Pemicu Disfungsi Seksual Pada Wanita
wolipop
Rabu, 09 Jun 2010 18:56 WIB
Jakarta
-
Selama ini sering kita mendengar masalah disfungsi seksual yang terjadi pada laki-laki. Ternyata, disfungsi seksual juga bisa terjadi pada wanita.
Bagaikan mimpi buruk, disfungsi seksual bisa mengurangi intensitas salah satu kegiatan favorit Anda, yakni bercinta. Salah satu penyebab disfungsi seksual pada wanita adalah pemakaian alat kontrasepsi.
Sebuah studi oleh Journal of Sexual Medicine mengatakan bahwa faktor penyebab terjadinya disfungsi seksual pada wanita, bisa jadi alat kontrasepsi baik hormonal dan non-hormonal. Hanya saja alat kontrasepsi non-hormonal seperti kondom menunjukkan tanda-tanda yang kecil.
Studi tersebut melibatkan lebih dari seribu wanita sebagai objeknya dengan berbagai macam latar belakang dan tentunya yang aktif berhubungan seks. Untuk menganalisa dampak dari alat kontrasepsi, para objek menggunakan alat kontrasepsi yang berbeda-beda seperti dikutip dari sciencedaily.
Dari lebih seribu partisipan, 32 persen diantaranya mempunyai risiko disfungsi seksual. Risiko yang mengancam diantaranya gangguan hasrat seksual, gangguan gairah seksual, penurunan kadar pelumas alami, masalah orgasme, masalah kepuasan dan rasa sakit saat bercinta.
Setelah mereka dibagi dalam beberapa grup, ternyata wanita yang paling sedikit mengalami risiko disfungsi seksual adalah mereka yang menggunakan alat kontrasepsi non hormonal seperti kondom dan diikuti oleh mereka yang tidak memakai alat kontrasepsi. Mereka yang mengalami risiko paling tinggi adalah mereka yang menggunakan alat kontrasepsi hormonal seperti pil KB.
(af1/fer)
Bagaikan mimpi buruk, disfungsi seksual bisa mengurangi intensitas salah satu kegiatan favorit Anda, yakni bercinta. Salah satu penyebab disfungsi seksual pada wanita adalah pemakaian alat kontrasepsi.
Sebuah studi oleh Journal of Sexual Medicine mengatakan bahwa faktor penyebab terjadinya disfungsi seksual pada wanita, bisa jadi alat kontrasepsi baik hormonal dan non-hormonal. Hanya saja alat kontrasepsi non-hormonal seperti kondom menunjukkan tanda-tanda yang kecil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari lebih seribu partisipan, 32 persen diantaranya mempunyai risiko disfungsi seksual. Risiko yang mengancam diantaranya gangguan hasrat seksual, gangguan gairah seksual, penurunan kadar pelumas alami, masalah orgasme, masalah kepuasan dan rasa sakit saat bercinta.
Setelah mereka dibagi dalam beberapa grup, ternyata wanita yang paling sedikit mengalami risiko disfungsi seksual adalah mereka yang menggunakan alat kontrasepsi non hormonal seperti kondom dan diikuti oleh mereka yang tidak memakai alat kontrasepsi. Mereka yang mengalami risiko paling tinggi adalah mereka yang menggunakan alat kontrasepsi hormonal seperti pil KB.
(af1/fer)
Perawatan dan Kecantikan
Bibir Juicy Seharian! Produk Baru Laneige JuicePop Lip Tint yang Bikin Tampilan Fresh Tanpa Ribet yang Wajib Kamu punya!
Kesehatan
Kelihatan Bersih Belum Tentu Higienis! Ini Senjata Rahasia Anti Kuman yang Wajib Kamu Punya
Perawatan dan Kecantikan
Rahasia Pipi Merona Natural: 3CE vs MOP, Blush Mana yang Paling Cocok Buat Kamu?
Perawatan dan Kecantikan
Review Parfum Viral yang Bikin Nagih dengan Wangi Manis Playful dan Elegan Floral!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Bukan Malam Hari, Ini Waktu Terbaik untuk Bercinta Menurut Pakar
Survei Ungkap 3 Posisi Bercinta Favorit Milenial, Didominasi Gaya Klasik
6 Seafood yang Bisa Tingkatkan Performa Seks Pria Jika Rutin Dikonsumsi
Studi: Rutin Bercinta 2 Kali Seminggu Kurangi Risiko Sakit Jantung pada Pria
Dokter Ungkap Rahasia Agar PD Saat Bercinta: Rawat Area Intim Ini
Most Popular
1
Viral Kisah Pilu Pengantin Baru: Istri Hilang Ingatan Setelah 3 Bulan Menikah
2
Foto Dilraba Dilmurat Jadi Hantu dalam Drama Terbaru 'Love Beyond the Grave'
3
Viral Wajah Angelina Jolie Disebut Berbeda di Shanghai, Muncul Dugaan Kloning
4
Faktanya Kulit Leher Lebih Cepat Kendur Dibanding Wajah, Ini Cara Merawatnya
5
Sinopsis American Assassin di Bioskop Trans TV Hari Ini
MOST COMMENTED











































