ADVERTISEMENT

Taliban Penggal Kepala Manekin di Toko Busana, Dianggap Hina Islam

Rahmi Anjani - wolipop Selasa, 04 Jan 2022 12:00 WIB
Kebutuhan jilbab dan busana muslim meningkat di bulan suci Ramadan 1436H. Peminat jilbab pada bulan Ramadan ini datang dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Manekin berjilbab tertata rapi di area busana muslim, di sebuah mal kawasan Jakarta Selatan (23/06/2015). Rengga Sancaya/detikcom. Ilustrasi Manekin Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Taliban masih terus membuat aturan baru di Afghanistan yang dianggap sesuai ajaran Islam. Baru-baru ini kelompok ekstrimis tersebut memerintahkan agar toko-toko busana meniadakan manekin. Para pemiliknya bahkan diminta untuk memenggal kepala boneka itu agar tidak bisa lagi dipakai. Menurut mereka, manekin menghina Islam.

Dilaporkan jika pemilik toko di Provinsi Herat diperintahkan untuk memutus kepala manekin oleh Kementerian Penyebara Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan. Tentu aturan tersebut awalnya ditolak karena dianggap akan mempengaruhi penjualan yang sudah menurun karena kondisi negara. Tapi sayangnya mereka tidak bisa melakukan banyak hal karena video yang viral memperlihatkan Taliban memenggal telah paksa boneka-boneka itu.



Dalam video yang diunggah Natiq Malikzada terlihat pria sedang memotong kepala manekin dengan linggis. Di sekitarnya, terlihat sejumlah potongannya yang berserakan yang menunjukkan mereka berniat memusnahkan semua manekin dalam toko. Dari postingan itu terdengar pula pria yang melakukannya sambil mengucapkan 'Allahu Akbar'.

Hal itu tentu membuat para pemilik toko kewalahan apalagi boneka patung itu harganya tidak murah. "Kepala manekin seharusnya ditutupi bukannya dibuang. Setiap manekin berbiaya $100 (Rp 1,4 juta), $80 (Rp 1,1 jutaan), $70 (Rp 1 jutaan), dan memenggalkan mereka akan jadi sebuah kerugian besar," ujar pemilik toko Abdul Wadood Faiz Zada kepada koran Italia, Repubblica.

"Taliban belum berubah, ada ada pembatasan lagi. Mereka belum mendapat pengakuan internasional tapi jika mereka meraihnya, mereka akan membuat batasan yang lebih ketat lagi," kata Mohammad Yusuf.

Alasan Taliban melarang manekin adalah interpretasi ketat mereka akan ajaran Islam. Dikatakan jika manekin bisa menjadi 'idola'. Mengidolakan sesuatu dianggap sebuah dosa karena mengagumi hal lain selain Allah.

Selain manekin, Taliban baru-baru ini uga telah menetapkan serangkaian aturan ketat lainnnya, seperti melarang wanita bepergian jauh tanpa pendamping pria dan mereka harus pakai burqa dalam perjalanan di mobil. Orang Afghanistan juga tidak diperbolehkan musik di kendaraan dan supir harus sholat ketika waktunya meski sedang bepergian.

(ami/ami)