Ibu yang Stres Bisa Terkena Sindrom Mendadak Lupa Pada Bayi
Eny Kartikawati - wolipop
Selasa, 13 Mar 2012 18:46 WIB
Jakarta
-
Adakah ibu yang mendadak lupa pada anaknya? Kalau dipikir rasanya tidak mungkin. Tapi hal ini mungkin terjadi pada para ibu yang stres dan mengalami Forgotten Baby Syndrome.
Seperti dikutip dari Daily Mail, sindrom tersebut banyak terjadi pada ibu di Amerika Serikat. Setidaknya ada 600 kasus ibu melupakan bayinya sejak 1990. Di Inggris, meski belum ada yang sampai berakibat fatal, cukup banyak ibu mengalami sindrom itu.
Emma Taylor asal Buckinghamshire salah satunya. Emma yang bekerja di bidang mencari tenaga kerja menikah dengan Tom, seorang produser televisi. Keduanya memiliki seorang putra, Josh, yang berusia tiga tahun.
Kejadian lupa pada anaknya itu terjadi ketika Tom dan Emma menikah. Keduanya memang sudah memiliki seorang anak, sebelum naik pelaminan.
"Aku asyik bicara dengan pengantin priaku dan masuk ke dalam mobil. Begitu kami tiba di gereja, sekitar 10 mil dari rumah, tiba-tiba aku langsung merasa deg-degan. Aku melupakan Josh. Aku langsung diserang panik," tuturnya.
Emma bingung kenapa bisa melupakan anaknya. Memang pada hari itu, pikirannya dipenuhi tentang pernikahannya. "Tapi tetap saja aku tidak bisa mengerti, kenapa aku lupa padanya," ujarnya.
Emma pun kemudian langsung meminta supir mobilnya kembali ke rumah. Selama perjalanan berbagai pikiran buruk melintas di benaknya. Untungnya ketika tiba di rumah, dia menemukan Josh sedang duduk tenang di lantai ruang tamu, memakan roti.
Seorang ibu lainnya bernama Dr Karen Murphy asal Virginia, Amerika Serikat, tidak seberuntung Emma. Karen merupakan ibu dari tiga anak, Emily (11 tahun), Abigail (9 tahun) dan Ryan (2 tahun). Hidupnya berjalan cukup baik hingga sebuah kejadian mengerikan terjadi pada 17 Juni 2011 lalu.
Karen yang memiliki klinik dokter hewan, mengemudi ke kantornya dan berencana menitipkan Ryan di tempat penitipan anak. Pada pukul 16.00, dia pulang ke rumah. Dia tiba-tiba mendapat telepon bernada panik dari suaminya, Mark. Dia berniat menjemput sang putra, tapi ternyata anaknya tidak ada di sana.
Dalam pembicaraan dengan suaminya itu, Karen merasa dunia tiba-tiba runtuh. Dia menyadari telah melakukan satu hal yang selama ini tak pernah terbayang dalam otaknya. Wanita 40 tahun itu pun bergegas lari ke mobil dan menemukan anak tercintanya masih berada di kursi belakang.
Karen yang selama ini dikenal sebagai ibu yang baik dan penyayang, lupa untuk menurunkannya ke tempat penitipan anak. Ryan tertinggal di dalam mobil yang panas selama lebih dari tujuh jam. Bocah malang itu pun meninggal karena kepanasan. Gara-gara itu, Karen kini sedang menjalani sidang atas tuduhan pembunuhan dan kelalaian pada anak. Jika terbukti bersalah, dia bisa terancam penjara maksimum 40 tahun.
Karen sendiri kini merasa hidupnya sangat tersiksa. Tidak sengaja membuat anaknya meninggal sudah menjadi hukuman berat baginya ketimbang hukuman apapun yang akan diterimanya nanti kalau ia dinyatakan bersalah.
Apa yang dialami Karen dan Emma tersebut bisa terjadi pada siapapun. Seorang ibu yang sibuk dengan berbagai hal, pada satu waktu, akan melupakan suatu hal yang penting, entah itu ulang tahun, janji makan, dan lain-lain. Hingga melupakan anak juga? Tentu hal tersebut memang di luar pemikiran logis. Tapi memang kini masalah itu terjadi makin sering.
David Diamond, seorang ilmuwan asal University of South Florida dan konsultan sebuah rumah sakit di Tampa mencoba memberikan penjelasan ilmiah kenapa seorang ibu bisa mendadak melupakan anaknya. Dalam penelitiannya ia melihat, dalam beberapa kondisi tertentu, bagian penting dari otak, tiba-tiba bisa menjadi tidak berfungsi.
Apa yang menyebabkan hal itu terjadi? Berdasarkan penelitian Diamond, stres atau hal-hal tak terduga lainnya, bisa melemahkan fungsi otak tepatnya area basal ganglia. "Hal-hal yang menjadi penyebabnya adalah stres, emosi, kurang tidur dan perubahan rutinitas, di mana basal ganglia berusaha melakukan hal yang biasa dilakukan dan pikiran yang sadar jadi terlalu lemah untuk menolak. Sama seperti program komputer, kecuali memori itu di-restrat, misalnya tiba-tiba anak menangis atau tiba-tiba ada orang yang mengingatkan," urainya pada Washington Post.
