Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Play-Doh Jadi Kontroversi karena Rilis Mainan Berbentuk Mirip Penis

wolipop
Rabu, 31 Des 2014 13:14 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Facebook
Jakarta -

Mainan Play-Doh menjadi favorit anak-anak dan orangtua karena mainan lilin ini bisa mengasah kreativitas dengan membuat berbagai macam bentuk. Namun baru-baru ini mainan yang dirilis Hasbro tersebut menjadi kontroversi. Penyebabnya ada perangkat dari Play-Doh yang bentuknya mirip penis.

Protes terhadap Play-Doh dan Hasbro ramai di situs jejaring sosial. Mereka yang memprotes menampilkan foto perangkat Play-Doh terbaru yang bentuknya memang mirip alat kelamin pria. Sebagian orangtua lagi menganggap mainan tersebut mirip sex toys, dildo.

Perangkat tersebut berbentuk tabung transparan dengan detail seperti spiral di tengahnya. Sejatinya perangkat tersebut digunakan untuk membentuk lilin menjadi lebih kecil. Perangkat mainan ini termasuk bagian dari paket Play-Doh, Sweet Shoppe Mountain Playse. Di mana dengan mainan tersebut anak bisa berpura-pura menjadi pembuat kue.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengguna Twitter dan Facebook yang sebagian besar adalah orangtua mengkritik Play-Doh karena perangkat tersebut tidak pantas diberikan pada anak-anak. "This is NOT Okay. This completly ruined our Christmas because my daughters LOVE play-doh," tulis seorang ibu bernama Jennifer Turner pada halaman Facebook Play-Doh. "I dunno if anyone else follows Play-Doh on Facebook but you should cause they're doing some serious damage control," tulis seorang pengguna situs jejaring sosial lainnya bernama El Clarko.

Menurut Buzfeed pengelola akun Facebook Play-Doh menghapus protes para orangtua tersebut, termsuk kritikan Jennifer. Namun komentar berisi protes ini berhasil terekam oleh pembaca lainnya dan tersebar di dunia maya.

Sementara itu News Corp Australia mengungkapkan protes terhadap perangkat mainan Play-Doh ini sebenarnya sudah ada sejak November 2014 lalu. Namun pihak Hasbro saat itu tidak menanggapinya. Mereka memilih langsung melakukan penggantian perangkat yang dianggap lebih baik dan tidak mirip alat kelamin pria. Kenyataannya perangkat pengganti itu masih sangat mirip dengan penis.

Protes para orangtua itu akhirnya ditanggapi Play-Doh melalui Facebook. Dalam pernyataannya, perusahaan mainan itu mengaku berusaha memperbaiki bentuk perangkat Play-Doh tersebut.

"Kami sedang dalam proses memperbaharui semua produk Play-Doh dengan perangkat yang berbeda. Konsumen yang ingin mendapat penggantian atas produk ini, bisa menghubungi Hasbro's Customer Service Department," tulis mereka.

(eny/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads