ADVERTISEMENT

6 Fakta Grup Sosialita Palsu, Pura-pura Hidup Glamour untuk Gaet Pria Kaya

Rahmi Anjani - wolipop Sabtu, 26 Feb 2022 10:00 WIB
Handsome young couple,walking down the street in formal elegant clothes,showing each other how much they care for each other in a subtle way. Foto: Getty Images/SrdjanPav
Jakarta -

Sebuah artikel yang mengungkap sosialita palsu jadi viral beberapa waktu lalu. Dalam tulisan yang dibuat oleh blogger Li Zhonger terungkap bahwa banyak selebgram yang pura-pura di media sosial. Yang mengejutkan, mereka ternyata saling membantu untuk membuat satu sama lain terlihat glamour. Para influencer palsu itu bahkan sering patungan untuk menyewa barang-barang mahal, seperti tas, mobil, hingga kamar hotel. Berikut fakta-fakta yang terungkap dari percakapan WeChat:

1. Sosialita Palsu Membuat Grup
Terungkapnya fenomena ini berawal ketika Li bergabung dengan grup chat sosialita wanita Shanghai. Awalnya pria itu mengira komunitas hanya berisi ratusan wanita yang suka membicarakan gaya hidup. Ia lalu berpura-pura jadi wanita untuk tahu lebih lanjut dan membayar 500 yuan (Rp 1,1 jutaan) untuk keanggotaan. Li pun terkejut menemukan bahwa grup itu adalah tempat untuk berbagai cara menjadi kaya.

2. Pura-pura Hangout di Hotel
Salah satu hal yang sering dilihat di media sosial sosialita glamour adalah hangout di hotel. Tapi bukan berarti mereka benar-benar kaya. Berdasarkan penelusuran Li, banyak selebgram yang kumpul sambil menikmati 'high tea' tapi berganti. Dilansir What's On Weibo, misalnya enam orang patungan untuk porsi dua orang agar lebih murah.

3. Sewa Kamar Hotel untuk Dipakai 40 Orang
Hal mengejutkan lain yang dilakukan mereka untuk terlihat kaya adalah menyewa kamar hotel. Dikatakan jika 15 orang pernah buka kamar di Ritz Carlton untuk kepentingan foto-foto. Sedangkan untuk kamar yang lebih mahal misalnya di Bvlgari Hotel Shanghai, mereka bisa sampai mengumpulkan 40 orang untuk patungan.

4. Bergantian Pakai Satu Tas untuk Kencan
Li Zhonger juga mengungkap kebiasaan mereka menyewa barang-barang mewah lain untuk dipakai bersama, seperti tas. Dikatakan jika mereka biasanya meminjam satu tas keluaran brand ternama. Tapi selain untuk dipakai foto-foto, mereka juga menggunakannya untuk pergi kencan dengan gebetan. Umumnya para wanita patungan menyewa tas Hermes varian Birkin seharga 1.500 RMB (Rp 3,3 jutaan) untuk sebulan.

5. Sosialita Palsu Sewa Mobil untuk Foto-foto
Selain gaya dan barang-barang mahal, mobil juga menjadi salah satu simbol status. Para sosialita pun tidak ingin ketinggalan berpose dengan kendaraan mewah. Karena itu, mereka pernah menyewa sebuah Ferrari untuk satu hari dan dipakai oleh 60 orang.

"Apa yang mereka lakukan adalah misalnya menyewa Ferrari seharga 6.000 RMB (Rp 13 jutaan) dan membaginya kepada 60 wanita. Jadi setiap wanita harus membayar 100 RMB (Rp 200 ribuan) untuk bisa berfoto dengan Ferrari dan mengunggahnya di media sosial," ungkapnya.

6. Tujuan Jadi Sosialita Palsu
Sebenarnya apa tujuan mereka menjadi sosialita? Selain tampil kaya di media sosial, para selebgram atau 'Bai Fui Mei' palsu berniat untuk mendapat gebetan atau calon suami yang kaya demi nantinya meningkatkan status sosial. Meski pura-pura kaya, mereka dikatakan sering merendahkan pria yang kurang berkecukupan. Salah satu wanita bahkan pernah kecewa karena pria yang dikencaninya hanya mengendarai BMW daripada Ferrari.

Saksikan juga: 120 Mangkok Per Hari, Pria di Depok Sudah Bagikan 18 Ribu Bubur gratis

[Gambas:Video 20detik]



(ami/ami)