Liputan Khusus Drama Uang Belanja

Uang Belanja Buat Istri Berapa Persen dari Gaji Suami? Ini Kata Pakar

Gresnia Arela Febriani - wolipop Senin, 01 Feb 2021 11:15 WIB
Woman wearing protective mask preparing for virus pandemic spread quarantine.Hygiene, cleaning and disinfection products.Preventive measures and protection.Supply shopping during the epidemic. Ilustrasi wania yang sedang berbelanja. Foto: Getty Images/Hispanolistic.
Jakarta -

Cara mengelola keuangan memang menjadi tantangan tersendiri. Gaya hidup dan kebutuhan yang semakin meningkat, membuat kamu kamu harus bisa mengatur gaji untuk bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari termasuk uang belanja.

Urusan uang belanja ini kerap menghadirkan drama dalam rumah tangga. Ada istri yang curhat uang belanja dari suaminya kurang. Dan di sisi lain ada suami yang merasa sudah memberikan uang belanja cukup, namun istrinya masih merasa kurang.

Sebenarnya berapa persen idealnya gaji suami untuk uang belanja kebutuhan sehari-hari? Pakar keuangan Bareyn Mochaddin, S.Sy., M.H., RPPĀ® memberikan penjelasan mengenai besaran uang belanja rumah tangga. Ia menuturkan tidak ada aturan yang pasti berapa presentase yang bisa diambil untuk uang belanja dari gaji.

"Mengingat gaji setiap orang berbeda-beda dan kebutuhan setiap orang juga berbeda. Namun, sebagai pegangan, bisa menggunakan rumus 20-30-50. Dimana 20 adalah 20% dari gaji untuk kebutuhan finansial (dana darurat, investasi, premi asuransi), lalu 30 adalah 30% dari gaji untuk bayar cicilan, dan 50 adalah 50% untuk kebutuhan sehari-hari. Ini dengan catatan ya, bisa jadi tidak cocok dengan kebutuhan pembaca, mengingat kondisi setiap orang berbeda-beda. Tetapi rumus ini bisa jadi pegangan untuk cukup banyak orang di Indonesia," kata Bareyn Mochaddin kepada Wolipop belum lama ini.

Agar urusan uang belanja ini tak melulu menjadi drama, Bareyn memberikan tipsnya untuk kamu dan suami dalam mengatur keuangan. Menurutnya pasangan suami istri sebaiknya memiliki visi yang sama dalam urusan mengelola keuangan.

"Pasangan yang punya visi 'membeli rumah di tahun ke 5 pernikahan' dengan pasangan yang belum mempunyai tujuan tentu akan berbeda dalam mengelola keuangannya. Pasangan yang punya visi, kemungkinan besar akan mengelola keuangan secara efektif dan efisien," jelasnya.

Selain itu, sebagai sebuah keluarga harus disadari bahwa permasalahan keuangan istri adalah permasalahan keuangan suami. Dan sebaliknya, permasalahan keuangan suami adalah permasalahan keuangan istri.

"Sederhananya, jika suami punya hutang, maka istri akan ikut ditagih juga. Jika istri salah mengambil keputusan keuangan, maka suami juga akan menanggung kesalahan yang sudah dilakukan oleh istri. Jangan sampai, ada sebuah permasalahan yang disembunyikan dan kemudian meledak di waktu yang tak tepat. Sehingga, keterbukaan mengenai kondisi keuangan masing-masing sangatlah diperlukan agar bisa saling menjaga satu dan lainnya," imbuhnya.

Terakhir, kelola keuangan rumah tangga agar tidak hanya cukup untuk menghidupi keluarga dari bulan ke bulan tetapi juga bisa menghidupi keluarga sampai masa depan.

"Artinya, kelola uang agar cukup untuk kebutuhan saat ini dan juga masa depan. Mulai pelajari bagaimana mengelola keuangan bulanan keluarga, cari tahu produk keuangan apa yang dibutuhkan untuk melindungi keluarga, dan produk keuangan apa bisa digunakan untuk mencapai mimpi-mimpi dan tujuan keuangan keluarga di masa depan,"pungkasnya.

Bagaimana? Kamu sudah mendapatkan pencerahan untuk mengatur uang belanja dalam rumah tangga. Semoga bermanfaat.

(gaf/eny)