Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Hanya 23% Orang Indonesia Pakai Sunscreen, Ini Fakta yang Bikin Menyesal

Kiki Oktaviani - wolipop
Jumat, 27 Feb 2026 14:15 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ilustrasi kulit, skincare, sunscreen
Ilustrasi Foto: Getty Images/Jun
Jakarta -

Tinggal di negara tropis seperti Indonesia berarti akrab dengan sinar matahari yang terik hampir sepanjang tahun. Paparan sinar UV yang tinggi bisa memicu kulit terbakar hingga penuaan dini. Ironisnya, tingkat penggunaan sunscreen di Indonesia justru masih tergolong rendah, baru sekitar 23%.

Data dari L'Oréal Dermatological Beauty Indonesia menunjukkan, dari 17.000 responden di 17 negara, sebanyak 46% masyarakat Indonesia belum memahami perbedaan sinar UVA dan UVB. Sebanyak 24% bahkan belum menyadari bahwa paparan matahari dapat memicu penuaan dini. Lebih mengejutkan lagi, 58% responden mengaku menyesal karena tidak melindungi kulit mereka sejak lebih awal.

Padahal, sebagian besar orang sebenarnya sudah mengetahui pentingnya sunscreen. Mereka baru sadar pentingnya sunscreen setelah muncul flek, garis halus, atau kulit terasa kusam. Padahal perlindungan terbaik adalah yang dimulai sebelum tanda-tanda itu muncul.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masalahnya, pengalaman saat menggunakannya sering kali kurang nyaman. Teksturnya terasa berat, lengket, berminyak, membuat makeup retak, atau meninggalkan white cast yang membuat wajah tampak abu-abu.

Faktanya, paparan UV tidak hanya terjadi saat kita berada di luar ruangan. Sinar UVA tetap bisa menembus kaca, bahkan ketika cuaca mendung. Ditambah lagi dengan faktor polusi. Jakarta sendiri sempat tercatat sebagai salah satu kota dengan tingkat polusi tertinggi di dunia. Kombinasi sinar UV dan polusi yang dikenal sebagai photopollution dapat memicu oxidative stress, mempercepat munculnya tanda penuaan, menyebabkan pigmentasi, hingga meningkatkan risiko kanker kulit.

ADVERTISEMENT
Peluncuran La Roche Posay Anthelios UVAIR SPF50+Peluncuran La Roche Posay Anthelios UVAIR SPF50+ Foto: dok. L'Oreal Indonesia

Melihat kondisi tersebut, La Roche-Posay menghadirkan inovasi sunscreen terbarunya, Anthelios UVAIR SPF50+. Salah satu klaim utamanya adalah teknologi Zero Gram Film, yakni lapisan perlindungan ultra-tipis yang terasa nyaris tidak ada di kulit.

Teksturnya dirancang ringan, tidak lengket, tanpa white cast, serta tetap nyaman digunakan di bawah makeup tanpa menyebabkan cracking atau pilling. Bagi yang sering merasa sunscreen 'mengganggu' tampilan complexion, klaim ini tentu terdengar menjanjikan.

Peluncuran La Roche Posay Anthelios UVAIR SPF50+Peluncuran La Roche Posay Anthelios UVAIR SPF50+ Foto: dok. L'Oreal Indonesia

"Melihat bahwa sunscreen kini sudah menjadi bagian penting dari rutinitas harian, La Roche-Posay menghadirkan Anthelios UVAIR SPF50+, sunscreen anti polusi dengan sensasi seringan udara dan perlindungan tinggi yang sat set digunakan setiap hari," ujar Pandu Brodjonegoro, Marketing Director L'Oréal Dermatological Beauty Indonesia, dalam peluncuran produk tersebut di Central Park, Jakarta Barat.

Formulanya mengandung 50% bahan berbasis serum, termasuk niacinamide untuk membantu menjaga kesehatan skin barrier sekaligus mendukung efek anti-aging, hyaluronic acid untuk hidrasi, serta Thermal Spring Water khas La Roche-Posay yang dikenal ramah untuk kulit sensitif. Selain perlindungan SPF50+, produk ini juga dilengkapi antioksidan yang diklaim membantu melawan dampak buruk paparan polusi sehari-hari.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads