Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Perbedaan Mineral dan Chemical Sunscreen, Mana yang Lebih Baik untuk Kulit?

Almira Riva Az Zahra - wolipop
Selasa, 03 Mar 2026 14:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Young woman applying sunscreen on her face in snowy mountains in winter, in Sierra Nevada, Granada, Spain. Female wearing winter clothes.
Foto: iStock
Jakarta -

Sunscreen merupakan tahap paling penting dalam rangkaian perawatan kulit sehari-hari. Produk perawatan kulit yang kamu gunakan akan menjadi sia-sia jika kulit tidak terlindungi dari sinar UV.

Dengan melewatkan pemakaian sunscreen, kamu bisa mengalami kerusakan kulit yang parah. Biasanya tanda yang muncul akibat paparan sinar UV adalah penuaan dini seperti kerutan halus, bintik-bintik gelap, serta tekstur kulit yang menjadi tidak merata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, paparan sinar UV tinggi secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko kanker kulit. Bahkan dengan risiko berbahaya seperti itu, masih banyak orang yang malas menggunakan sunscreen saat beraktivitas seharian.

Sunscreen sendiri terdiri dari dua jenis. Pertama, mineral sunscreen atau yang lebih umum dikenal sebagai physical sunscreen, dan kedua adalah chemical sunscreen.

ADVERTISEMENT

Kebanyakan orang menganggap bahwa mineral sunscreen lebih baik daripada chemical sunscreen. Padahal, pada kenyataannya keduanya memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan atau preferensi kamu.

Menurut Dr. Annie Chiu dan Dr. Rachel Westbay, dokter kulit yang sama-sama berbasis di New York, sunscreen terbaik adalah sunscreen yang digunakan secara rutin dan berulang, apa pun formulasinya.

"Paling tidak gunakan SPF 30 setiap hari, baik di dalam maupun di luar ruangan serta dalam cuaca apa pun. Jangan lupa untuk mengulang pemakaian sesering mungkin," ujar Dr. Chiu seperti dikutip dari Cosmopolitan UK.

Untuk kulit sensitif, kemerahan atau jerawat sangat umum terjadi ketika salah memilih sunscreen. Hal ini disebabkan oleh reaksi kulit terhadap bahan kimia yang menghambat sinar UV. Menurut Dr. Westbay, biasanya chemical sunscreen bukan pilihan yang sesuai untuk jenis kulit ini.

Namun, teknologi dalam industri kecantikan dan perawatan kulit saat ini semakin mutakhir. Banyak merek telah mengeluarkan produk chemical sunscreen yang diformulasikan khusus untuk kulit yang rentan berjerawat. Produk sunscreen yang non-komedogenik juga bisa menjadi pilihan karena tidak menyumbat pori-pori dan tidak menimbulkan iritasi.

"Memakai SPF yang berbeda-beda tergantung jenis aktivitas itu sangat wajar," ujar Dr. Westbay. Oleh karena itu, sunscreen yang kamu gunakan dapat disesuaikan dengan aktivitas yang akan dilakukan.

Dengan banyaknya pro dan kontra yang beredar mengenai dua jenis sunscreen ini, berikut penjelasan mengenai mineral sunscreen dan chemical sunscreen yang mungkin dapat membantu kamu memilih jenis yang sesuai:

Mineral (Physical Sunscreen)

Wardah UV Shield Physical Sunscreen

Foto: Wardah

Cara kerja sunscreen ini adalah dengan membentuk lapisan pelindung pada kulit yang akan memantulkan sinar matahari. Biasanya mineral sunscreen mengandung Zinc Oxide atau Titanium Dioxide.

Lapisan pelindung inilah yang membuat mineral sunscreen sering meninggalkan white cast pada kulit saat digunakan, terutama pada warna kulit yang lebih gelap. White cast berarti residu berwarna putih atau keabuan setelah pemakaian produk.

Namun, tidak perlu khawatir. Berkat inovasi teknologi dalam industri kecantikan, kini banyak mineral sunscreen yang tidak lagi meninggalkan white cast. "Mineral sunscreen saat ini jelas sudah berbeda dengan mineral sunscreen zaman dulu," kata Dr. Dendy Engelman, seorang dermatolog bersertifikasi di Shafer Clinic, NYC.

Dr. Chiu mengatakan bahwa jenis sunscreen ini cocok untuk semua jenis kulit dan baik digunakan oleh pemilik kulit sensitif. Kandungan dalam mineral sunscreen cenderung minim iritasi dan bahkan bersifat antiinflamasi sehingga dapat membantu menenangkan kulit. Kekurangannya, teksturnya biasanya lebih kental dibandingkan chemical sunscreen sehingga agak sulit diratakan atau dibaurkan.

Chemical Sunscreen

Dilema Pilih Sunscreen untuk Kulit Sensitif? 2 Sunscreen Ini Bisa Jadi Pilihanmu

Foto: Shopee

Jika mineral sunscreen bekerja dengan membentuk lapisan pelindung, chemical sunscreen bekerja dengan menyerap sinar UV lalu mengubahnya menjadi energi panas yang kemudian dilepaskan oleh kulit. Kandungan dalam chemical sunscreen biasanya meliputi Oxybenzone, Avobenzone, Octisalate, Octocrylene, Homosalate, dan Octinoxate. "Dalam satu produk chemical sunscreen bisa mengandung satu atau lebih bahan anti-UV," kata Dr. Westbay.

Meski membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 30 menit untuk bekerja optimal setelah diaplikasikan, chemical sunscreen tidak meninggalkan white cast dan umumnya lebih tahan terhadap air serta keringat.

Namun, karena bahan yang digunakan bekerja secara kimia, jenis sunscreen ini lebih rentan menyebabkan iritasi dan menyumbat pori-pori pada kulit sensitif atau berjerawat. Selain itu, chemical sunscreen dapat menimbulkan rasa perih jika masuk ke mata.

Chemical sunscreen juga tidak disarankan untuk digunakan oleh ibu hamil dan menyusui, penderita rosacea, serta orang yang memiliki alergi terhadap bahan kimia tertentu.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads