Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus Jadwal Bercinta

3 Solusi Bercinta untuk Pasangan yang Jalani Pernikahan Jarak Jauh

wolipop
Jumat, 24 Okt 2014 15:38 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta - Berada di lokasi yang ratusan bahkan ribuan kilometer jauhnya dari pasangan, secara langsung mempunyai andil yang besar dalam kelangsungan rumah tangga. Selain rasa rindu yang kadang tak terbendung, aktivitas seksual pun menjadi terhambat. Sudah dipastikan, jadwal bercinta Anda akan berubah meskipun hanya sementara waktu.

Mungkin untuk Anda yang pasangannya bekerja sebagai pilot, pelaut, atau di lepas pantai sudah terbiasa dengan hubungan jarak jauh. Hal berbeda dirasakan oleh mereka yang pasangannya bukan melakoni tipe pekerjaan tersebut. Sehingga ketika pasangan harus pergi ke luar kota atau bahkan dinas di luar negeri dalam kurun waktu yang lama, ada perasaan was-was dan cemas akan hasrat seksual yang sulit untuk terpenuhi.

Bagi Anda yang belum terbiasa akan hal ini, pada awalnya akan terasa sulit untuk menahan nafsu bercinta di saat hubungan sedang hangat-hangatnya. Perbedaan pikiran dan kesalahpahaman lantaran jarak yang terbentang bisa mempengaruhi keharmonisan pasangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jangan terlalu khawatir akan hal ini, seperti yang dipaparkan oleh dr. Ferryal Loetan, SpRM, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memenuhi hasrat seksual meskipun pasangan berada nun jauh di tempat berbeda dari Anda. Dokter yang juga merupakan konsultan seksual ini mengatakan, cara bisa menjadi salah satu langkah pemecah solusi dari masalah jarak yang dihadapi:

1. Atur Pola
Dokter yang biasanya praktek di Rumah Sakit Persahabatan ini menjelaskan, pentingnya untuk mengatur pola dalam bercinta. Jika dahulu Anda rutin melakukan hubungan seksual sebanyak dua hingga tiga kali seminggu, kini Anda bisa menyiasatinya dengan berhubungan seksual ketika pasangan sedang kembali ke rumah.

"Tidak usah terburu-buru melakukannya. Mungkin bisa dicari waktunya, misalnya tengah malam atau akhir pekan. Mau hanya sekali, atau lebih dari tiga kali saya rasa tidak ada masalah, selama keduanya sama-sama menginginkannya," papar pria kelahiran 6 November ini ketika disambangi Wolipop di kediamannya di Kalibata, Rabu (22/10/2014).

Ia juga menerangkan, seberapa banyak frekuensi berhubungan seks dan pola yang dibuat, bergantung kepada kesanggupan kedua belah pihak yang menjalankannya. Namun yang perlu diperhatikan, jangan sampai 'pelampiasan' nafsu seksual Anda mengganggu aspek kehidupan yang lainnya. Apabila Anda memiliki anak, pikirkan juga waktu yang dirasa tepat untuk bercinta tanpa diganggu oleh kehadiran si kecil.

2. Seks Jarak Jauh
Seiring dengan teknologi yang berkembang, tentunya melakukan hubungan seks jarak jauh menjadi lebih mudah. Berbagai macam fitur teknologi yang canggih dengan perangkat kamera yang mendukung, setidaknya menjadi salah satu sarana untuk memuaskan hasrat seksual.

"Kalau nafsu bercinta sudah tidak bisa ditahan lagi, bisa coba phone sex, sex texting, atau video seks. Menurut saya sah-sah saja dilakukan, yang penting kebutuhan seksual terpenuhi," jelas pria yang tergabung dalam organisasi The Society for The Scientific Study of Sexuality yang berpusat di Amerika.

Dokter yang lebih akrab disapa dr. Ferry ini juga menekankan, dalam melakukan aktivitas seks jarak jauh, usahakan diri Anda lebih santai tanpa terbebani oleh pikiran yang mengganjal. Jangan ragu untuk mengirimkan 'kalimat nakal' kepada pasangan dan biarkan imajinasi erotis berkembang dengan sendirinya demi kepuasan yang dicapai.

3. Masturbasi
Cara lain yang dapat dilakukan untuk mencapai kepuasan meski berada jauh dari pasangan adalah melakukan masturbasi. Dokter Ferry mengatakan, teknik masturbasi pada wanita pada umumnya dilakukan dengan menyentuh area klitoris menggunakan jari. Namun ada sebagian wanita yang berpendapat melakukan masturbasi lebih terasa sensasinya jika menggunakan alat bantu atau sex toys. Vibrator atau dildo adalah alat bantu yang paling sering digunakan.

Rangsangan masturbasi tidak hanya berasal dari alat kelamin saja. Anggota tubuh lainnya seperti payudara juga bisa menimbulkan orgasme jika distimulasi.

(int/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads