Ladies, Ini Cara Atur Budget untuk Beli Skin Care Setiap Bulannya

Silmia Putri - wolipop Selasa, 16 Okt 2018 18:27 WIB
Foto: iStock Foto: iStock

Jakarta - Skin care atau perawatan kulit wajah jadi perhatian besar para wanita masa kini. Produk kecantikan yang bervariasi seringkali jadi 'racun' para wanita untuk berbelanja melebihi budget bulanan.

Sebenarnya, berapa sih budget yang tepat untuk membeli skin care setiap bulannya? Menurut Bareyn Mochaddin, S.Sy., M.H., RPP, Financial Planner dari AAM & Associate, biaya perawatan wajah jangan sampai mengganggu budget esensial setiap bulannya.

Baca Juga: Metode 50-20-30, Aturan Keuangan yang Perlu Diketahui Para Pemula

"Kita lihat secara umum dulu ya. Dari pendapatan bulanan ada beberapa pos esensial. Kalau menurut teori dari Amerika, utang atau cicilan tidak boleh lebih dari 30%, investasi 10-15%, dan dana sosial seperti zakat 10%. Untuk kebutuhan sehari-hari masih ada budget 50%. Biaya skin care itu ada di dalam kebutuhan sehari-hari," tutur Bareyn kepada Wolipop pada Senin (15/10/2018) di Gedung Trans TV, Jakarta Selatan.

Biaya sehari-hari pun masih harus terbagi ke dalam beberapa pos, seperti biaya makan, transportasi, hingga biaya hiburan. Pembagian biaya perawatan kulit akan kembali lagi ke prioritas masing-masing orang.

"Skin care itu mirip ngopi. Ada orang yang ngopi untuk gengsi, bukan karena memang butuh kopi. Mereka memilih ngopi di kafe karena untuk sekedar hangout dan gengsi. Skin care juga jangan sampai karena gengsi. Padahal pakai skin care seharga Rp 50.000 sudah cukup, tapi karena ingin ikut tren jadi melebihi kebutuhan," tandas lulusan S2 Hukum, konsentrasi Ekonomi Islam Universitas Pendidikan Indonesia ini.

Jika kulit kita membutuhkan perawatan yang lebih mahal karena masalah tertentu seperti jerawat yang parah, prioritas pun bisa diatur kembali. Hal ini berarti ada hal lain yang harus dikorbankan agar bisa membeli produk skin care yang diinginkan.

"Ada kasus seorang perempuan yang rela tinggal di kontrakan murah, di pinggir rel, tapi ia bisa membeli tas yang mewah, dan skin care yang mahal. Itu sebenarnya nggak bisa dibilang salah atau benar. Bisa saja dia beli tas mahal untuk pekerjaannya. Kasus lain, ada juga yang memilih kontrakan lebih nyaman karena istirahat bagi dia lebih penting untuk menunjang pekerjaannya. Tapi kalau sampai berlebihan apalagi pakai utang, baru itu kurang tepat," tuturnya.

Baca Juga: 5 Langkah Dasar Atur Keuangan untuk Pengantin Baru

Akan tetapi, pos budget yang dikorbankan jangan mengganggu keberlangsungan hidup dan mengganggu 3 pos esensial yang tadi disebutkan yaitu investasi, cicilan, dan zakat. Bisa saja merelakan kebiasaan nongkrong di kafe untuk membeli skin care yang lebih mahal.

"Semua balik lagi ke esensinya. Skin care itu buat apa sih? Kalau buat kulit menjadi lebih sehat ya sah-sah saja. Tapi kalau memang kulitnya sudah sehat, sudah bagus, tapi pengen yang lebih misalnya sulam alis gitu tapi budget-nya nggak ada, ya jangan dipaksakan. Jangan sampai kita membuat budget untuk sulam alis, tapi cicilan yang lain tidak terbayar," tutup Bareyn.


(sil/kik)
Blak-blakan
×
Tes Baca Alquran Perlukah?
Tes Baca Alquran Perlukah? Selengkapnya