Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus

Gagal Bercinta di Malam Pertama, Miss V Pun Perlu Dibotoks

Eny Kartikawati - wolipop
Jumat, 01 Jun 2012 13:03 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Pengalaman traumatis bisa membuat seorang wanita gagal bercinta dengan suaminya di malam pengantin mereka. Bahkan ada seorang wanita yang sampai Miss V nya perlu dibotoks pasca tak bisa berhubungan dengan pasangannya.

Malam pertama seharusnya jadi pengalaman yang tak terlupakan. Namun terkadang ada beberapa hal yang mengagalkan momen tersebut. Ada banyak sebab momen bercinta di malam pertama jadi tidak menyenangkan. Salah satunya adalah karena pengalaman traumatis.

Menurut dokter kandungan yang juga seksolog, dr. Prima Progestian, pengalaman traumatis ini bisa membuat wanita takut untuk bercinta di malam pengantin. Pengalaman traumatis ini misalnya karena pernah menjadi korban perkosaan, terancam diperkosa atau incest.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Proses traumatik ini bisa menimbulkan rasa takut, harus diterapi dulu," jelas dokter yang berpraktek di Brawijaya Women and Children Hospital dan RS Muhammadiyah itu saat berbincang dengan wolipop Kamis (31/5/2012).

Pengalaman traumatik bisa membuat seseorang membentengi diri, sehingga secara otomatis tubuhnya pun menolak untuk bercinta. Mereka yang pernah trauma jadi melindungi dirinya karena khawatir kembali merasakan sakit.

"Mereka melakukan defense secara tidak sadar. Akhirnya mengetatkan kaki, vaginanya kencang. Ini mengganggu proses hubungan, bisa menggagalkan hubungan seksual itu," tutur dr. Prima.

Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini pernah memiliki pasien yang mengalami trauma ini. "Sampai perlu dibotoks karena pernah mendapat kekerasan seksual. Dia traumatik sekali. Dibotoks supaya ototnya lemas," ujarnya.

Orang-orang yang punya pengalaman traumatik ini perlu mendapat terapi. "Harus menjalani psikoterapi, proses relaksasasi, hypnotherapy untuk mengatasi rasa takut dia," tandas dr. Prima.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads