Jika PPKM Darurat Diperpanjang, Ini 4 Tips Keuangan Agar Tak Boros #dirumahaja

Gresnia Arela Febriani - wolipop Kamis, 15 Jul 2021 15:30 WIB
an asian chinese mid adult woman working in dining room typing using her laptop Foto perencana keuangan Bareyn Mochaddin. Foto: Silmia Putri/Wolipop.
Jakarta -

Wacana PPKM darurat atau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat diperpanjang tengah berkembang mengingat semakin tingginya jumlah penderita virus Corona di Indonesia. PPKM sendiri diberlakukan guna mencegah penyebaran virus Corona.

Selama PPKM kebutuhan semakin meningkat, sebab semua kegiatan dilakukan #dirumahaja. Sama seperti masa PSBB, kamu wajib mengatur keuangan di masa pandemi Corona ini. Sebab di situasi ini banyak terjadi penurunan ketahanan fisik dan mental.

Wolipop berbincang dengan perencana keuangan Bareyn Mochaddin, S.Sy., M.H., RPP®, RIFA® tentang tips mengelola keuangan di masa pandemi dan PPKM. Berikut tips mengelola keuangan saat PPKM darurat :

1. Lakukan penyesuaian budget

Karena ada rutinitas yang berubah, maka ada pengeluaran yang biasanya dikeluarkan jadi tidak perlu dikeluarkan. Sehingga, menurut Bayern semestinya ada budget yang bisa disesuaikan.

Contoh, selama PPKM kamu tidak ke kantor, artinya budget transportasi ke kantor, entah itu untuk bensin, parkir, ongkos taksi, transjakarta, KRL, dan lain-lain tidak terpakai. Budget tersebut bisa alihkan untuk membayar listrik.

Atau contoh lain, selama PPKM kamu tidak makan siang di kantor. Nah, budget yang awalnya untuk makan siang di kantor ini bisa untuk menutupi biaya konsumsi rumah tangga yang meningkat.


2. Masak sendiri dan buat rencana masak

Tips keuangan di masa pandemi dan PPKM agar tidak boros, kamu bisa memasak sendiri di rumah. Khususnya untuk yang sudah berkeluarga dan ada dapur yang layak di rumah. Bayern mengatakan masak sendiri jauh lebih hemat dibanding membeli masakan yang sudah matang dari restoran.

Selain itu buat rencana masak. Dan dengan adanya jadwal masak ini akan membuat kamu tahu apa yang harus dibeli. Dengan tahu apa yang akan kamu beli, kamu menjadi tidak impulsif ketika membeli bahan makanan. Dan juga bisa memilih bahan makanan yang lebih sehat dan murah.

3. Matikan alat-alat listrik yang tidak terpakai

Meski terdengar sepele, namun mematikan alat-alat listrik yang tidak terpakai seperti lampu, AC dan televisi akan mengurangi biaya listrik bulanan.

4. Tips Keuangan di Masa Pandemi, Gunakan promo

Selama masa PPKM darurat yang harus di rumah saja ini, kamu boleh jajan tapi dengan strategi. Salah satunya dengan menggunakan promo buy one get one, atau gunakan promo gratis ongkos kirim. Bisa juga, strategi yang digunakan adalah membeli langsung banyak. Misalnya beli es kopi susu. Beli yang literan untuk konsumsi 3-4 hari. Dengan cara ini, kamu akan hemat ongkos kirimnya.

Bareyn mengatakan saat PPKM darurat ini kamu juga harus memprioritaskan pengeluaran. Salah satunya pengeluaran untuk membeli penunjang kesehatan. Seperti membeli buah-buahan, sayuran lebih banyak, suplemen vitamin, dan juga membeli alat-alat olahraga jika masih memungkinkan.

Agar tidak merasa jenuh dan demi kesehatan mental, kamu perlu menyiapkan budget hiburan. Nah, budget yang biasanya dialokasikan untuk jalan-jalan akhir pekan, tidak ada salahnya dialihkan ke biaya langganan streaming nonton.

"Di tengah pandemi, kamu bisa menambah dana darurat. Kamu tidak tahu sampai kapan pandemi ini akan berlangsung. Sedangkan, banyak risiko mengintai. Bukan hanya sakit, tapi termasuk risiko juga diantaranya adalah dirumahkan kantor dan juga kehilangan pekerjaan," ungkap Bareyn, financial content creator @uang_kita, Selasa (13/7/2021).

Jika kamu sudah mempersiapkan dana darurat, kamu bisa mengambil uang dari dana darurat untuk menutupi kebutuhan bulanan dan tidak perlu berutang.

"Pastikan asuransi kesehatan aktif. Akan lebih baik jika asuransi kesehatan mengcover jika terkena COVID-19. Coba tanyakan kembali benefit asuransi kesehatan yang dimiliki ke perusahaan asuransi penerbit," tutup Bareyn.

(gaf/eny)