Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

1000 Balita Kini Kembali Tersenyum

wolipop
Jumat, 31 Jul 2009 07:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Jakarta - Tawa anak-anak selalu membawa keriangan sampai ke dalam hati. Matanya bening. Binarnya indah menyapu letih. Tak ada yang lebih membahagiakan daripada melihat anak kecil  berceloteh riang dan tertawa bahagia.

Dimana  pun anak-anak balita punya  tingkah laku yang sama, selalu  memberikan respons yang asertif, lucu , menantang, dan punya sifat ingin tahu. Anak balita juga suka menyanyi,  energik, banyak mengoceh, suka mengamati, dan  tidak pernah terduga.

Karena pada saat itu, anak-anak menampung semua yang berada di sekeliling mereka. Semua yang ada dalam lingkungan mereka ditangkap melalui panca indera. Pada saat itu mereka memiliki kemampuan penangkapan yang jauh lebih besar daripada orang dewasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena itu,  di usia balita ini anak perlu mendapat arahan yang tepat. Stimulus yang tepat dan variatif agar potensi mereka bisa berkembang maksimal. Stimulus pada anak memang bisa dilakukan sendiri oleh orang tua maupun anggota keluarga lainnya. Namun banyak ahli psikologi perkembangan anak yang menilai stimulus  dari orang tua dan keluarga tidaklah cukup  untuk mengoptimalkan kecerdasan seorang anak. Lingkungan terutama lingkungan sebaya dengan anak justru amat dibutuhkan.

Di PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) anak diberikan peluang agar mereka bisa mendapatkan stimulus lebih variatif. Di PAUD, anak tidak hanya belajar hal-hal yang persona seperti kemampuan mengekspresikan diri, ketrampilan motorik, tetapi juga belajar bersosialisasi dengan teman sebayanya dengan gurunya dan orang-orang yang terlibat dalam PAUD. Ini yang membuat anak akan mendapatkan stimulus yang lebih variatif dan beragam

Sayangnya, belum semua orangtua menyadari pentingnya pendidikan untuk anak di usia dini. Hingga akhir 2008, Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD baru sekitar 50,03 persen dari 29,8 juta anak*. Dengan demikian, hampir separuh dari jumlah anak usia dini  yang ada di negeri ini belum memperoleh layanan pendidikan.   
Padahal bila layanan PAUD lebih merata dan bermutu bisa direalisasikan, anak-anak itu akan tumbuh menjadi sumber daya yang amat berharga dalam membangun bangsa ini di masa depan.

P&G merasa terpanggil untuk membantu anak-anak balita Indonesia mendapatkan layanan PAUD yang layak dengan mengadakan program sosial Balita Cerdas.

Dan selama bulan ramadhan P&G akan mengadakan program sosial berskala nasional yaitu “Hemat membawa Rakhmat” Balita Cerdas. Program ini bertujuan mengumpulkan donasi melalui pembelian produk-produk P&G melalui harga special untuk membantu pendidikan anak-anak usia dini. Jadi selain kita bisa mendapatkan produk bermutu dengan harga special, kita juga langsung bisa beramal.

Sekarang maukah kita berbagi dengan mengulurkan tangan untuk membantu anak-anak balita mendapatakan PAUD , demi sumber daya manusia yang berkualitas di masa depan?Untuk keterangan lebih lanjut klik http://balitacerdaspg.blogspot.com (kee/kee)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads