Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

6 Hal yang Dikhawatirkan Wanita Saat Bercinta Ini Sebenarnya Normal

wolipop
Jumat, 13 Sep 2013 16:09 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta - Pernahkah Anda merasa tidak memiliki cukup lubrikasi di Miss V sehingga seks jadi menyakitkan? Jika pernah, kemungkinan Anda akan bertanya-tanya apakah hal tersebut normal atau tidak. Masih ada hal-hal lainnya yang membuat wanita bertanya-tanya ketika mengalaminya saat bercinta dengan pasangan. Berikut ini hal-hal yang normal terjadi saat bercinta namun kerap membuat wanita khawatir seperti dikutip Womans Day.

Miss V Kering

Dr. Mary Jane Minkin, seorang dokter kandungan lulusan Universitas Yale, mengatakan sangat umum untuk seorang wanita menjadi kering atau tidak memiliki cukup lubrikasi saat bercinta. Women's Health pun pernah melaporkan, 1/3 wanita mengalami Miss V kering. Lubrikasi memang kunci untuk menikmati aktivitas seks. Ketika wanita tak merasa cukup terlubrikasi meskipun pasangan sudah melakukan foreplay, Dr. Mary menyarankan untuk menggunakan pelumas.  Sekarang ini banyak pelumas berbahan dasar air berbentuk gel. Pelumas berbahan dasar air ini sesuai dengan cairan pelumas alamiah yang diproduksi tubuh sehingga tidak akan mengiritasi dinding vagina yang sangat sensitif.

Ingin Buang Air Kecil

"Jika saat melakukan posisi seks tertentu seperti doggie-style, wanita merasa ingin buang air kecil, ini benar-benar normal," ujar Amy Levine, pakar seks dan pendiri Ignite Your Pleasure. "Keinginan itu biasanya muncul dari stimulasi G-spot, yang bisa membuat wanita mengalami ejakulasi. Ejakulasi keluar dari saluran kecing dan tidak berbau," jelasnya. Dia menambahkan, wanita juga bisa mengalami orgasme sekaligus buang air kecil pada waktu bersamaan. Kalau memang Anda takut buang air kecil saat bercinta, Amy menyarankan pergilah ke toilet dulu sebelum seks dimulai.

Bersuara Keras

Pada momen-momen tertentu saat bercinta dengan pasangan, Anda rasanya ingin mengeluarkan suara, namun khawatir hal itu membuat pasangan kaget atau malah berhenti. Penelitian dilakukan pada 2011, seperti dikutip CNN, menemukan bahwa suara wanita saat bercinta justru membantu pasanganya lebih cepat klimaks. 87% wanita mengaku bersuara untuk membuat pasangannya lebih percaya diri saat seks. Pakar pendidikan seks Patty Brisben menambahkan, suara juga bisa bermanfaat untuk wanita sendiri. Suara bisa jadi petunjuk apakah yang dilakukan pasangannya sudah membuat mereka bergairah atau tidak.

Miss V Bersuara

Bentuk Miss V seperti tabung dengan ujung membulat yaitu mulut rahim dan bagian luarnya terbuka. Saat terjadi hubungan seksual vagina yang memang sudah terbuka tersebut makin teregang (terbuka) oleh karena adanya penetrasi penis ke dalamnya. Seringkali desakan penis ke dalam vagina menyebabkan adanya udara yang terjebak ke ujung vagina, walaupun jumlahnya tidak banyak. Selain itu, saat melakukan hubungan seksual, vagina Anda mengeluarkan cairan lubrikasi yang membantu terjadinya penetrasi penis ke dalam vagina. Pasangan juga mengeluarkan cairan lubrikasi, serta setelah terjadinya terjadinya ejakulasi akan mengeluarkan cairan semen sebanyak hampir 5 cc. Dengan kumulasi cairan di dalam vagina, maka tidak mudah bagi udara yang terjebak di ujung vagina tadi untuk keluar dari vagina. Oleh karena itu seringkali terdengar bunyi yang seperti buang angin.

Tidak Fokus

Pernahkah Anda memikirkan hal lain, padahal saat itu sedang bercinta dengan suami? Atau di waktu yang lain, Anda benar-benar fokus dan tidak ingat apapun selain keintiman dengan pasangan. Ketika tidak fokus saat bercinta, ini adalah hal yang normal. "Wanita melaporkan mereka memang mudah teralihkan dengan apa yang terjadi pada kehidupannya," ujar Kimberly Resnick Anderson, pimpinan dari Summa Center for Sexual Health di Ohio. Wanita terkadang berpikir apakah ada yang salah sehingga tidak bisa fokus. Padahal terkadang memang itu bisa terjadi.

Sakit Kepala

Pernah merasakan sakit kepala setelah orgasme? Hal ini bisa terjadi pada wanita. Pemilik klinik spesialis pengobatan sakit kepala asal Chicago, Amerika Serikat, Merle Diamond, MD, menemukan orang-orang yang merasakan sakit kepala karena orgasme ini. "Seringkali sakit kepala ini tidak membahayakan, tapi bisa juga hal itu disebabkan karena adanya sesuatu di otak seperti tumor atau aneurisma," ujarnya seperti dikutip Web MD. Penelitian yang dilakukan para peneliti di University of Munster, Jerman juga mengungkapkan hal serupa. Dalam penelitian itu ditemukan sakit kepala biasanya muncul selama beberapa minggu dan kemudian hilang dengan sendirinya. Beberapa responden yang diteliti juga melaporkan tidak pernah merasakan sakit kepala lagi dan beberapa lainnya mengaku diserang sakit kepala, tapi tidak sering.
(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads