Saat Wallabee Disangka Hewan, Awal Mula Sepatu Clarks yang Ikonis
Pada 26 April 1971, kekacauan melanda Bandara Internasional John F. Kennedy New York, Amerika Serikat. Bukan karena kecelakaan, atau pilot mogok kerja.
Staf bandara mengira ribuan wallaby, binatang khas Australia yang menyerupai kanguru, akan tiba di bandara. Namun ternyata, wallaby yang dimaksud adalah Wallabee, salah satu model sepatu klasik keluaran Clarks.
Koleksi sepatu Clarks Wallabee terbaru yang diluncurkan bertepatan dengan Wallebee Day 2026. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom) |
Kesalahpahaman itu menyebabkan mereka kewalahan menangani ribuan kandang hewan yang terlanjur disiapkan. Peristiwa tersebut kemudian menginspirasi Clarks untuk membuat Wallabee Day yang diperingati setiap 26 April.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wallabee pertama kali dirilis oleh lini Clarks Originals di Inggris pada 1968. Terinspirasi dari desain moccasin tradisional, Wallabee hadir dengan konstruksi sederhana yang khas. Bentuk toe box yang membulat, jahitan apron yang tegas, serta penggunaan material suede premium yang nyaman.
Sol crepe yang empuk memberikan kenyamanan maksimal, sementara siluetnya yang clean membuatnya mudah dipadukan dengan berbagai gaya, dari streetwear hingga smart casual.
Pada awal kehadirannya, sepatu ini kurang begitu mendapat respons positif di Inggris karena bentuknya yang terlalu kaku dan kurang menarik bagi kaum muda. Lain cerita di Jamaika, Wallabee malah menjadi simbol status sehingga meraih popularitas tersendiri.
)
Koleksi sepatu Clarks Wallabee 2026. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom) |
Di AS, sepatu tersebut mulai dikenal setelah orang Jamaika membawanya saat berimigrasi. Perlahan, Wallabee diadopsi oleh komunitas hip-hop, termasuk oleh Wu-Tang Clan yang bahkan menjadikannya bagian dari identitas visual mereka.
Bertepatan dengan Wallabee Day 2026 yang bertema 'Worn by the World', Clarks Indonesia turut memperkenalkan wajah baru Wallabee.
"Dulu kami hanya fokus pada material suede, sekarang Wallabee tersedia dalam bahan kulit. Selain lebih muda perawatannya, sepatu ini menjadi lebih agile dan long lasting," ujar Brand Merchandising Manager Clarks Indonesia Amanda Vanya saat peluncuran koleksi tersebut.
Koleksi ini hadir dalam dua pilihan premium patent leather, yaitu warna silver yang bold dan navy blue yang elegan. Detailnya diperkaya dengan aksesori spesial Wallabee Day, termasuk fobs edisi khusus serta berbagai opsi tali tambahan, mulai dari flat tonal lace, round white fleck lace, hingga round white stripe lace.
Sebagai bagian dari perayaan, Clarks menggandeng kolektif kreatif perempuan Roda Nona, yang dikenal dengan karakter autentik dan perspektif unik mereka dalam berekspresi.
Kolaborasi ini menampilkan bagaimana Wallabee dapat diinterpretasikan secara berbeda melalui keseharian, aktivitas, dan gaya personal masing-masing individu.
(dtg/dtg)














































