Tokyo Belly, Resto Japanese Fusion Bernuansa Anak Muda
Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Rabu, 01 Mei 2013 09:06 WIB
Jakarta
-
Restoran Jepang berkonsep casual dining khas anak muda kini makin marak. Salah satu yang terbaru adalah Tokyo Belly yang berlokasi di Grand Indonesia Shopping Town, Jakarta Pusat.
Nuansa ala Jepang, dekorasi mural serta dominasi kayu dan warna merah menyala melebur dalam resto yang berada di bawah payung Ismaya Group ini, menghasilkan atmosfer ceria, dinamis dan ramai. Salah satu dekorasi yang cukup ikonik adalah meja kasir dan bar dengan latar lukisan dinding seperti sinar matahari yang menyiratkan bahwa Jepang adalah negara yang juga disebut Negeri Matahari. Anda bisa melihatnya begitu memasuki resto yang tepat berada di depan eskalator ini.
Terpampang jelas logo Tokyo Belly berwarna merah di depan pintu masuk yang memudahkan pengunjung untuk menemukannya. Dekorasi lain yang juga cukup ikonik adalah bangunan-bangunan geometris berbentuk heksagonal pada langit-langitnya. Nuansa anak muda semakin kental dengan beberapa lukisan mural bergambar bangau, bunga sakura putih-merah, kucing serta lampion-lampion kecil.
Anda bisa memilih duduk di dekat meja bar, tengah ruangan atau sofa di dekat jendela untuk menikmati pemandangan kota. Menurut wolipop, di sinilah spot terbaik bila datang bersama banyak teman. Selain lebih nyaman Anda juga bisa sambil melihat-lihat suasana resto yang ceria dengan sudut pandang yang lebih luas.
Untuk makanan, Tokyo Belly menyediakan berbagai menu fusion. Jangan heran jika Anda akan mendapati kimchi, hot dog atau steak karena keunggulan resto ini adalah menunya yang berani mengombinasikan berbagai jenis masakan.
Sebagai hidangan pembuka, patut mencoba Blossom Belly. Bentuknya seperti sushi roll, hanya saja tidak terdapat nasi di dalamnya. Begitu digigit, kombinasi isian salmon, cream cheese dan crab stick berpadu sempurna dan menghasilkan citarasa gurih lezat sekaligus creamy di lidah.
Untuk menu utama, jangan sampai ketinggalan mencicip Special Shimeji Beef Steak. Uniknya, steak dengan tekstur daging lembut ini disajikan dengan dua jenis karbohidrat, yaitu mashed potato dan ubi ungu yang ditumbuk. Ubi ungu memiliki rasa yang manis dan tidak terlalu cocok dimakan bersama daging dengan saus gurih. Tapi bila disantap sendirian, rasanya cukup 'nyambung' di lidah orang Indonesia.
Bagi Anda yang menginginkan porsi besar dan cukup mengenyangkan, bisa memilih Chicken Teriyaki Bibimbap. Nasi dengan sayur-sayuran dan telur setengah matang, disajikan dalam hot stone bowl. Begitu pesanan sampai di meja, harus segera diaduk agar telur menyatu dengan nasi dan menghasilkan tekstur nasi yang sedikit creamy dan basah.
Tokyo Belly memiliki spesialisasi di nasi kari dan ramen. Kami pun mencoba mencicip menu ramen yang difavoritkan, yaitu Chicken Katsu Ramen. Mie khas Jepang ini disajikan bersama telur rebus, edamame dan chicken katsu. Citarasa ramen ini tak begitu berbeda dari hidangan mie kebanyakan dan rasa kuahnya tidak terlalu istimewa.
Untuk menyegarkan dahaga, kami rekomendasikan Jinja Ninja. Mocktail dengan campuran antara sirup stroberi, irisan lemongrass, lemonade, jus apel dan soda. Rasanya asam segar dan cukup unik. Racikan minuman lainnya yang juga patut dicoba adalah Last Samurai. Irisan ketimun dan jahe memberi sensasi segar di mulut, namun hangat di tenggorokan.
Secara keseluruhan, tempat ini lebih cocok untuk anak muda yang ingin bersantai. Rasa makanan tidak terlalu istimewa namun ada berbagai pilihan menu fusion unik yang bisa dicoba jika Anda tipe penjelajah kuliner. Harga makanan di Tokyo Belly mulai dari Rp 50 ribuan. Sedangkan untuk minuman (mocktail) mulai dari Rp 30 ribuan.
(hst/hst)
Nuansa ala Jepang, dekorasi mural serta dominasi kayu dan warna merah menyala melebur dalam resto yang berada di bawah payung Ismaya Group ini, menghasilkan atmosfer ceria, dinamis dan ramai. Salah satu dekorasi yang cukup ikonik adalah meja kasir dan bar dengan latar lukisan dinding seperti sinar matahari yang menyiratkan bahwa Jepang adalah negara yang juga disebut Negeri Matahari. Anda bisa melihatnya begitu memasuki resto yang tepat berada di depan eskalator ini.
Terpampang jelas logo Tokyo Belly berwarna merah di depan pintu masuk yang memudahkan pengunjung untuk menemukannya. Dekorasi lain yang juga cukup ikonik adalah bangunan-bangunan geometris berbentuk heksagonal pada langit-langitnya. Nuansa anak muda semakin kental dengan beberapa lukisan mural bergambar bangau, bunga sakura putih-merah, kucing serta lampion-lampion kecil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk makanan, Tokyo Belly menyediakan berbagai menu fusion. Jangan heran jika Anda akan mendapati kimchi, hot dog atau steak karena keunggulan resto ini adalah menunya yang berani mengombinasikan berbagai jenis masakan.
Sebagai hidangan pembuka, patut mencoba Blossom Belly. Bentuknya seperti sushi roll, hanya saja tidak terdapat nasi di dalamnya. Begitu digigit, kombinasi isian salmon, cream cheese dan crab stick berpadu sempurna dan menghasilkan citarasa gurih lezat sekaligus creamy di lidah.
Untuk menu utama, jangan sampai ketinggalan mencicip Special Shimeji Beef Steak. Uniknya, steak dengan tekstur daging lembut ini disajikan dengan dua jenis karbohidrat, yaitu mashed potato dan ubi ungu yang ditumbuk. Ubi ungu memiliki rasa yang manis dan tidak terlalu cocok dimakan bersama daging dengan saus gurih. Tapi bila disantap sendirian, rasanya cukup 'nyambung' di lidah orang Indonesia.
Bagi Anda yang menginginkan porsi besar dan cukup mengenyangkan, bisa memilih Chicken Teriyaki Bibimbap. Nasi dengan sayur-sayuran dan telur setengah matang, disajikan dalam hot stone bowl. Begitu pesanan sampai di meja, harus segera diaduk agar telur menyatu dengan nasi dan menghasilkan tekstur nasi yang sedikit creamy dan basah.
Tokyo Belly memiliki spesialisasi di nasi kari dan ramen. Kami pun mencoba mencicip menu ramen yang difavoritkan, yaitu Chicken Katsu Ramen. Mie khas Jepang ini disajikan bersama telur rebus, edamame dan chicken katsu. Citarasa ramen ini tak begitu berbeda dari hidangan mie kebanyakan dan rasa kuahnya tidak terlalu istimewa.
Untuk menyegarkan dahaga, kami rekomendasikan Jinja Ninja. Mocktail dengan campuran antara sirup stroberi, irisan lemongrass, lemonade, jus apel dan soda. Rasanya asam segar dan cukup unik. Racikan minuman lainnya yang juga patut dicoba adalah Last Samurai. Irisan ketimun dan jahe memberi sensasi segar di mulut, namun hangat di tenggorokan.
Secara keseluruhan, tempat ini lebih cocok untuk anak muda yang ingin bersantai. Rasa makanan tidak terlalu istimewa namun ada berbagai pilihan menu fusion unik yang bisa dicoba jika Anda tipe penjelajah kuliner. Harga makanan di Tokyo Belly mulai dari Rp 50 ribuan. Sedangkan untuk minuman (mocktail) mulai dari Rp 30 ribuan.
(hst/hst)











































