Liputan Khusus Sakit Saat Bercinta
Alergi Sperma Bikin Wanita Sakit Saat Bercinta?
wolipop
Jumat, 17 Jan 2014 12:43 WIB
Jakarta
-
Sebanyak 40.000 wanita di Amerika menderita alergi sperma atau seminal plasma hypersensitivity. Bagaimana sebenarnya alergi aneh ini bisa terjadi dan adakah cara penganggulangannya?
Penting diketahui, seminal plasma hypersensitivity adalah kondisi yang menimbulkan reaksi alergi terhadap protein yang terdapat dalam sperma. Bukan sperma itu sendiri. Bisa jadi alergi sperma juga berasal dari makanan yang dikonsumsi pasangan pria. Misalnya apabila wanita alergi udang, kacang atau telur, maka ketika pasangan pria memakannya sesaat sebelum berhubungan seks, reaksi alergi bisa terjadi.
Beberapa gejala alergi sperma bisa bervariasi. Umumnya terjadi bengkak, terasa gatal, terbakar atau sakit yang menusuk pada vagina. Reaksi lainnya bisa menyebabkan muntah-muntah, kesulitan bernapas bahkan kematian.
Seperti dikutip dari Daily Mail, reaksi alergi biasanya bisa berlangsung selama 20 menit atau lebih dari satu hari. Umumnya, pasien yang mengalami alergi sperma adalah wanita yang baru pertama kali berhubungan seks dengan pasangannya. Tapi juga bisa dialami pada pasangan yang sudah menikah lama, tergantung dari pola makan dan gaya hidup suami.
Alergi juga bisa terjadi setelah pasangan lama tak berhubungan intim. Misalnya ketika pasangan ingin bercinta lagi setelah absen pasca kehamilan dan kelahiran anak. Karena tidak terbiasa dengan kandungan di dalam sperma, maka reaksi bisa terjadi meskipun sebelumnya sang wanita tidak pernah mengalami alergi.
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah timbulnya alergi karena sperma. Seperti dilansir dari Womansday, salah satu caranya dengan penggunaan kondom. Namun cara ini tidak terlalu tepat diterapkan pada pasangan yang sedang dalam program memiliki anak.
Jika alergi sperma terjadi karena makanan yang dikonsumsi pasangan pria, sebaiknya hindari makanan yang memicu reaksi itu, minimal 36 jam sebelum berhubungan. Sementara apabila alergi ditimbulkan karena protein bawaan di dalam sperma, maka perlu dilakukan diagnosa lebih lanjut oleh dokter ahli. Penderita alergi bisa diberikan imunisasi atau obat untuk mengurangi gejalanya.
Namun menurut seksolog Indonesia, Dr Andri Wanananda, MS, di Indonesia belum ada laporan mengenai alergi sperma sampai saat ini. Saat seseorang mengatakan alergi sperma, perlu diteliti lebih lanjut apa memang demikian atau karena faktor lain seperti penyakit keputihan. Menurutnya, alergi sperma akan menyebabkan gatal sehingga tidak nyaman ketika bercinta.
"Belum ada yg laporan alergi sperma, harus diteliti dulu apa yang menyebabkan dia menjadi sensitif, ada orang tertentu yang kulit vaginanya sangat peka. Bisa saja terjadi keputihan sehingga ketika 'di dalam' dia bereaksi gatal. Kalau sebabnya keputihan nggak cuma sperma tapi umpamanya kena air nggak bersih air juga akan bereaksi," tutur pria 73 tahun yang mengambil gelar masternya di Fakultas Kesehatan Masyarakat Univestitas Indonesia itu kepada Wolipop, Jumat (17/1/2014).
(aln/fer)
Penting diketahui, seminal plasma hypersensitivity adalah kondisi yang menimbulkan reaksi alergi terhadap protein yang terdapat dalam sperma. Bukan sperma itu sendiri. Bisa jadi alergi sperma juga berasal dari makanan yang dikonsumsi pasangan pria. Misalnya apabila wanita alergi udang, kacang atau telur, maka ketika pasangan pria memakannya sesaat sebelum berhubungan seks, reaksi alergi bisa terjadi.
