Pakar: Orang yang Jarang Bercinta, Lebih Mudah Marah

- wolipop Selasa, 22 Jul 2014 19:15 WIB
dok. Thinkstock
Jakarta -

Seks bukan hanya sekadar untuk melampiaskan hasrat saja. Ada manfaat kesehatan yang bisa didapat dari bercinta, seperti mengurangi stres dan meredakan amarah. Menurut seorang pakar seks, seseorang yang jarang bercinta bisa jadi lebih mudah marah. Saat sudah merasa marah, orang itu pun jadi tidak lagi mengingkan seks.

"Ketika kehidupan seksmu tidak berjalan dengan baik, hubungan bisa menjadi rapuh, mulai dari menjaga jarak, perselingkuhan hingga perpisahan. Seks adalah obat kemarahan. Ketika kita memiliki kedekatan fisik, kita bisa meredakan kemarahan pasangan. Tapi ketika tidak ada kedekatan seksual, kita bisa menjadi lebih mudah marah," ujar Laura Berman, Ph.D., pimpinan dari Berman Center untuk kesehatan seksual wanita di Chicago, seperti dikutip BBC.

Ucapan dari Laura tersebut juga diamini oleh psikolog dari Univesitas Virginia, James Coan, Ph.D. Menurut James, memiliki sebuah hubungan yang intim berefek pada proses penyembuhan yang lebih cepat. "Kita juga jadi jarang sakit dan hidup lebih lama," katanya.

Ditambahkan James, sebuah hubungan yang sehat bisa menurunkan tingkat kegelisahan yang muncul pada kehidupan sehari-hari. Kegelisahan ini jika dibiarkan bisa menyebabkan tekanan darah naik dan menurunkan sistem imun.

"Tapi ketika kita bercinta, kita akan melepaskan hormon oksitosin dan endorphins," ujar James. Kedua hormon itu bisa menimbulkan perasaan nyaman dan bahagia. Ketika sudah merasakannya, ditambahkan James, seseorang pun akan mengasosikan perasaan positif itu pada pasangan mereka.

Sudah memahami manfaat bercinta tapi tidak punya waktu untuk melakukannya? James dan Laura menyarankan untuk mencoba bentuk keintiman yang lebih mudah untuk dilakukan dalam keseharian seperti bergandengan tangan, berpelukan hingga berciuman.

Laura pun melakukan riset untuk membuktikan manfaat kesehatan dari aktivitas intim itu. Dari riset Laura ditemukan, pasangan yang memiliki hubungan kurang harmonis memiliki tingkat stres dan depresi yang lebih tinggi dibandingkan pasangan yang sering berpelukan. Sementara pasangan yang sering berciuman, risiko mengalami depresi dan tegang lebih rendah delapan kali dibandingkan yang jarang melakukan.

(eny/fer)