Faktor Fisik dan Mental Penyebab Pria Sulit Ejakulasi
Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Kamis, 31 Okt 2013 20:16 WIB
Jakarta
-
Tidak hanya wanita yang sering mengalami kesulitan orgasme atau terangsang secara seksual. Pria pun demikian. Kesulitan ejakulasi bisa dialami mulai dari remaja hingga pria dewasa. Menurut hasil survei 'Sex In America' yang dilansir Psychology Today, problem seks ini dialami 28 persen pria di bawah usia 50 tahun, 16 persen pria usia 50-60 tahun, 23 persen dari usia 65-74 tahun dan 33 persen di atas 75 tahun. Banyak faktor yang menyebabkan pria tidak bisa ejakulasi dan sulit orgasme. Ini beberapa di antaranya.
1. Stimulasi Seks yang Tidak Tepat
Beberapa pria melakukan masturbasi dengan cara-cara tertentu dan hanya bisa ejakulasi atau mencapai orgasme jika distimulasi pasangan dengan cara yang sama saat bercinta. Masalahnya, tak semua pria mau terbuka dengan pasangannya, dan tidak semua wanita tahu bagaimana suaminya bermasturbasi. Akibatnya, ejakulasi dan orgasme pun sulit mereka capai.
"Beberapa pria yang datang berkonsultasi mengaku menarik penis mereka lebih kencang daripada yang dilakukan pasangannya agar bisa ejakulasi," jelas Marty Klein Ph.D., terapis seks dari Palo Alto, California.
2. Stres
Para terapis seks mengatakan bahwa beberapa jenis stres bisa menyebabkan sulitnya ejakulasi dan orgasme pada pria. Bentuk stres itu bisa berupa karena marah dengan pasangannya, infeksi penyakit seks menular atau prinsip tentang agama.
3. Hanya Fokus Memuaskan Pasangan
Bercinta adalah soal memberikan dan merasakan kepuasan, tapi beberapa pria beranggapan tugas merekalah yang memberi kepuasan pada pasangan. Hal itu mengakibatkan mereka kurang fokus untuk mendapatkan kenikmatan bagi diri sendiri.
"Ketika pria terlalu memerhatikan bagaimana pasangannya merasakan pengalaman seks sedangkan dia tidak memikirkan kenikmatan untuk dirinya sendiri, dia akan kehilangan fokus pada hal-hal erotis. Itu bisa mengganggu proses ejakulasi dan orgasme," terang Marty.
4. Penuaan
"Seiring bertambahnya usia, penis pria memerlukan lebih banyak stimulasi untuk mendorong terjadinya ejakulasi. Hal ini normal, tapi juga bisa membingungkan jika Anda tak tahu caranya," ujar Terapis Seks Dennis Surgrue, Ph.D.
Penuaan juga melemahkan otot-otot yang berkontribusi terhadap terjadinya ejakulasi dan orgasme, salah satunya otot pelvic atau tulang panggul. Ketika otot pelvic melemah, semburan semen tidak terlalu kuat sehingga kenikmatan orgasme juga berkurang.
5. Masalah Kesehatan
Masalah kesehatan yang berhubungan dengan sistem saraf (diabetes, kelumpuhan, multiple sclerosis) mungkin bisa merusak saraf-saraf yang mengontrol orgasme dan ejakulasi. Operasi penyembuhan kanker prostat misalnya, tidak berefek pada orgasme tapi bisa mengakibatkan sulit ejakulasi.
(hst/eny)
1. Stimulasi Seks yang Tidak Tepat
Beberapa pria melakukan masturbasi dengan cara-cara tertentu dan hanya bisa ejakulasi atau mencapai orgasme jika distimulasi pasangan dengan cara yang sama saat bercinta. Masalahnya, tak semua pria mau terbuka dengan pasangannya, dan tidak semua wanita tahu bagaimana suaminya bermasturbasi. Akibatnya, ejakulasi dan orgasme pun sulit mereka capai.
