang negatif dan ejakulasi dini.

3. Kondisi Kesehatan

Pakar seks Sharon L. Bober, PhD., mengaku kerap mendapati klien yang memiliki masalah seks karena kondisi kesehatan atau pengobatan yang harus dijalani. "Aku sering mendengar bahwa terjadi penurunan dan seks tidak lagi seperti dulu. Salah satu masalah paling umum dari mereka adalah menurunnya gairah. Mereka menjadi sangat frustasi dan pasangannya juga," ujar pimpinan dari program kesehatan seksual di Dana-Farber Cancer Institute, Amerika itu.

Pakar seks lainnya, Richard A. Carroll, PhD., mengatakan untuk mengatasi masalah seks karena kondisi medis ini solusinya adalah dengan komunikasi. Menurutnya kurangnya komunikasi secara terbuka biasanya menjadi penyebab perubahan pada hubungan seks menjadi masalah yang memanas. Oleh karena itu diperlukan keterbukaan atas masalah ini sehingga kedua belaj pihak bisa saling memahami tanpa perlu takut ditolak, merasa gagal atau malu.

4. Disfungsi Ereksi

Bruce Berman, PhD., melihat disfungsi ereksi sebagai isu seks yang paling sering ditemuinya selama berpraktek sebagai pakar seks. Disfungsi ereksi ini biasanya disebabkan karena masalah medis dan kegelisahan yang membuat pria sulit untuk ereksi. Untuk mengatasi masalah ini, Berman akan mengobati kliennya dengan melakukan eksperimen bersama pasangan si klien. Keduanya diminta melakukan latihan menyentuh untuk membantu pria merasa terhubung secara fisik dengan pasangannya tanpa adanya tekanan untuk melakukan aktivitas seksual.

5. Menurunnya Frekuensi Seks

Menurunnya frekuensi bercinta menjadi masalah seks paling umum yang diungkapkan pasangan pada Sari Cooper, seorang terapis seks bersertifikat dari American Association of Sexuality Educators, Counselors and Therapists (AASECT). Solusi untuk mengatasi masalah ini menurut Sari berbeda-beda tergantung apa yang menjadi penyebab pasangan tidak lagi bercinta sesering dulu atau malah stop seks sama sekali. Penyebab masalah seks yang kelima ini bisa karena disfungsi ereksi, kesakitan saat bercinta, bosan dengan rutinitas seks, kehilangan gairah karena sakit, stres atau pengobatan.

6. Kesakitan Saat Bercinta

"Kesakitan saat bercinta bukan masalah seks paling umum mungkin, tapi aku sering menemuinya karena aku sudah melakukan penelitian mengenai masalah ini bertahun-tahun," ujar Irving Binik, PhD. Prinsip dari riset yang dilakukan Binik adalah untuk membuat orang paham bahwa masalah ini sebuah gangguan kesehatan bukan masalah seksual, atau rasa sakit itu bukan seks tapi seks itu menyakitkan.

Dikatakan Binik lagi, ada dua pendekatan yang dilakukannya untuk mengatasi rasa sakit saat bercinta ini. Pertama dengan mengetahui penyebab fisik di arena intim atau Miss V. Kedua, mencari tahu apakah rasa sakit itu terjadi karena adanya trauma atau kondisi emosional seperti depresi atau kegelisahan.

7. Kecanduan Seks


Kecanduan seks bukan hanya sekedar hasrat seks yang berlebihan. Para ahli telah resmi menyatakan bahwa kecanduan seks adalah sebuah gangguan jiwa. Penyebab kecanduan seks dapat diketahui lewat pendekatan psikologis.  Penyebab utama seseorang menderita kecanduan seks adalah rasa tidak percaya diri terhadap hubungan cintanya. Saat seseorang merasa hubungannya tidak sehat atau berjalan tidak seperti semestinya, salah satu cara untuk menghilangkan kecemasannya terhadap hubungan adalah dengan melakukan seks dengan pasangan.

Biasanya mereka menjadi depresi apabila tidak melakukan hubungan seks karena merasa pernikahannya berada di ujung tanduk. Akhirnya seks menjadi pelariannya di saat perasaan tidak nyaman itu timbul. Para psikolog tersebut juga menyimpulkan bahwa orang-orang yang selalu merasa kesepian di masa hidupnya lebih memiliki kemungkinan besar mederita kecanduan seks. Karena ketakutan untuk merasakan rasa kesepian itu lagi, mereka memilih untuk melakukan hubungan seks agar lebih nyaman.
(eny/eny)
...
Hide Ads