Yuk, Mengenal 3 Metode Kontrasepsi & Risikonya
wolipop
Kamis, 04 Agu 2011 18:41 WIB
Jakarta
-
Ada berbagai cara untuk menunda kehamilan. Namun cara yang paling aman adalah dengan metode kontrasepsi. Kenali 3 jenis metodenya, sebelum Anda menjatuhkan pilihan.
Konsultan seks wolipop, dr. Vanda Mustika menjelaskan ada tiga jenis metode kontrasepsi yaitu alamiah, mekanik dan hormonal. Pada kontrasepsi yang sifatnya alamiah misalnya, metodenya adalah pantang berkala (sistem kalender) dan ejakulasi di luar vagina.
Kedua metode kontrasepsi alamiah itu memiliki risiko yang paling besar untuk terjadinya kehamilan. Namun jika memang Anda tidak mau memakai metode kontrasepsi lain yang kemungkinan ada efek sampingnya, kontrasepsi alami ini bisa jadi pilihan tepat.
Metode kontrasepsi yang kedua adalah mekanik. Untuk metode ini contohanya adalah kondom atau sprial. Metode kontrasepsi mekanik memiliki risiko terjadinya kehamilan yang lebih kecil jika digunakan dengan tepat.
Metode tersebut juga memiliki efek samping. Beberapa wanita yang memakai spiral merasakan nyeri setelah alat tersebut dipasang dan saat haid darah yang keluar pun cukup banyak.
Kontrasepsi hormonal adalah metode yang ketiga. Metode kontrasepsi ini misalnya adalah suntikan, pil dan implan.
"Kontrasepsi hormonal bekerja dengan mengubah kadar hormon tubuh sehingga tidak terjadi ovulasi atau keluarnya sel telur dan tidak terjadi kehamilan," jelas dr. Vanda.
Oleh karena kontrasepsi ini bersifat hormonal sedangkan kadar hormon tidak sama pada setiap penggunanya, maka efek dari kontrasepsi ini sangat bervariasi untuk setiap individu. Selain itu efek samping dari hormon yang dimasukkan ke dalam tubuh juga bervariasi, ada yang mengeluhkan sakit kepala, keluar flek perdarahan, siklus menstruasi yang tidak teratur, penurunan libido (gairah seksual), timbul bercak kehitaman pada wajah, mual, dan sebagainya.
Keluhan ini tidak sama pada setiap penggunanya, bahkan ada yang sama sekali tidak memiliki keluhan. Kontrasepsi hormonal ini juga memengaruhi metabolisme karbohidrat dan lemak dalam tubuh. Normalnya seorang pengguna kontrasepsi hormonal terutama suntik progesteron mengalami peningkatan berat badan, namun peningkatan berat badan ini biasanya hanya dua kilogram per tahunnya.
Setiap metode kontrasepsi memiliki efek samping dan risiko kegagalan yang berbeda-beda, dan bersifat sangat individual. Dokter Vanda menyarankan, sebaiknya Anda berkonsultasi langsung dengan dokter atau bidan untuk mendapatkan metode kontrasepsi yang aman dan memberikan efek samping yang paling sedikit.
(eny/hst)
Konsultan seks wolipop, dr. Vanda Mustika menjelaskan ada tiga jenis metode kontrasepsi yaitu alamiah, mekanik dan hormonal. Pada kontrasepsi yang sifatnya alamiah misalnya, metodenya adalah pantang berkala (sistem kalender) dan ejakulasi di luar vagina.
Kedua metode kontrasepsi alamiah itu memiliki risiko yang paling besar untuk terjadinya kehamilan. Namun jika memang Anda tidak mau memakai metode kontrasepsi lain yang kemungkinan ada efek sampingnya, kontrasepsi alami ini bisa jadi pilihan tepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Metode tersebut juga memiliki efek samping. Beberapa wanita yang memakai spiral merasakan nyeri setelah alat tersebut dipasang dan saat haid darah yang keluar pun cukup banyak.
Kontrasepsi hormonal adalah metode yang ketiga. Metode kontrasepsi ini misalnya adalah suntikan, pil dan implan.
"Kontrasepsi hormonal bekerja dengan mengubah kadar hormon tubuh sehingga tidak terjadi ovulasi atau keluarnya sel telur dan tidak terjadi kehamilan," jelas dr. Vanda.
Oleh karena kontrasepsi ini bersifat hormonal sedangkan kadar hormon tidak sama pada setiap penggunanya, maka efek dari kontrasepsi ini sangat bervariasi untuk setiap individu. Selain itu efek samping dari hormon yang dimasukkan ke dalam tubuh juga bervariasi, ada yang mengeluhkan sakit kepala, keluar flek perdarahan, siklus menstruasi yang tidak teratur, penurunan libido (gairah seksual), timbul bercak kehitaman pada wajah, mual, dan sebagainya.
Keluhan ini tidak sama pada setiap penggunanya, bahkan ada yang sama sekali tidak memiliki keluhan. Kontrasepsi hormonal ini juga memengaruhi metabolisme karbohidrat dan lemak dalam tubuh. Normalnya seorang pengguna kontrasepsi hormonal terutama suntik progesteron mengalami peningkatan berat badan, namun peningkatan berat badan ini biasanya hanya dua kilogram per tahunnya.
Setiap metode kontrasepsi memiliki efek samping dan risiko kegagalan yang berbeda-beda, dan bersifat sangat individual. Dokter Vanda menyarankan, sebaiknya Anda berkonsultasi langsung dengan dokter atau bidan untuk mendapatkan metode kontrasepsi yang aman dan memberikan efek samping yang paling sedikit.
(eny/hst)
Perawatan dan Kecantikan
Kulit Lebih Fresh dalam 15 Menit, Rahasia Glow Alami dengan SKINFOOD Food Mask!
Perawatan dan Kecantikan
Rahasia Kulit Bebas Jerawat Saat Lebaran dengan Numbuzin No.1 Pantothenic B5 Active Soothing Cream, Skincare Favorit dari Korea!
Elektronik & Gadget
Lari, Gowes, atau Workout? Tetap Dengar Sekitar dengan JOVITECH Wireless BC61 Bone Conduction Runfree Earphone!
Perawatan dan Kecantikan
Review Cushion Lokal Favorit untuk Makeup Lebaran yang Flawless dan Tahan Seharian!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Bukan Malam Hari, Ini Waktu Terbaik untuk Bercinta Menurut Pakar
Survei Ungkap 3 Posisi Bercinta Favorit Milenial, Didominasi Gaya Klasik
6 Seafood yang Bisa Tingkatkan Performa Seks Pria Jika Rutin Dikonsumsi
Studi: Rutin Bercinta 2 Kali Seminggu Kurangi Risiko Sakit Jantung pada Pria
Dokter Ungkap Rahasia Agar PD Saat Bercinta: Rawat Area Intim Ini
Most Popular
1
Gaya Effortless Sherina Munaf di Acara One Piece Live Action, Banjir Pujian
2
Pramugari Ungkap Kelakuan Miliuner di Superyacht: Cincin Kawin Hanya Dekorasi
3
Gaya Fuji & Felicya Angelista Kompak Tampil Bak Artis Bollywood Pakai Lehenga
4
Potret Gaya Paula Verhoeven Bercadar Saat Umrah di Bulan Ramadhan
5
Wajah Aktris Cantik Ini Terbakar Gara-gara Tren Tiup Kue Ulang Tahun TikTok
MOST COMMENTED











