(eny/eny)
Seperti dikutip dari Daily Mail, sindrom tersebut banyak terjadi pada ibu di Amerika Serikat. Setidaknya ada 600 kasus ibu melupakan bayinya sejak 1990. Di Inggris, meski belum ada yang sampai berakibat fatal, cukup banyak ibu mengalami sindrom itu.
Emma Taylor asal Buckinghamshire salah satunya. Emma yang bekerja di bidang mencari tenaga kerja menikah dengan Tom, seorang produser televisi. Keduanya memiliki seorang putra, Josh, yang berusia tiga tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku asyik bicara dengan pengantin priaku dan masuk ke dalam mobil. Begitu kami tiba di gereja, sekitar 10 mil dari rumah, tiba-tiba aku langsung merasa deg-degan. Aku melupakan Josh. Aku langsung diserang panik," tuturnya.
Emma bingung kenapa bisa melupakan anaknya. Memang pada hari itu, pikirannya dipenuhi tentang pernikahannya. "Tapi tetap saja aku tidak bisa mengerti, kenapa aku lupa padanya," ujarnya.
Emma pun kemudian langsung meminta supir mobilnya kembali ke rumah. Selama perjalanan berbagai pikiran buruk melintas di benaknya. Untungnya ketika tiba di rumah, dia menemukan Josh sedang duduk tenang di lantai ruang tamu, memakan roti.
Seorang ibu lainnya bernama Dr Karen Murphy asal Virginia, Amerika Serikat, tidak seberuntung Emma. Karen merupakan ibu dari tiga anak, Emily (11 tahun), Abigail (9 tahun) dan Ryan (2 tahun). Hidupnya berjalan cukup baik hingga sebuah kejadian mengerikan terjadi pada 17 Juni 2011 lalu.
Karen yang memiliki klinik dokter hewan, mengemudi ke kantornya dan berencana menitipkan Ryan di tempat penitipan anak. Pada pukul 16.00, dia pulang ke rumah. Dia tiba-tiba mendapat telepon bernada panik dari suaminya, Mark. Dia berniat menjemput sang putra, tapi ternyata anaknya tidak ada di sana.
Dalam pembicaraan dengan suaminya itu, Karen merasa dunia tiba-tiba runtuh. Dia menyadari telah melakukan satu hal yang selama ini tak pernah terbayang dalam otaknya. Wanita 40 tahun itu pun bergegas lari ke mobil dan menemukan anak tercintanya masih berada di kursi belakang.
Karen yang selama ini dikenal sebagai ibu yang baik dan penyayang, lupa untuk menurunkannya ke tempat penitipan anak. Ryan tertinggal di dalam mobil yang panas selama lebih dari tujuh jam. Bocah malang itu pun meninggal karena kepanasan. Gara-gara itu, Karen kini sedang menjalani sidang atas tuduhan pembunuhan dan kelalaian pada anak. Jika terbukti bersalah, dia bisa terancam penjara maksimum 40 tahun.
Karen sendiri kini merasa hidupnya sangat tersiksa. Tidak sengaja membuat anaknya meninggal sudah menjadi hukuman berat baginya ketimbang hukuman apapun yang akan diterimanya nanti kalau ia dinyatakan bersalah.
Apa yang dialami Karen dan Emma tersebut bisa terjadi pada siapapun. Seorang ibu yang sibuk dengan berbagai hal, pada satu waktu, akan melupakan suatu hal yang penting, entah itu ulang tahun, janji makan, dan lain-lain. Hingga melupakan anak juga? Tentu hal tersebut memang di luar pemikiran logis. Tapi memang kini masalah itu terjadi makin sering.
David Diamond, seorang ilmuwan asal University of South Florida dan konsultan sebuah rumah sakit di Tampa mencoba memberikan penjelasan ilmiah kenapa seorang ibu bisa mendadak melupakan anaknya. Dalam penelitiannya ia melihat, dalam beberapa kondisi tertentu, bagian penting dari otak, tiba-tiba bisa menjadi tidak berfungsi.
Apa yang menyebabkan hal itu terjadi? Berdasarkan penelitian Diamond, stres atau hal-hal tak terduga lainnya, bisa melemahkan fungsi otak tepatnya area basal ganglia. "Hal-hal yang menjadi penyebabnya adalah stres, emosi, kurang tidur dan perubahan rutinitas, di mana basal ganglia berusaha melakukan hal yang biasa dilakukan dan pikiran yang sadar jadi terlalu lemah untuk menolak. Sama seperti program komputer, kecuali memori itu di-restrat, misalnya tiba-tiba anak menangis atau tiba-tiba ada orang yang mengingatkan," urainya pada Washington Post.
(eny/eny)











































