Hanya 2% Millennial Melek Investasi, Ini Miskonsepsi yang Jadi Penyebabnya

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 13 Feb 2020 08:02 WIB
Multi-tasking succesfull businesswoman in office interior Foto: Dok. iStock
Jakarta -
Banyak orang yang mengerti jika investasi bisa melipatgandakan pendapatan. Namun tak banyak yang benar-benar memahami apalagi melakukannya. Berdasarkan survei yang dilakukan Bank OCBC NISP, hanya 2% millennial yang tertarik berinvestasi. Padahal investasi bisa menguntungkan dan lebih baik dilakukan sejak dini. Apa yang membuat mereka masih anti?

Sebuah survei dilakukan beberapa waktu lalu mengenai kebiasaan millennial dalam mengatur keuangan. Hasilnya sebanyak 60% responden mengaku tidak punya perencanaan keuangan yang matang. Sedangkan hanya 2% dari mereka yang memiliki minat berinvestasi. Adanya miskonsepsi mengenai investasi ternyata membuat banyak millennial tidak tertarik.

Ka Jit selaku Head of Strategy and Innovation Bank OCBC NISP mengungkap beberapa persepsi salah tentang investasi. Miskonsepsi yang umum di antara mereka yang belum paham adalah anggapan bahwa investasi harus dimulai dengan banyak uang dan susah dikelola.

"Dari apa yang kami dengar millennial masih berpikir bahwa investasi cenderung berisiko dan susah. Susah mulai dan susah mengelolanya. Lalu mulainya butuh banyak uang," kata Ka Jit dalam acara pengenalan #BERANICUAN di M Bloc Space, Jakarta Selatan pada Rabu, (23/2/2020).

Mengetahui banyak millennial yang belum melek investasi, ONBC NISP pun mengeluarkan dua program untuk memudahkan. Salah satunya adalah Rachel (Raih Life Goal Tanpa Bikin Kantong Jebol), sebuah chatting bot sebagai tempat curhat sebelum investasi.

Chatting bot tersebut bisa digunakan untuk membantu mencari tahu produk investasi apa yang cocok bagi millennial. Yang perlu dilakukan adalah mengungkap apa tujuan investasi, jangka waktu, ketersediaan uang, dan lain-lain untuk nantinya dihitungkan dan direkomendasikan produk yang tepat.

"Sebenarnya tidak ada produk tertentu yang cocok untuk millennial. Cara tahunya yang cocok ya harus dianalisa. Beda tujuan akan beda strategi dan jangka waktunya," kata Ka Jit.



Simak Video "Koleksi Sneakers, Investasi Kekinian Anak Muda"
[Gambas:Video 20detik]
(ami/ami)