Ketika Pasangan Lupa Kapan Terakhir Kali Bercinta, Ini Langkah Mengatasinya
Eny Kartikawati - wolipop
Senin, 13 Mei 2013 12:07 WIB
Jakarta
-
Masalah atau pertengkaran yang dipendam tanpa diselesaikan bisa membuat kehidupan seks pasangan ikut terkena dampaknya. Hal tersebut dapat menyebabkan Anda enggan atau bahkan menghindari keintiman pasangan. Apakah ini terjadi pada Anda dan suami? Masih ingatkah kapan terakhir kali Anda bercinta dengan pasangan?
Pakar seks Tracey Cox dalam buku terbarunya 'What Happens When Fantasies Come True' memberikan tips bagaimana agar kehidupan seks kembali normal seperti dulu, meskipun pada awalnya Anda dan pasangan enggan membahas masalah ini. Berikut ini tips dari Tracey:
1. Bicara
Jika memang ada isu yang belum selesai sehingga membuat Anda dan pasangan menghindari keintiman, ini adalah saatnya menghadapi kenyataan. Paksakan diri untuk membahas masalah tersebut. Hadapi masalah itu dengan tidak saling menyalahkan. Ketika kondisi ini terjadi, tidak ada pihak yang benar ataupun salah. Pihak yang mencoba membahas isu ini bukan berarti juga dia sudah tidak tahan dan sangat ingin seks.
2. Realistis
Dalam pernikahan, kompromi adalah hal yang harus selalu dilakukan sampai kapanpun. Kompromi dalam hal seks pun harus dilakoni. Pihak yang merasa sudah sangat bergairah akan senang hati meluangkan waktunya bercinta. Sementara pihak yang merasa tidak terlalu bergairah, juga memutuskan mau melakukan seks di saat yang dia merasa ingin melakukannya.
Sebelum bercinta, katakan hal apa yang ingin dilakukan seperti apa yang paling disukai dan tidak disukai. Fokuslah pada hal positif ketimbang negatif. Ingat kembali kapan Anda dan suami mengalami seks terhebat. Ingat apa yang saat itu menjadikan momen tersebut luar biasa.
Jangan langsung berharap masalah terselesaikan dalam semalam. Setelah saling bicara jujur, pasangan akan merasa lega dan segala sesuatunya sudah teratasi hanya dengan bicara. Anda dan suami sudah melalui hal terberat yaitu mengakui adanya masalah. Tapi masih ada sedikit cara yang harus dilakukan sebelum sampai ke tujuan yaitu bercinta.
3. Jadwalkan Seks
Atur waktu untuk bercinta. Buat jadwal kapan Anda dan pasangan ingin melakukannya. Sebaiknya jangan menunggu atau berharap seks akan terjadi begitu saja tanpa direncanakan. Sama seperti ketika Anda ingin makan di restoran terbaik di kota ini, jika tidak merencanakan atau booking terlebih dulu, mungkinkah hal tersebut bisa terwujud? Jadi sama dengan seks, tidak ada salahnya membuat rencana untuk mendapatkan yang terbaik.
4. Jangan Ditunda
Ketika keinginan bercinta itu muncul, jangan hanya dipendam, tapi wujudkan sesegara mungkin. Menurut Tracey, sebuah penelitian menyebutkan semakin lama Anda mewujudkan sebuah ide yang muncul, semakin mungkin juga Anda kehilangan motivasi untuk merealisasikannya.
5. Mulai Lebih Dulu
Tak perlu takut dianggap terlalu agresif untuk berinisiatif dalam hal seks. Dengan memulai lebih dulu, secara alami Anda akan merasa lebih powerful dan seks. Apalagi jika biasanya pasangan yang lebih sering mengajak bercinta.
