Gairah Seks Turun? Awas Kualitas Hidup Rendah!
wolipop
Kamis, 05 Feb 2009 15:07 WIB
Jakarta
-
Perempuan, saat telah mengalami menopause otomatis gairah seksnya menurun. Namun tahukah Anda kalau penurunan gairah seks itu akan berpengaruh pada kualitas hidup yang rendah?
Hal itu terbukti dari penelitian yang dilakukan di Universitas North Carolina, Amerika Serikat. Penelitian itu mengambil 1.189 perempuan untuk objek penelitiannya.
Tidak semua perempuan 30-70 tahun itu mengalami menopause secara alami. Beberapa dari mereka ada yang mengalami operasi pengangkatan ovum karena penyakit.
Penelitian ini dilakukan tiga bulan setelah perempuan-perempuan tersebut mengalami menopause. Mereka ditanya mengenai kehidupan cinta serta hubungan seksual mereka.
Perempuan menopause alami yang mengalami penurunan hasrat seksual adalah sekitar 6,6 persen. Sedangkan pada perempuan yang bukan menopause alami, angkanya mencapai 12,5 persen atau dua kali lipat.
Parahnya seperti detikhot kutip dari Reuters Health, Kamis (5/2/2009), para perempuan tadi cenderung tak mengalami kepuasan dalam hubungan mereka. Sehingga secara emosional, mereka tidak stabil. Hal itu kemudian berujung pada depresi yang mengakibatkan sakit pada tulang belakang dan gangguan ingatan. Duh!
Oleh karena itu, para peneliti menyimpulkan bahwa penurunan gairah seksual tadi adalah pangkal penurunan kualitas hidup perempuan-perempuan itu.
(kee/kee)
Hal itu terbukti dari penelitian yang dilakukan di Universitas North Carolina, Amerika Serikat. Penelitian itu mengambil 1.189 perempuan untuk objek penelitiannya.
Tidak semua perempuan 30-70 tahun itu mengalami menopause secara alami. Beberapa dari mereka ada yang mengalami operasi pengangkatan ovum karena penyakit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perempuan menopause alami yang mengalami penurunan hasrat seksual adalah sekitar 6,6 persen. Sedangkan pada perempuan yang bukan menopause alami, angkanya mencapai 12,5 persen atau dua kali lipat.
Parahnya seperti detikhot kutip dari Reuters Health, Kamis (5/2/2009), para perempuan tadi cenderung tak mengalami kepuasan dalam hubungan mereka. Sehingga secara emosional, mereka tidak stabil. Hal itu kemudian berujung pada depresi yang mengakibatkan sakit pada tulang belakang dan gangguan ingatan. Duh!
Oleh karena itu, para peneliti menyimpulkan bahwa penurunan gairah seksual tadi adalah pangkal penurunan kualitas hidup perempuan-perempuan itu.
(kee/kee)










