"Beberapa pria yang datang berkonsultasi mengaku menarik penis mereka lebih kencang daripada yang dilakukan pasangannya agar bisa ejakulasi," jelas Marty Klein Ph.D., terapis seks dari Palo Alto, California.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para terapis seks mengatakan bahwa beberapa jenis stres bisa menyebabkan sulitnya ejakulasi dan orgasme pada pria. Bentuk stres itu bisa berupa karena marah dengan pasangannya, infeksi penyakit seks menular atau prinsip tentang agama.
3. Hanya Fokus Memuaskan Pasangan
Bercinta adalah soal memberikan dan merasakan kepuasan, tapi beberapa pria beranggapan tugas merekalah yang memberi kepuasan pada pasangan. Hal itu mengakibatkan mereka kurang fokus untuk mendapatkan kenikmatan bagi diri sendiri.
"Ketika pria terlalu memerhatikan bagaimana pasangannya merasakan pengalaman seks sedangkan dia tidak memikirkan kenikmatan untuk dirinya sendiri, dia akan kehilangan fokus pada hal-hal erotis. Itu bisa mengganggu proses ejakulasi dan orgasme," terang Marty.
4. Penuaan
"Seiring bertambahnya usia, penis pria memerlukan lebih banyak stimulasi untuk mendorong terjadinya ejakulasi. Hal ini normal, tapi juga bisa membingungkan jika Anda tak tahu caranya," ujar Terapis Seks Dennis Surgrue, Ph.D.
Penuaan juga melemahkan otot-otot yang berkontribusi terhadap terjadinya ejakulasi dan orgasme, salah satunya otot pelvic atau tulang panggul. Ketika otot pelvic melemah, semburan semen tidak terlalu kuat sehingga kenikmatan orgasme juga berkurang.
5. Masalah Kesehatan
Masalah kesehatan yang berhubungan dengan sistem saraf (diabetes, kelumpuhan, multiple sclerosis) mungkin bisa merusak saraf-saraf yang mengontrol orgasme dan ejakulasi. Operasi penyembuhan kanker prostat misalnya, tidak berefek pada orgasme tapi bisa mengakibatkan sulit ejakulasi.
(hst/eny)
Perawatan dan Kecantikan
Rahasia Rambut Lembut Berkilau Saat Mudik Lebaran dengan MO.RA Keratin Intensive Hair Repair Mask!
Elektronik & Gadget
Ide Hadiah Lebaran untuk yang Aktif, Xiaomi Smart Band 10, Stylish, dan Siap Temani Olahraga!
Olahraga
Golfer Wajib Coba! 2 Sepatu Golf yang Nyaman Dipakai dan Bikin Swing Lebih Mantap
Olahraga
Main Padel Pertama Kali? Coba 2 Raket Ini yang Ramah untuk Pemula
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Bukan Malam Hari, Ini Waktu Terbaik untuk Bercinta Menurut Pakar
Survei Ungkap 3 Posisi Bercinta Favorit Milenial, Didominasi Gaya Klasik
6 Seafood yang Bisa Tingkatkan Performa Seks Pria Jika Rutin Dikonsumsi
Studi: Rutin Bercinta 2 Kali Seminggu Kurangi Risiko Sakit Jantung pada Pria
Dokter Ungkap Rahasia Agar PD Saat Bercinta: Rawat Area Intim Ini
Most Popular
1
Potret Prewedding El Rumi & Syifa Hadju, Memukau Dengan Gaya Tradisional
2
Most Pop: Gadis Tercantik di Dunia Dilamar, Siapa Calon Suaminya?
3
Buku Baru Klaim Camilla Sebut Meghan Markle 'Cuci Otak' Pangeran Harry
4
Gaun Rusak hingga Jatuh di Tangga, 5 Momen Oscars yang Nyaris Jadi Malapetaka
5
Serum Microneedling Viral di TikTok, Dokter Ungkap Risikonya
MOST COMMENTED











































