Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Converse Minta Maaf Usai Iklannya dengan Karina aespa Dituding Rasis

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Senin, 21 Sep 2026 08:00 WIB
...
Iklan Converse Memicu Kontroversi.
Iklan Converse Memicu Kontroversi. Foto: Dok. Converse
Jakarta -

Converse minta maaf setelah salah satu kampanye terbarunya menuai kritik keras di media sosial. Iklan yang menampilkan Karina dari grup K-pop aespa tersebut dianggap netizen memiliki visual yang mengarah pada simbol-simbol rasis.

Karina aespa menjadi model dalam kampanye Chuck 70 X dan Run Star Crush. Salah satu foto memperlihatkan sang idol berdiri di bawah sorotan lampu berbentuk bintang sambil memegang sepasang sneakers high-top hitam. Ia mengenakan rok putih sepanjang betis.

Foto tersebut kemudian viral dan menuai protes. Sejumlah pengguna media sosial menilai bentuk bayangan dari sorotan lampu di belakang Karina menyerupai tudung yang identik dengan Ku Klux Klan (KKK), kelompok supremasi kulit putih di Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada pula yang menilai cara Karina memegang sepatu mengingatkan pada gambaran kekerasan terhadap warga kulit hitam di masa lalu. Kontroversi serupa juga muncul dari materi promosi Converse lainnya.

Dalam sebuah foto, dua model terlihat menaiki tangga kayu untuk mengambil sepatu yang tergantung di dahan pohon. Menurut Women's Wear Daily, foto tersebut dibagikan melalui akun Instagram Converse Malaysia untuk mempromosikan kampanye Converse x Palmes untuk koleksi sneakers Jack Purcell PDM.

ADVERTISEMENT

Visual tersebut dikritik karena dianggap mengingatkan pada sejarah kekerasan rasial terhadap warga kulit hitam di Amerika Serikat, termasuk praktik lynching atau main hakim sendiri. Setelah mendapat banyak kecaman, Converse menyampaikan permintaan maaf melalui pernyataan resmi.

"Kami minta maaf. Kami memahami mengapa gambar ini sangat menyakitkan dan menyadari bahwa kami telah melakukan kesalahan," ujar Converse, seperti dikutip dari People.

Iklan Converse Memicu Kontroversi.Iklan Converse Memicu Kontroversi. Foto: Dok. Converse

Brand tersebut juga mengatakan telah menghapus gambar terkait dari kanal resminya dan berupaya menghapusnya dari berbagai platform.

"Hal seperti ini seharusnya tidak terjadi dan kami akan berusaha melakukan yang lebih baik," lanjut pernyataan tersebut.

Namun, anggota Kongres Amerika Serikat asal Louisiana, Troy Carter, tetap mengecam aksi dan permintaan maaf Cinverse. Dia mengritik keputusan brand yang disebutnya hanya menghapus gambar tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Sebagai anggota Kongres berkulit hitam dan warga Louisiana, Troy mengatakan bahwa gambaran orang kulit hitam yang digantung di pohon, bukan sekadar bagian dari sejarah masa lalu bagi masyarakat di wilayah tersebut.

"Rasa sakit itu masih dirasakan oleh keluarga dan komunitas kami," ujarnya.

@wolipopofficial Niat hati pengen tampil edgy bareng Karina aespa, Converse malah ketimpa apes sampai harus minta maaf! 😭 Iklan terbarunya dikritik habis-habisan karena visualnya dituduh bawa-bawa simbol rasis. Gimana menurut kalian, ini emang tim kreatifnya yang blunder atau netizen yang terlalu jeli? Creator: Sheila #Wolipop #KarinaAespa #Converse #ConverseXKarinaAespa ♬ original sound - wolipop

Troy juga menyinggung visual tudung putih yang dikaitkan dengan Ku Klux Klan. Menurutnya, simbol tersebut tidak dapat dianggap sebagai kostum biasa karena memiliki kaitan dengan sejarah teror, pembunuhan, dan kekerasan rasial. Ia juga mempertanyakan proses kreatif dan persetujuan kampanye tersebut.

"Kalian telah menyebabkan kerugian nyata, dan untuk memulihkan kerugian tersebut, diperlukan lebih dari sekadar permintaan maaf yang ditulis oleh departemen humas," pungkasnya.

(hst/hst)
...
Hide Ads