Waspadai Pendarahan Tiada Henti Pasca Malam Pertama
wolipop
Kamis, 30 Sep 2010 18:26 WIB
Jakarta
-
Nyeri dan pendarahan saat bercinta pada malam pertama disebabkan oleh robeknya selaput dara (hymen) karena renggangan dari masuknya mr. Happy ke dalam miss V. Hymen terletak di mulut miss V, berupa selaput melingkar yang menutupi sebagian jalan masuk ke dalam miss V. Bentuk hymen sangat bervariasi untuk setiap orang.
Hymen tidak memiliki elastisitas seperti yang dimiliki miss V, sehingga saat merenggang selaput tersebut menjadi robek dan pada sebagian orang menyebabkan pendarahan. Rasa nyeri yang timbul biasanya disebabkan oleh robekan hymen tersebut.
Biasanya pendarahan hanya dirasakan saat pertama kali bercinta. Namun jika pendarahan terus berlangsung selama beberapa hari, mungkin saja Anda memiliki selaput dara yang tebal.
Yang perlu Anda khawatirkan adalah jika adanya pendarahan dan rasa nyeri saat bercinta yang terjadi lebih dari sebulan. Menurut dr. Vanda Mustika, konsultan seks wolipop, hal ini bisa dikarenakan adanya indikasi timbulnya polip atau benjolan yang mengalami perdarahan saat bercinta.
Jika Anda termasuk orang yang mengalami pendarahan terus menerus, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter kandungan. Hal ini untuk memastikan agar tidak ada hal yang mengkhawatirkan yang perlu diambil tindakan selanjutnya.
(eya/eya)
Hymen tidak memiliki elastisitas seperti yang dimiliki miss V, sehingga saat merenggang selaput tersebut menjadi robek dan pada sebagian orang menyebabkan pendarahan. Rasa nyeri yang timbul biasanya disebabkan oleh robekan hymen tersebut.
Biasanya pendarahan hanya dirasakan saat pertama kali bercinta. Namun jika pendarahan terus berlangsung selama beberapa hari, mungkin saja Anda memiliki selaput dara yang tebal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika Anda termasuk orang yang mengalami pendarahan terus menerus, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter kandungan. Hal ini untuk memastikan agar tidak ada hal yang mengkhawatirkan yang perlu diambil tindakan selanjutnya.
(eya/eya)











