Beberapa gejala alergi sperma bisa bervariasi. Umumnya terjadi bengkak, terasa gatal, terbakar atau sakit yang menusuk pada vagina. Reaksi lainnya bisa menyebabkan muntah-muntah, kesulitan bernapas bahkan kematian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alergi juga bisa terjadi setelah pasangan lama tak berhubungan intim. Misalnya ketika pasangan ingin bercinta lagi setelah absen pasca kehamilan dan kelahiran anak. Karena tidak terbiasa dengan kandungan di dalam sperma, maka reaksi bisa terjadi meskipun sebelumnya sang wanita tidak pernah mengalami alergi.
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah timbulnya alergi karena sperma. Seperti dilansir dari Womansday, salah satu caranya dengan penggunaan kondom. Namun cara ini tidak terlalu tepat diterapkan pada pasangan yang sedang dalam program memiliki anak.
Jika alergi sperma terjadi karena makanan yang dikonsumsi pasangan pria, sebaiknya hindari makanan yang memicu reaksi itu, minimal 36 jam sebelum berhubungan. Sementara apabila alergi ditimbulkan karena protein bawaan di dalam sperma, maka perlu dilakukan diagnosa lebih lanjut oleh dokter ahli. Penderita alergi bisa diberikan imunisasi atau obat untuk mengurangi gejalanya.
Namun menurut seksolog Indonesia, Dr Andri Wanananda, MS, di Indonesia belum ada laporan mengenai alergi sperma sampai saat ini. Saat seseorang mengatakan alergi sperma, perlu diteliti lebih lanjut apa memang demikian atau karena faktor lain seperti penyakit keputihan. Menurutnya, alergi sperma akan menyebabkan gatal sehingga tidak nyaman ketika bercinta.
"Belum ada yg laporan alergi sperma, harus diteliti dulu apa yang menyebabkan dia menjadi sensitif, ada orang tertentu yang kulit vaginanya sangat peka. Bisa saja terjadi keputihan sehingga ketika 'di dalam' dia bereaksi gatal. Kalau sebabnya keputihan nggak cuma sperma tapi umpamanya kena air nggak bersih air juga akan bereaksi," tutur pria 73 tahun yang mengambil gelar masternya di Fakultas Kesehatan Masyarakat Univestitas Indonesia itu kepada Wolipop, Jumat (17/1/2014).
(aln/fer)
Hobi dan Mainan
3 Board Game Ini Bikin Suasana Berkumpul Saat Lebaran Lebih Seru dan Ramai
Elektronik & Gadget
Rekomendasi Mouse Wireless Murah 2026 untuk Kerja & Kuliah, Nyaman dan Tahan Lama
Home & Living
Tips Menu Sahur & Berbuka Tetap Fresh dengan Food Container Kedap Udara dan Anti Tumpah
Perawatan dan Kecantikan
Makeup Tahan Seharian di Bulan Ramadan dengan Setting Spray Andalan yang Wajib Dicoba!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Bukan Malam Hari, Ini Waktu Terbaik untuk Bercinta Menurut Pakar
Survei Ungkap 3 Posisi Bercinta Favorit Milenial, Didominasi Gaya Klasik
6 Seafood yang Bisa Tingkatkan Performa Seks Pria Jika Rutin Dikonsumsi
Studi: Rutin Bercinta 2 Kali Seminggu Kurangi Risiko Sakit Jantung pada Pria
Dokter Ungkap Rahasia Agar PD Saat Bercinta: Rawat Area Intim Ini
Most Popular
1
Direstui Keluarga, Viral Pernikahan Wanita Dengan 2 Pria Sekaligus
2
Kabar Zendaya Sudah Menikah dengan Tom Holland Viral, Ini Respons Sang Ibu
3
Viral Wanita Tabrak Anak Kecil di 'Shibuya Crossing', Netizen Ungkap Sosoknya
4
Gaya Boyfriend Material Jungkook BTS, Pamer Sixpack di Iklan Calvin Klein
5
Antara Underground dan Glamor, Strategi Demna Selamatkan Gucci
MOST COMMENTED











































