Liputan Khusus Generasi Sandwich

Buat Sandwich Generation yang Menanggung Orangtua, Ini Efeknya Pada Hidupmu

Gresnia Arela Febriani - wolipop Minggu, 26 Jul 2020 16:00 WIB
Sandwich Generation. Vector illustration Ilustrasi generasi sandwich. Foto: dok. istock
Jakarta -

Generasi sandwich adalah mereka yang menopang kehidupan perekonomian dalam keluarganya sendiri ketika sudah menikah dan juga orangtuanya atau malah adik-adiknya atau saudara lainnya. Generasi sandwich ini pun harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Mereka yang menjadi generasi sandwich dan harus hidup bersama orangtua menurut psikolog Anna Surti Ariani, bisa merasakan efek positif dalam hidupnya. Kata Anna, setidaknya sang anak bisa tetap memantau kondisi orangtua dan memerhatikan kesehatannya.

"Seluruh pihak bisa dengan cepat saling terbantu. Jadi kayak si lansia memang tinggal bersama dengan anak dewasa kalau misalnya ada apa-apa dengan cepat antar ke rumah sakit atau mendapatkan pengobatan. Dibandingkan si lansia ini tinggal sendirian," kata Nina saat dihubungi Wolipop lewat telepon, Rabu (22/7/2020).

Selain itu, menurut Nina, generasi sandwich yang harus menahan beban hidup orangtua dengan tinggal bersama mereka juga mendapatkan keuntungan lainnya. Si anak bisa meminta tolong ayah dan ibu mereka untuk membantu mengasuh cucu, saat dirinya harus bekerja.

"Sebenarnya wawasan anak menjadi lebih luas ketika ada lansia ada di rumah. Pada dasarnya keuntungannya cukup banyak," ujar psikolog anak dan keluarga itu.

Dari segi keuangan, generasi sandwich yang harus membiayai dua keluarga, bisa lebih memaksimalkan sumber pengeluaran mereka. Apalagi jika orang tersebut bisa mengatur keuangannya dengan baik.

"Bila orang yang masuk pada golongan Sandwich Generation ini bisa melaluinya dengan baik, artinya orang ini memiliki kemampuan pengelolaan keuangan yang baik, bisa mengoptimalkan income dan sumber income yang dimiliki dan bisa membuat skala prioritas keuangan," ujar perencana keuangan Bareyn Mochaddin, S.Sy., M.H., RPP.

Namun di sisi lain, saat generasi sandwich ini tidak memiliki cukup uang untuk membiayai kehidupannya dan orangtuanya atau keluarganya yang lain, di sinilah masalah muncul. Karena mereka yang termasuk generasi sandwich pasti memiliki pengeluaran yang lebih banyak.

"Bila tidak memiliki pemasukan yang cukup maka kondisi ini akan membuat dia bekerja lebih keras, mencari sumber pendapatan lain atau bisa jadi terjebak utang," jelas Bareyn.



Simak Video "Dear Bucin, Yuk Kenali 'Toxic Financialship' saat Berpacaran!"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)