Wanita Ini 'Jualan' Darah Demi Bisa Belanja Baju Rp 8,6 Juta Sebulan

Hestianingsih - wolipop Selasa, 28 Mei 2019 19:04 WIB
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock

Utah - Carisa Barker adalah seorang shopaholic yang mendapatkan kesenangan batin dengan berbelanja. Namun ia tidak ingin hobi belanjanya itu jadi beban dan membuatnya harus bekerja keras.

Wanita berusia 20 tahun ini pun mencari cara untuk mendapatkan uang tambahan dengan cepat dan 'mudah'. Salah satu caranya, mendonorkan plasma darahnya dengan imbalan uang USD 20 hingga USD 50 (RP 287 ribu - Rp 700 ribuan).

Setiap dua kali seminggu, Carisa pergi ke klinik untuk mendonorkan plasmah darahnya. Dari 'jualan' darah, ia bisa menghasilkan Rp 4 jutaan per bulan dan dalam setahun mengumpulkan hingga Rp 48 jutaan.

Wanita Ini 'Jualan' Darah Demi Bisa Belanja Baju Rp 8,6 Juta SebulanFoto: Instagram/@carisa_barker

"Itu hanya sedikit uang tambahan yang bisa aku gunakan tanpa harus bekerja terlalu keras," kata Carisa, seperti dikutip dari Metro.co.uk.

Wanita asal Lake City, Utah, ini mengatakan ia tertarik mendonorkan plasma darah setelah diajak salah satu temannya. Sekali mencoba, Carisa 'ketagihan' jadi lebih sering melakukannya.

"Perlu waktu 1,5 jam setiap kali datang. Kondisiku diperiksa untuk memastikan tubuhku sehat di hari itu, dan tidak ada tato atau tindikan. Lalu mereka menganalisa dan memeriksa tekanan darah serta temperatur," jelas Carisa.

Uang hasil donor plasma digunakannya untuk memuaskan hasrat belanja. Sebab sebagai shopaholic, Carisa bisa pergi ke mal tiga kali seminggu dan menghabiskan sekitar Rp 8,6 juta sebulan untuk membeli pakaian, sepatu dan produk kecantikan.
Wanita Ini 'Jualan' Darah Demi Bisa Belanja Baju Rp 8,6 Juta SebulanFoto: Instagram/@carisa_barker

"Aku seorang shopaholic dan bisa belanja setiap hari kalau aku mau. Aku biasanya ke mal tiga atau empat kali seminggu. Baju dan sepatu adalah barang terfavorit yang aku beli. Aku juga suka produk-produk kecantikan," tuturnya.

Carisa melanjutkan, "Kalau ada sesuatu yang kusukai atau ada diskon dan penawaran bagus, aku akan langsung membelinya. Aku merasa berkuasa jika aku punya uang yang cukup untuk beli barang."

Namun Carisa menegaskan kalau tujuannya donor plasma darah bukan untuk hobi belanja semata. Mengetahui darahnya dimanfaatkan untuk pengobatan bagi orang yang memiliki penyakit langka juga memberinya kebahagiaan.
"Rasanya senang bisa membantu orang lain. Aku berencana untuk terus berdonasi," ujar Carissa, yang menjaga makan dengan konsumsi banyak protein dan minum air putih agar fisiknya selalu dalam kondisi prima untuk berdonasi.

Di Amerika Serikat, pendonor darah biasanya tidak meminta bayaran jika ingin menyumbangkan darahnya. Namun khusus untuk plasma darah, palang merah di Negeri Paman Sam itu menawarkan imbalan bagi siapapun yang bersedia menjadi donor.

Plasma merupakan cairan berwarna kekuningan yang tersisa setelah sel-sel darah merah dan putih dipisahkan. Cairan ini mengandung air, garam, protein dan enzim yang biasanya digunakan untuk pengobatan pasien yang menderita luka bakar, syok, trauma dan berbagai penyakit langka seperti immunodefisiensi dan hemofilia.

Apakah kamu akan melakukan hal yang sama seperti Carisa Barker, demi bisa bebas berbelanja barang yang disukai?
(hst/hst)