Foundation Baru Korea Tuai Kontroversi, Shade Tergelapnya Dinilai Rasis
Brand kosmetik Korea TFIT tengah disorot setelah salah satu shade foundation terbarunya menuai kritik. Nama yang diberikan untuk shade tergelap produk tersebut dianggap memiliki konotasi yang kurang sensitif.
Kontroversi ini berkaitan dengan Radiance Fit Serum Foundation, foundation dari brand kecantikan Korea tersebut yang hadir dalam sekitar 30 pilihan shades.Dari banyaknya pilihan shade, perhatian netizen justru tertuju pada warna paling gelap, yaitu N13 Burnt.
Seorang pengguna Reddit berkulit gelap menyoroti nama tersebut.Menurutnya, pemilihan kata "Burnt" untuk warna kulit paling gelap terasa negatif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut saya, nama 'Burnt' sangat tidak pantas," tulisnya dalam unggahan yang kemudian ramai dibahas di media sosial.
Kritik semakin berkembang setelah netizen membandingkan nama N13 Burnt dengan shade lain dalam koleksi yang sama.Untuk warna kulit yang lebih terang, TFIT menggunakan nama seperti Porcelain, Lingerie, Rosy, Vanilla dan Almond Butter. Nama-nama tersebut dianggap memiliki kesan lebih lembut dibandingkan Burnt.
"Kenapa shade kulit gelap selalu mendapatkan nama yang terdengar aneh, sementara warna kulit terang diberi nama seperti ivory, porcelain, atau fair?" komentar netizen lain dalam diskusi tersebut.
Meski kritik bermunculan, tidak semua netizen menganggap penamaan tersebut sebagai bentuk rasisme. Sebagian pengguna media sosial berpendapat bahwa "burnt" bisa saja dimaksudkan sebagai deskripsi warna atau merujuk pada istilah pigmentasi. Dalam dunia seni, misalnya, dikenal istilah burnt umber, yaitu pigmen berwarna cokelat tua.
Kontroversi ini juga menarik perhatian karena TFIT justru mendapat apresiasi dengan menghadirkan pilihan shade yang lebih luas. Kehadiran warna yang lebih gelap dianggap sebagai perkembangan positif bagi konsumen dengan kulit deep yang selama ini sering kesulitan menemukan complexion dari brand Korea.
(kik/kik)










































