Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

9 Mitos Seputar Seks yang Paling Sering Dipercaya

wolipop
Kamis, 14 Feb 2013 11:57 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

1. Pasangan Harus Sama-sama Mood agar Bisa Bercinta

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, banyak hal yang bisa membuat mood bercinta hilang. Menemukan waktu yang tepat saat Anda dan pasangan sama-sama mood tentu tidak mudah. Jadi ketimbang menunggu mood tersebut, lakukan saja kapanpun Anda dan pasangan inginkan. Kalaupun salah satu pasangan tidak merasa benar-benar mood, pasangannya masih bisa menunjukkan rasa sayang melalui pelukan.

2. Seks Berkualitas = Seks yang Spontan

Hasrat untuk bercinta terkadang muncul begitu saja, namun tidak selamanya seks seperti itu mencerminkan kehidupan seks yang baik. Membuat jadwal bercinta menunjukkan suatu komitmen dan dapat mengantisipasi jika sesuatu hal terjadi. Buatlah jadwal untuk bermesraan tapi tidak harus selalu untuk seks.

3. Seks yang Sehat Harus Dilakukan Minimal 3x Seminggu

Seks yang rutin memang bisa melanggengkan hubungan, tapi jangan terlalu terpaku dengan hal itu. Yang paling penting adalah kepuasan masing-masing pasangan ketika bercinta. Ada banyak hal yang memicu kehidupan seksual yang sehat tanpa harus melakukan seks, seperti bermanja, berpegangan tangan, berpelukan dan berciuman secara spontan.

4. Lebih Lama, Seks Akan Semakin Nikmat

Jangan pernah menganggap seks harus sempurna dan sama untuk setiap pasangan. Pikirkan cara-cara yang menurut Anda berdua paling ideal dan memungkinkan. Asal dijalankan secara sehat dan benar, seks pun bisa dinikmati kapan saja, di mana saja dan berapapun lamanya.

5. Testosteron Hormon Paling Penting untuk Libido

Meskipun testosteron sangat penting untuk libido dan fungsi seksual pada pria dan wanita, hormon lain memainkan peranan juga. Seperti dikutip dari Times of India, estrogen juga sama pentingnya karena dapat membantu meningkatkan gairah bercinta baik wanita maupun pria.

6. Seks Bukan Hal Utama Bagi Pasangan Paruh Baya

Menurut seksolog Dr. Barry Buffman seperti dilansir The Fox News, seks justru merupakan kegiatan yang penting di usia senja. Namun tentu saja kualitas serta kuantitas seks di usia senja tak sama ketika Anda berada di usia produktif. Segala sesuatunya butuh penyesuaian. Buffman juga menyarankan para pasangan di usia senja untuk berkonsultasi dulu pada ahlinya sebelum melakukan hubungan seksual.

7. Ukuran Mr. Happy Pengaruhi Kenikmatan

Ukuran alat genital seringkali disebut-sebut sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi kenikmatan bercinta. Namun menurut Buffman, mitos itu tak selamanya benar. Yang terpenting adalah bagaimana pasangan mengenali tubuhnya dengan baik, sehingga dapat memilih gaya bercinta apa yang paling tepat bagi mereka.

8. Nafsu Seks Pria Lebih Besar Ketimbang Wanita

Hal itu tak sepenuhnya benar. Wanita pun memiliki hasrat seksual yang sama dengan pria. Sebaliknya, pria juga bisa kehilangan hasrat seksualnya karena alasan yang sama dengan wanita. Misalnya stres, keletihan, kurang percaya diri, depresi atau pengobatan medis.

9. Orgasme Penentu Kepuasan Seks

Orgasme adalah salah satu titik klimaks yang menyenangkan saat melakukan hubungan seks. Namun bagi wanita, orgasme bukan segala-galanya. Kebanyakan wanita justru lebih menikmati proses foreplay dibanding penetrasi. Jadi Orgasme tak selalu dapat menyenangkan wanita.
(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads