Galau Saat Berencana Menikah Tapi Kekasih Mendadak Kehilangan Pekerjaan
Ratih Ibrahim - wolipop
Kamis, 03 Sep 2015 17:37 WIB
Jakarta
-
Mba Ratih, saat ini saya sangat ingin segera menikah dengan calon suami, tetapi ternyata belakangan banyak masalah yang saya pikirkan. Saya berniat untuk bicara kepada orangtua setelah Lebaran kemarin, namun ternyata tiba-tiba calon suami berhenti bekerja (tepatnya diberhentikan). Antara tetap ingin menikah namun bagaimana nanti setelah menikah, apakah dia bisa langsung mendapatkan pekerjaan dalam waktu dekat? Atau jika ditunda waktunya saya pribadi takut semangatnya menghilang (lagi), mengingat dia sangat menginginkan pernikahan ini sejak lama. Kami pacaran sudah sekitar 10 tahun.
Kemudian keadaan kedua orangtua saya yang belakangan semakin tidak jelas, mereka tidak bercerai namun berpisah tapi kami masih tinggal satu atap. Komunikasi di antara kami sangat tidak lancar, ayah saya seperti sudah tidak bahagia bersama kami. Dia seperti hidup semaunya saja. Tapi pun dia (mungkin) tidak berani berpisah karena berkali-kali dia pergi dalam hitungan dua bulan pasti akan kembali ke rumah. Namun saat kami ibu dan dua saudara berbicara kepadanya tentang hal kecil yang berhubungan dengan apa yang dilakukan salah, dia lebih kencang bersuara. Hingga kami memutuskan untuk membiarkan apa yang dia lakukan. Saya bingung harus bagaimana bicara kepada orangtua jika keadaannya terus seperti ini.
Dinda, 27 Tahun
Jawab:
Jawaban :
Dear Dinda,
Selesaikanlah tantangan yang kamu hadapi satu persatu. Pertama, mengenai niat kamu untuk menikah. Menikah membutuhkan persiapan yang matang, baik fisik, mental, maupun kematangan finansial. Bila masih ada hal yang membuat kamu ragu, selesaikanlah dulu urusan tersebut sebelum kamu benar-benar memutuskan untuk menikah. Karena menikah bukan hanya mengenai niat atau semangat semata.
Dalam hal finansial, pastikan kamu dan pasangan sudah membicarakannya secara matang mengenai pengaturan dan pembagian tanggung jawab keuangan rumah tangga kalian nantinya. Bila sudah siap baru kemudian bicarakan dengan orangtua. Namun bila belum siap, tidak ada salahnya menunda rencana menikah sambil terus mengupayakan solusinya untuk mencapai kesiapan menikah.
Kedua, mengenai hubungan kedua orangtua kamu, saya yakin mereka sebagai seorang yang dewasa mampu menyelesaikannya berdua. Kamu dapat memberikan dukungan dengan menciptakan suasana rumah yang kondusif dan memberikan saran bila dibutuhkan. Sementara untuk hubungan kamu dengan ayah sebagai orangtua anak, komunikasikanlah secara pribadi berdua dengannya, bangun pembicaraan dua arah, terbukalah untuk mendengarkan, hindari pembicaraan yang menuduh, menyalahkan, ataupun memojokkan. Salam hangat Dinda.
(eny/eny)
Kemudian keadaan kedua orangtua saya yang belakangan semakin tidak jelas, mereka tidak bercerai namun berpisah tapi kami masih tinggal satu atap. Komunikasi di antara kami sangat tidak lancar, ayah saya seperti sudah tidak bahagia bersama kami. Dia seperti hidup semaunya saja. Tapi pun dia (mungkin) tidak berani berpisah karena berkali-kali dia pergi dalam hitungan dua bulan pasti akan kembali ke rumah. Namun saat kami ibu dan dua saudara berbicara kepadanya tentang hal kecil yang berhubungan dengan apa yang dilakukan salah, dia lebih kencang bersuara. Hingga kami memutuskan untuk membiarkan apa yang dia lakukan. Saya bingung harus bagaimana bicara kepada orangtua jika keadaannya terus seperti ini.
Dinda, 27 Tahun
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jawaban :
Dear Dinda,
Selesaikanlah tantangan yang kamu hadapi satu persatu. Pertama, mengenai niat kamu untuk menikah. Menikah membutuhkan persiapan yang matang, baik fisik, mental, maupun kematangan finansial. Bila masih ada hal yang membuat kamu ragu, selesaikanlah dulu urusan tersebut sebelum kamu benar-benar memutuskan untuk menikah. Karena menikah bukan hanya mengenai niat atau semangat semata.
Dalam hal finansial, pastikan kamu dan pasangan sudah membicarakannya secara matang mengenai pengaturan dan pembagian tanggung jawab keuangan rumah tangga kalian nantinya. Bila sudah siap baru kemudian bicarakan dengan orangtua. Namun bila belum siap, tidak ada salahnya menunda rencana menikah sambil terus mengupayakan solusinya untuk mencapai kesiapan menikah.
Kedua, mengenai hubungan kedua orangtua kamu, saya yakin mereka sebagai seorang yang dewasa mampu menyelesaikannya berdua. Kamu dapat memberikan dukungan dengan menciptakan suasana rumah yang kondusif dan memberikan saran bila dibutuhkan. Sementara untuk hubungan kamu dengan ayah sebagai orangtua anak, komunikasikanlah secara pribadi berdua dengannya, bangun pembicaraan dua arah, terbukalah untuk mendengarkan, hindari pembicaraan yang menuduh, menyalahkan, ataupun memojokkan. Salam hangat Dinda.
(eny/eny)










































