Jangan Sampai Menyesal! Ini Efek Mengerikan di Balik Skincare Glowing Instan
Keinginan untuk mendapatkan kulit wajah cerah secara cepat sering kali membuat wanita mengabaikan keamanan produk kecantikan yang mereka gunakan. Padahal, secara medis, proses regenerasi kulit membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
Menggunakan skincare yang menjanjikan hasil instan dalam seminggu bukan hanya tidak realistis, tetapi juga berisiko merusak lapisan skin barrier hingga memicu kerusakan permanen. Co-founder Eva Mulia Clinic, dr. Eddy Widjaja, mengungkapkan bahwa tren keinginan wanita untuk mendapatkan hasil instan sering kali menjadi bumerang. Menurutnya, proses regenerasi kulit yang sehat membutuhkan waktu, dan tidak ada formula ajaib yang bisa mengubah warna kulit secara aman hanya dalam kurung waktu beberapa hari.
"Kalau produk instan biasanya pasti kan cerahnya cepat ya. Mungkin dalam beberapa hari saja atau seminggu sudah, wah cerah banget. Padahal, farmasi atau pabrik pun pusing, tidak bisa yang namanya tujuh hari langsung glowing. Itu menggunakan bahan-bahan yang, tanda kutip, kurang bagus lah. Hasilnya memang instan, tapi jangka panjangnya pasti nanti bermasalah," ujar dr. Eddy Widjaja saat grand launching Eva Mulia Priority di Tebet, Jakarta Selatan baru-baru ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, dokter Eddy menjelaskan bahwa banyak pasien yang tidak menyadari bahwa kulit mereka telah mengalami over-treatment atau kelebihan dosis bahan aktif berbahaya. Alih-alih menghentikan pemakaian, beberapa pasien justru kerap meminta dosis yang lebih tinggi demi mempertahankan kecerahan wajah yang sebenarnya sudah tidak alami.
"Saya sering bilang begini sama pasien, coba mari kita bandingkan wajah dengan tangan. Kalau (perbedaan warnanya) sudah terlalu jauh, saya rasa itu bukan pilihan lagi, berarti sudah over. Karakteristik dan DNA setiap individu itu berbeda-beda. Pada saat kita over, mungkin awal-awal oke, bagus. Nanti tanda-tanda salah atau over itu adalah mulai merasa kulit gampang sensitif, gampang merah, dan perih," tambahnya.
Efek Samping Ringan hingga Risiko Kanker Kulit
Waspada tren skincare yang janji glowing instan seminggu. Menurut dokter, efek sampingnya bisa bikin kulit meradang, flek hitam metal, hingga kanker kulit. Foto: Dok. Eva Mulia. |
Jika penggunaan produk abal-abal atau dosis tinggi tersebut terus dipaksakan, kulit wajah akan mulai menunjukkan reaksi penolakan yang parah. Efek samping yang muncul tidak hanya berupa jerawat, melainkan kerusakan pigmen kulit yang sulit untuk disembuhkan.
"Efeknya bisa timbul bentol-bentol, jerawatnya banyak, hingga purging. Untuk jangka panjangnya, bisa timbul flek tebal atau melasma yang kita sebut okronosis (ochronosis). Okronosis itu flek hitam, tapi hitamnya seperti warna metal. Dan ujung-ujungnya, yang paling bahaya adalah risiko kanker kulit," jelas dr. Eddy.
Bagi pasien yang sudah terlanjur mengalami kerusakan kulit akibat krim instan tersebut, dr. Eddy menyarankan untuk segera melakukan konsultasi ke dokter ahli dan tidak langsung menghentikan pemakaian secara mendadak tanpa pengawasan, guna menghindari efek rebound atau radang yang lebih parah.
"Kalau sudah masuk ke tahap itu, lebih baik konsul untuk mengontrol kondisi. Biasanya pasien datang dalam kondisi meradang, alergi, atau kulitnya sudah hitam banget. Penanganannya perlu waktu, minimal 1 sampai 2 bulan untuk memperbaiki skin barrier. Kita tidak bisa langsung kasih treatment pengobatan berat, harus dicoba transisi dulu," tutupnya.
(gaf/eny)













































