ADVERTISEMENT

Pilot Militer Wanita Disebut Tewas di Tangan Taliban, Kisah Sedihnya Terungkap

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 22 Des 2021 12:00 WIB
In this Monday, Nov. 21, 2016, photo, Capt. Safia Ferozi, 26, speaks in an interview with the Associated Press after her flight, at the Afghan military airbase in Kabul, Afghanistan. From a childhood as a refugee, Capt. Safia Ferozi is now flying a transport plane for Afghanistan’s air force as the country’s second female pilot, a sign of the efforts to bring more women into the armed forces. (AP Photo/Rahmat Gul) Foto: AP/Rahmat Gul
Jakarta -

Seorang pilot militer asal Afghanistan bernama Safia Ferozi diberitakan ditangkap Taliban. Safia bahkan disebut telah meninggal di tangan kelompok ekstrimis tersebut. Dalam sejumlah foto yang viral di media sosial, wanita itu disebut tewas dirajam atau ditimpuk batu. Baru-baru ini terungkap fakta mengenai keberadaan sang pilot.

Safia Ferozi adalah salah satu dari empat pilot wanita yang pernah bertugas di militer Afghanistan. Belakangan beredar rumor yang menyebut bahwa ia menjadi sasaran Taliban. Foto dan video pun dikatakan menjadi bukti bahwa ia telah dirajam sampai meninggal dalam sebuah kekacauan di Kabul.

Safia FeroziSafia Ferozi Foto: Facebook

Berita mengenai kondisi Safia pun sempat mengejutkan dan mengkhawatirkan publik. Tapi laporan terbaru mengungkap kabar Safia yang sebenarnya. Mantan kapten pesawat tempur itu ternyata masih hidup dan dalam keadaan aman. Dilansir Stars and Stripes, ia telah diselamatkan oleh militer AS di hari yang sama Taliban mengambil alih negara.

Dalam wawancara lewat telepon, Safia mengatakan bahwa ia, suaminya yang juga kapten angkatan udara Afghanistan, dan anak perempuan mereka yang berusia lima tahun telah dikeluarkan dari Afghanistan. Ia diterbangkan ke Qatar di mana wanita 31 tahun tersebut melahirkan anak keduanya di pangkalan militer.

In this Monday, Nov. 21, 2016, photo, Capt. Safia Ferozi, 26, speaks in an interview with the Associated Press after her flight, at the Afghan military airbase in Kabul, Afghanistan. From a childhood as a refugee, Capt. Safia Ferozi is now flying a transport plane for Afghanistan's air force as the country's second female pilot, a sign of the efforts to bring more women into the armed forces. (AP Photo/Rahmat Gul) Foto: AP/Rahmat Gul

Dikatakan jika ia tidak punya akses internet sehingga tidak bisa memberi kabar. Ia juga baru tahu soal video dan foto viral tersebut dari seorang dokter di sebuah rumah sakit. Wanita dalam postingan itu terbukti bukan Safia.

Diakui Safia ia memang sempat mengkhawatirkan keselamatannya. "Aku merasa takut. Jika aku di Afghanistan, aku yakin itu akan terjadi padaku," kata wanita yang menghabiskan tiga bulan di fasilitas militer New Jersey dan berencana untuk menetap di Amerika itu.

Safia Ferozi dan keluarga sebenarnya sudah melarikan diri dari Afghanistan di tahun 90an. Tapi mereka kembali lagi kemudian Safia tertarik dengan iklan di televisi yang mengajak wanita bergabung dengan militer. Setelah bergabung, Safia mendaftarkan diri untuk menjadi pilot ketika posisi itu dibuka untuk wanita.

In this Monday, Nov. 21, 2016, photo, Capt. Safia Ferozi, 26, speaks in an interview with the Associated Press after her flight, at the Afghan military airbase in Kabul, Afghanistan. From a childhood as a refugee, Capt. Safia Ferozi is now flying a transport plane for Afghanistan's air force as the country's second female pilot, a sign of the efforts to bring more women into the armed forces. (AP Photo/Rahmat Gul) Foto: AP/Rahmat Gul
(ami/ami)