Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Liputan Khusus Drama Uang Belanja

Dampak Psikologis untuk Istri Saat Uang Belanja Dijatah Suami

Gresnia Arela Febriani - wolipop
Selasa, 02 Feb 2021 17:16 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Young couple in the supermarket doing daily shopping together man walking with cart while woman sitting inside having fun laughing cheerful
Ilustrasi pasangan suami istri yang sedang berdiskusi. Foto: Getty Images/iStockphoto/fizkes.
Jakarta -

Urusan uang belanja kerap membuat drama antara suami dan istri. Apalagi jika uang belanja untuk istri dijatah oleh suami dan ternyata tak mencukupi kebutuhan rumah tangga setiap harinya. Bagaimana dampak psikologis jika uang belanja dijatah dan istri hanya bisa pasrah?

Psikolog Meity Arianty STP., M. Psi, mengungkapkan urusan uang belanja seharusnya adalah komitmen saat awal pernikahan. Seorang istri sebaiknya memahami keadaan pendapatan atau gaji suaminya. Sejak awal menikah, pasangan harus saling terbuka satu sama lainnya, termasuk mengenai gaji.

"Harus ada keterbukaan mengenai keuangan dalam keluarga agar tidak terjadi kesalahpahaman. Jika suami memberi jatah yang tidak mencukupi kebutuhan, harus dipahami juga apakah kemampuan suami hanya seperti itu karena tidak bisa dipaksakan. Jika kemampuan suami hanya sebatas itu, istri juga harus paham bagaimana mengatur keuangan jika jatah dari suami pas-pasan, sehingga materi jangan dijadikan alasan untuk saling menyalahkan, anda bisa komunikasikan bersama pasangan," kata Mei saat dihubungi Wolipop belum lama ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mei juga menjelaskan dampak psikologis baik dan buruknya jika uang belanja dijatah oleh suami. Kata psikolog yang merupakan dosen di Universitas Gunadarma itu, seorang istri tidak akan stres secara psikologis jika sejak awal sudah ada komunikasi soal uang belanja ini.

"Sebenarnya kembali ke yang menjalani karena setiap orang akan berbeda melihat kondisi seperti itu. Jika istri mengerti dan memahami ia tidak akan tertekan jika uang belanjanya dijatah," kata Mei.

ADVERTISEMENT

Namun kondisi berbeda akan dirasakan seorang istri ketika menaruh harapan lebih pada suaminya akan uang belanja. Hal ini bisa terjadi saat pasangan tidak terbuka mengenai kondisi keuangan.

"Jika istri berharap dan menginginkan yang lebih tinggi sementara suami tidak bisa memberikan, maka tentu istri akan tertekan, stres dan akan menjadi masalah dalam rumah tangga. Jadi dampak psikologis buat istri jika uang belanja dijatah akan tergantung sejauh mana istri menerima kondisi keuangan suaminya," pungkas Mei.

(gaf/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads