Selain Lebih Hemat, Buat Daftar Belanjaan Juga Bermanfaat untuk Karier
Rahmi Anjani - wolipop
Selasa, 05 Apr 2016 15:08 WIB
Jakarta
-
Membuat daftar barang sudah menjadi kebiasaan banyak ibu rumah tangga sebelum belanja. Sayangnya, saat ini hal tersebut sering dilewatkan karena kesibukkan. Padahal cara tersebut terbukti bisa menghemat pengeluaran dan menghindarkan mereka akan kelupaan. Dilansir Dailymail, tidak melakukannya bahkan bisa merugikan sekitar Rp 3 jutaan setahun.
Sebuah penelitian pun kembali membuktikannya. Kali ini riset yang dipimpin oleh Daniel Fernandes dari Catholic University of Portugal dilakukan oleh empat universitas. 700 voluntir yang dianalisa diminta untuk mengingat belanjaan dengan daftar untuk menilai keefektivitasannya. Menariknya, para peneliti menemukan manfaat lain dari kebiasaan tersebut yang berguna untuk perkembangan karier.
Selain di negara asalnya, studi tersebut juga menganalisa kebiasaan berbelanja konsumer di Amerika dan Australia baik offline maupun online dengan daftar atau pun tidak. Dalam daftar para respinden, terdapat bahan makanan keseharian, seperti pisang, apel, dan lainnya. Ada juga beberapa sayur yang tidak biasa, misalnya ubi bit, kelapa, atau buah ara.
Untuk mengganggu ingatan responden, para peneliti meminta mereka untuk membaca sebuah cerita sepanjang 10 menit. Setelah itu, daftar belanjaan pun ditanyakan kembali untuk mengetahui apakah mereka masih bisa mengingatnya dengan baik.
Hasilnya, para peneliti pun menemukan jika orang yang tidak membuat daftar barang dan hanya mengandalkan ingatan kerap melupakan beberapa item belanjaan. Hal itu juga terjadi bahkan pada produk-produk yang biasa dibeli. Sementara mereka yang membuat daftar dapat mengingat bahan makan yang tidak biasa dengan baik.
Hal tersebut ternyata dapat terbawa pada kehidupan karier. Daniel mengatakan jika kita juga bisa melupakan pekerjaan yang biasanya jarang dilakukan karena tidak dicatat atau dimasukkan ke daftar tugas.
"Kita sering mengandalkan memori kita untuk mengerjakan tugas familiar saat kerja. Dan tugas-tugas itu akan mudah diingat tapi tugas tidak familiar akan sulit. Untuk memaksimalkan efektivitas dalam bekerja, penting untuk memperhatikan tugas yang kurang familiar dan menaruhnya dalam agenda." saran Daniel. (ami/ami)
Sebuah penelitian pun kembali membuktikannya. Kali ini riset yang dipimpin oleh Daniel Fernandes dari Catholic University of Portugal dilakukan oleh empat universitas. 700 voluntir yang dianalisa diminta untuk mengingat belanjaan dengan daftar untuk menilai keefektivitasannya. Menariknya, para peneliti menemukan manfaat lain dari kebiasaan tersebut yang berguna untuk perkembangan karier.
Selain di negara asalnya, studi tersebut juga menganalisa kebiasaan berbelanja konsumer di Amerika dan Australia baik offline maupun online dengan daftar atau pun tidak. Dalam daftar para respinden, terdapat bahan makanan keseharian, seperti pisang, apel, dan lainnya. Ada juga beberapa sayur yang tidak biasa, misalnya ubi bit, kelapa, atau buah ara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasilnya, para peneliti pun menemukan jika orang yang tidak membuat daftar barang dan hanya mengandalkan ingatan kerap melupakan beberapa item belanjaan. Hal itu juga terjadi bahkan pada produk-produk yang biasa dibeli. Sementara mereka yang membuat daftar dapat mengingat bahan makan yang tidak biasa dengan baik.
Hal tersebut ternyata dapat terbawa pada kehidupan karier. Daniel mengatakan jika kita juga bisa melupakan pekerjaan yang biasanya jarang dilakukan karena tidak dicatat atau dimasukkan ke daftar tugas.
"Kita sering mengandalkan memori kita untuk mengerjakan tugas familiar saat kerja. Dan tugas-tugas itu akan mudah diingat tapi tugas tidak familiar akan sulit. Untuk memaksimalkan efektivitas dalam bekerja, penting untuk memperhatikan tugas yang kurang familiar dan menaruhnya dalam agenda." saran Daniel. (ami/ami)











































