Influencer Tewas Usai Pembesaran Kelamin, Dimakamkan Pakai Peti Emas Rp 13 M
Igho "Tiny" Ubiribo, influencer asal Nigeria yang tinggal di London, meninggal dunia setelah menjalani prosedur pembesaran penis di Thailand. Pria 43 tahun itu kemudian dimakamkan dalam seremoni mewah.
Jasadnya diletakkan di dalam peti mati berlapis emas. Seperti dikutip dari Fashion Times, kabarnya peti mewah tersebut bernilai sekitar US$ 745 ribu atau sekitar Rp 13 miliar.
Ubiribo menjalani prosedur tersebut pada 5 Maret. Berdasarkan keterangan dalam sidang pemeriksaan kematiannya di Inner West London Coroner's Court, ia mendapat suntikan filler berbahan hyaluronic acid di sebuah klinik di Bangkok.
Sehari setelah prosedur, kondisi Ubiribo memburuk. Ia mengalami nyeri dada hingga akhirnya pingsan dan dilarikan ke rumah sakit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokter sempat berusaha menyelamatkannya selama lebih dari 100 menit, namun nyawanya tidak tertolong. Ia meninggal pada dini hari 6 Maret, sebelum pemeriksaan CT scan dapat diselesaikan.
Hasil autopsi menunjukkan Ubiribo mengalami pulmonary embolism atau emboli paru. Pemeriksa kematian menyimpulkan kondisi fatal tersebut berkaitan dengan prosedur penyuntikan filler yang dijalaninya.
Kasus Ubiribo kembali menyoroti risiko prosedur pembesaran penis yang dilakukan demi alasan estetika. Pembesaran penis tidak selalu dilakukan melalui operasi. Salah satu metode yang ditawarkan adalah penyuntikan filler seperti hyaluronic acid untuk menambah ukuran atau lingkar penis. Metode lain dapat melibatkan suntikan lemak, tissue grafting atau cangkok jaringan hingga operasi pada ligamen.
Risikonya pun berbeda-beda tergantung teknik, bahan yang digunakan, serta kondisi pasien. Komplikasi yang dapat terjadi antara lain infeksi, jaringan parut, hilangnya sensasi hingga gangguan fungsi seksual. Meski disebut sebagai prosedur "non-bedah", bukan berarti tanpa risiko.
(kik/kik)










