6. Coba Hal Baru
Pasangan yang sudah lama bersama telah memahami satu sama lain, termasuk soal seks. Anda dan suami sudah tahu apa saja yang bisa membuat satu sama lain bergairah. Ini tentunya bisa jadi membosankan dan tak ada lagi 'gairah' untuk mengeksplor hal baru. Jadi agar kehidupan seks lebih memuaskan cobalah sesuatu yang baru, yang belum diketahui baik Anda maupun suami.
(eny/eny)
Pakar seks Tracey Cox dalam buku terbarunya 'What Happens When Fantasies Come True' memberikan tips bagaimana agar kehidupan seks kembali normal seperti dulu, meskipun pada awalnya Anda dan pasangan enggan membahas masalah ini. Berikut ini tips dari Tracey:
1. Bicara
Jika memang ada isu yang belum selesai sehingga membuat Anda dan pasangan menghindari keintiman, ini adalah saatnya menghadapi kenyataan. Paksakan diri untuk membahas masalah tersebut. Hadapi masalah itu dengan tidak saling menyalahkan. Ketika kondisi ini terjadi, tidak ada pihak yang benar ataupun salah. Pihak yang mencoba membahas isu ini bukan berarti juga dia sudah tidak tahan dan sangat ingin seks.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pernikahan, kompromi adalah hal yang harus selalu dilakukan sampai kapanpun. Kompromi dalam hal seks pun harus dilakoni. Pihak yang merasa sudah sangat bergairah akan senang hati meluangkan waktunya bercinta. Sementara pihak yang merasa tidak terlalu bergairah, juga memutuskan mau melakukan seks di saat yang dia merasa ingin melakukannya.
Sebelum bercinta, katakan hal apa yang ingin dilakukan seperti apa yang paling disukai dan tidak disukai. Fokuslah pada hal positif ketimbang negatif. Ingat kembali kapan Anda dan suami mengalami seks terhebat. Ingat apa yang saat itu menjadikan momen tersebut luar biasa.
Jangan langsung berharap masalah terselesaikan dalam semalam. Setelah saling bicara jujur, pasangan akan merasa lega dan segala sesuatunya sudah teratasi hanya dengan bicara. Anda dan suami sudah melalui hal terberat yaitu mengakui adanya masalah. Tapi masih ada sedikit cara yang harus dilakukan sebelum sampai ke tujuan yaitu bercinta.
3. Jadwalkan Seks
Atur waktu untuk bercinta. Buat jadwal kapan Anda dan pasangan ingin melakukannya. Sebaiknya jangan menunggu atau berharap seks akan terjadi begitu saja tanpa direncanakan. Sama seperti ketika Anda ingin makan di restoran terbaik di kota ini, jika tidak merencanakan atau booking terlebih dulu, mungkinkah hal tersebut bisa terwujud? Jadi sama dengan seks, tidak ada salahnya membuat rencana untuk mendapatkan yang terbaik.
4. Jangan Ditunda
Ketika keinginan bercinta itu muncul, jangan hanya dipendam, tapi wujudkan sesegara mungkin. Menurut Tracey, sebuah penelitian menyebutkan semakin lama Anda mewujudkan sebuah ide yang muncul, semakin mungkin juga Anda kehilangan motivasi untuk merealisasikannya.
5. Mulai Lebih Dulu
Tak perlu takut dianggap terlalu agresif untuk berinisiatif dalam hal seks. Dengan memulai lebih dulu, secara alami Anda akan merasa lebih powerful dan seks. Apalagi jika biasanya pasangan yang lebih sering mengajak bercinta.
6. Coba Hal Baru
Pasangan yang sudah lama bersama telah memahami satu sama lain, termasuk soal seks. Anda dan suami sudah tahu apa saja yang bisa membuat satu sama lain bergairah. Ini tentunya bisa jadi membosankan dan tak ada lagi 'gairah' untuk mengeksplor hal baru. Jadi agar kehidupan seks lebih memuaskan cobalah sesuatu yang baru, yang belum diketahui baik Anda maupun suami.
(eny/eny)











































