Jakarta
-
Keindahan keajaiban dunia seperti Taj Mahal dan Candi Borobudur menjad inspirasi Harry
Lam pada peragaan buasana koleksinya yang mengusung tema "In Loving Memory" pada Jakarta Fashion Week November 2012 lalu. Koleksinya menampilkan rangkaian gaun yang feminim dengan sentuhan glamor.
Permainan detail merupakan salah satu yang paling menonjol dalam karya yang dihasilkan oleh perancang yang menorehkan karya-karyanya bermulakan dari kecintaannya terhadap dunia fashion dan juga design.Ia menuangkan rasa kecintaannya tersebut dengan menciptakan evening gown, cocktail dress dan juga gaun pengantin.
Hingga saat ini koleksi dari designer yang telah tergabung dalam ikatan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia ini dapat dijumpai di bridalnya yang berlokasi di Stocktist Paskal Hyper Square, Bandung.
(mab/mab)
Lam pada peragaan buasana koleksinya yang mengusung tema "In Loving Memory" pada Jakarta Fashion Week November 2012 lalu. Koleksinya menampilkan rangkaian gaun yang feminim dengan sentuhan glamor.
Permainan detail merupakan salah satu yang paling menonjol dalam karya yang dihasilkan oleh perancang yang menorehkan karya-karyanya bermulakan dari kecintaannya terhadap dunia fashion dan juga design.Ia menuangkan rasa kecintaannya tersebut dengan menciptakan evening gown, cocktail dress dan juga gaun pengantin.
Hingga saat ini koleksi dari designer yang telah tergabung dalam ikatan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia ini dapat dijumpai di bridalnya yang berlokasi di Stocktist Paskal Hyper Square, Bandung.
(mab/mab)











































