Mengenal Kontrasepsi IUD, Penunda Kehamilan yang Bisa Bertahan 10 Tahun
Eny Kartikawati - wolipop
Senin, 06 Jan 2014 22:30 WIB
Jakarta
-
Tidak sedikit pasangan yang baru menikah atau baru saja dikaruniai anak pertama ingin menunda kehamilan namun bingung memilih alat kontrasepsi. Jika Anda mempertimbangkan menggunakan kontrasepsi IUD, berikut ini kelebihan dan kekurangan metode pencegah kehamilan tersebut.
Sebelum mengenali kelebihan dan kekurangannya, mari kita pahami dulu apa itu IUD. IUD merupakan kependekan dari Intrauterine Device. Alat kontrasepsi ini bentuknya seperti huruf T dan sangat kecil. Ada benang sangat tipis di ujung IUD tersebut yang bisa menjadi cara untuk mengecek apakah alat kontrasepsi itu masih terpasang dengan baik atau tidak di rahim.
Alat kontrasepsi IUD yang berbentuk T ini bisa mencegah pelepasan sel telur sehingga tidak terjadi pembuahan. IUD juga dapat mengurangi kemampuan sperma untuk membuahi sel telur dan mencegah sel telur yang telah dibuahi menempel pada dinding rahim. Alat kontrasepsi ini bisa digunakan 5-10 tahun tergantung jenisnya.
Untuk mencegah kehamilan, dokter memasang IUD ini ke rahim Anda. Wanita bisa memasang IUD ini kapanpun mereka mau, selama tidak hamil. Pemasangannya hanya membutuhkan waktu beberapa menit. Seperti dikutip Web MD, terkadang dokter akan memberikan anestesi lokal di sekitar serviks untuk mengurangi rasa nyeri saat pemasangan. Namun pemberian anestesi itu tidak selalu diperlukan. Pemasangan IUD ini lebih mudah dilakukan pada wanita yang pernah melahirkan secara normal. IUD tidak disarankan pada wanita yang belum pernah hamil.
Berikut ini kelebihan dan kekurangan kontrasepsi IUD:
Kelebihan:
- Pencegahan kehamilan yang ampuh untuk paling tidak 10 tahun.
- Tidak mengganggu hubungan seks dengan pasangan.
- Tidak terpengaruh obat-obatan.
- Bisa subur kembali setelah IUD dikeluarkan,
- Tidak mempengaruhi jumlah dan kualitas ASI.
- Dapat mencegah kehamilan di luar kandungan.
Kekurangan:
- Terjadi perubahan siklus haid.
- Bisa merasakan pembengkakan di pinggul.
- Pemasangannya membutuhkan prosedur medis.
- Saat memasang dan mengeluarkan IUD, harus dilakukan tenaga kesehatan terlatih.
- Bisa keluar dari rahim tanpa diketahui, sehingga wanita yang memakai IUD harus rutin periksa ke tenaga kesehatan.
- Bisa merasakan nyeri setelah 3-5 hari pertama pemasangan.
- Saat haid, darah yang keluar cukup banyak sehingga bisa menyebabkan kurang darah.
(eny/fer)
Sebelum mengenali kelebihan dan kekurangannya, mari kita pahami dulu apa itu IUD. IUD merupakan kependekan dari Intrauterine Device. Alat kontrasepsi ini bentuknya seperti huruf T dan sangat kecil. Ada benang sangat tipis di ujung IUD tersebut yang bisa menjadi cara untuk mengecek apakah alat kontrasepsi itu masih terpasang dengan baik atau tidak di rahim.
Alat kontrasepsi IUD yang berbentuk T ini bisa mencegah pelepasan sel telur sehingga tidak terjadi pembuahan. IUD juga dapat mengurangi kemampuan sperma untuk membuahi sel telur dan mencegah sel telur yang telah dibuahi menempel pada dinding rahim. Alat kontrasepsi ini bisa digunakan 5-10 tahun tergantung jenisnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut ini kelebihan dan kekurangan kontrasepsi IUD:
Kelebihan:
- Pencegahan kehamilan yang ampuh untuk paling tidak 10 tahun.
- Tidak mengganggu hubungan seks dengan pasangan.
- Tidak terpengaruh obat-obatan.
- Bisa subur kembali setelah IUD dikeluarkan,
- Tidak mempengaruhi jumlah dan kualitas ASI.
- Dapat mencegah kehamilan di luar kandungan.
Kekurangan:
- Terjadi perubahan siklus haid.
- Bisa merasakan pembengkakan di pinggul.
- Pemasangannya membutuhkan prosedur medis.
- Saat memasang dan mengeluarkan IUD, harus dilakukan tenaga kesehatan terlatih.
- Bisa keluar dari rahim tanpa diketahui, sehingga wanita yang memakai IUD harus rutin periksa ke tenaga kesehatan.
- Bisa merasakan nyeri setelah 3-5 hari pertama pemasangan.
- Saat haid, darah yang keluar cukup banyak sehingga bisa menyebabkan kurang darah.
(eny/fer)










































