6 Tips Buat Generasi Sandwich yang Tanggung Beban Keuangan Orangtua

Gresnia Arela Febriani - wolipop Minggu, 26 Jul 2020 18:00 WIB
Portrait of a family with two young children posing together outside Ilustrasi Generasi Sandwich / Foto: dok. istock
Jakarta -

Generasi yang harus menganggung kebutuhan orangtua dan secara bersamaan harus memenuhi kebutuhan pasangan serta anaknya, disebut dengan sandwich generation atau generasi sandwich. Tanggung jawab yang bertumpuk dan terhimpit ini maka diibaratkan dengan roti sandwich yang berisi beragam komponen di dalamnya.

Dalam memenuhi kebutuhan orangtua dan keluarga bukanlah perkara yang mudah bagi para generasi sandwich, apalagi jika penghasilan kamu terbatas. Untuk itu, Wolipop berbincang dengan perencana keuangan, Bareyn Mochaddin, S.Sy., M.H., RPP untuk berbagi tips bagi generasi sandwich yang harus menanggung beban keuangan keluarganya sendiri serta orangtuanya atau adiknya.

1. Kelola pemasukan dan pengeluaran

Menurut Bareyn, untuk generasi sandwich, kamu harus mengetahui berapa besar pemasukan dan pengeluaran setiap bulannya.

"Pengeluaran bukan haya keluarga kita, tetapi juga pengeluaran dari orang yang kita berikan bantuan misalnya orangtua kita. Dengan cara ini kita bisa melihat apakah pengeluarannya memang diperlukan atau tidak. Bila pengeluarannya tidak diperlukan, maka bisa dikurangi atau dihilangkan agar beban finansial kepada kita tidak terlalu berat," ungkap Bareyn kepada Wolipop Kamis (23/7/2020).

2. Cari pemasukan lainnya

Bagi generasi sandwich yang keuangannya terbatas bisa menambah pemasukan selain dari gaji. Misalnya, saat ini tempat tinggal kamu berbeda dengan orangtua, tetapi ternyata rumah orangtua cukup besar, bila dimungkinkan, kamu bisa pindah ke rumah orangtua dan tinggal bersama mereka. Dan rumah kamu sendiri bisa disewakan atau sebaliknya.

Selain itu, kata Bareyn, kamu perlu mengetahui aset apa saja yang dimiliki. Misalnya, orangtua meski sudah tidak bekerja tetapi mempunyai rumah, tanah, dan lain sebagainya. Aset tersebut harus dioptimalkan, misalnya dengan cara disewakan agar bisa menghasilkan pemasukan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga seharu-hari. Selain itu juga bisa kamu tabung lho!

3. Ubah bentuk bantuannya

Tips berikutnya adalah mengubah bentuk bantuan. Bila kamu terbatas membantu dengan uang, kamu bisa menggantinya melalui makanan atau lainnya.

"Ketahui juga kebutuhan mereka sebenarnya apa? Bisa jadi beras, minyak, telur atau bahan makanan lain," kata pria yang kerap memberikan saran perencanaan keuangan melalui akun Instagram @uang_kita itu.

4. Persiapkan asuransi kesehatan

Bagi generasi sandwich yang membiayai orangtuanya, salah satu kebutuhan penting lainnya adalah yang berkaitan dengan kesehatan. Seperti ke dokter, cek darah, atau lainnya. Sehingga Bareyn menyarankan miliki asuransi kesehatan untuk orangtua.

"Namun, mengingat tidak semua asuransi kesehatan swasta bisa meng-cover biaya kesehatan orang yang sudah berusia lanjut, dan bilapun meng-cover biayanya mahal, minimum siapkan BPJS kesehatan. Siapkan juga asuransi jiwa dengan uang pertanggungan yang cukup agar bila suatu hari kamu sebagai pemberi nafkah keluarga meninggal dunia mereka tetap bisa hidup dengan uang pertanggungan dari asuransi jiwa yang kamu miliki," jelasnya.

5. Siapkan dana darurat

Bareyn menyarankan untuk menyiapkan dana darurat lebih bagi generasi sandwich yang membiayai lebih dari satu keluarga.

"Maka siapkan dana darurat untuk berjaga bilamana terjadi sebuah risiko menimpa salah satu keluarga. Persiapkan dana darurat 9 sampai 12 kali pengeluaran bulanan. Dikumpulkan saja perlahan," tuturnya.

6. Persiapkan dana untuk generasi mendatang

Bagi para generasi sandwich tentu sudah belajar dari pengalaman kehidupannya yang harus membiayai orangtua dan keluarganya sendiri. Oleh karena itu persiapkan dengan matang agar tidak terjadi lagi pada generasi selanjutnya.

"Bagi teman-teman yang masuk dalam golongan sandwich generation pasti mengetahui rasa tidak nyaman terhimpit dan harus membiayai dua keluarga dan bahkan lebih. Sehingga, persiapkan dengan baik secara keuangan agar ini tidak terjadi lagi di masa depan," pungkas Bareyn.



Simak Video "Dear Bucin, Yuk Kenali 'Toxic Financialship' saat Berpacaran!"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)