A-Beauty Jadi Tren Skincare Baru, Apa Bedanya dengan K-Beauty dan J-Beauty?
K-Beauty dan J-Beauty sudah lama menjadi istilah yang akrab bagi para pencinta kecantikan. Istilah ini merujuk pada tren kecantikan dari sebuah negara dan menjadi populer secara global.
K-Beauty yang berasal dari Korea Selatan umumnya menekankan pada hidrasi kulit dan banyaknya tahapan skincare. Kecantikan a la Jepang atau J-Beauty, mengutamakan double cleansing dan hidrasi yang berlapis tapi tetap ringan.
Belakangan, muncul satu istilah baru yang mulai ikut meramaikan dunia skincare, yaitu A-Beauty. Huruf 'A', berasal dari Australia dan tren ini membawa pendekatan kecantikan yang cukup berbeda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika rutinitas skincare sering identik dengan banyak tahapan dan berbagai bahan aktif, A-Beauty mengajak kita kembali ke prinsip sederhana: lebih sedikit, tetapi tetap efektif.
Apa itu A-Beauty?
"A-Beauty, atau Australian beauty, merupakan kategori kecantikan yang terus berkembang dan terinspirasi oleh lingkungan Australia yang unik, gaya hidup masyarakatnya yang banyak beraktivitas di luar ruangan, serta pendekatan mereka terhadap skincare dan kosmetik," jelas Mildred Ruiz Leal, Trade Manager untuk bidang consumer, beauty, wellness, dan personal care di Amerika pada Global Victoria, lembaga perdagangan milik Pemerintah Negara Bagian Victoria.
Sama seperti K-Beauty, C-Beauty dan J-Beauty, A-Beauty memiliki filosofi tersendiri. Pendekatan khas Australia mengutamakan rutinitas yang lebih ringkas, formula berkinerja tinggi, serta produk yang dirancang untuk membantu menjaga kulit tetap sehat, terhidrasi, dan kuat menghadapi berbagai faktor lingkungan.
"A-Beauty merupakan istilah pemasaran yang digunakan untuk menggambarkan tren dan brand skincare asal Australia," ujar Hallie McDonald, dokter kulit bersertifikat di Austin, Texas, seperti dilansir Real Simple.
Filosofinya: Lebih Sedikit, Lebih Efektif
Salah satu ciri khas A-Beauty adalah prinsip less is more. Alih-alih mendorong rutinitas skincare yang panjang, tren ini mengutamakan produk multifungsi yang dapat memenuhi beberapa kebutuhan kulit sekaligus.
Menurut Ruiz Leal, filosofi A-Beauty lebih mengedepankan produk multifungsi dibandingkan rutinitas yang panjang. Contohnya, menggunakan sunscreen yang sekaligus mengandung bahan pelembap, moisturizer yang membantu memperkuat skin barrier, atau serum yang diformulasikan untuk mengatasi beberapa masalah kulit sekaligus.
"Semakin banyak produk yang digunakan tidak selalu berarti kulit akan menjadi lebih baik," kata McDonald.
Rutinitas skincare yang terlalu panjang terkadang lebih banyak dipengaruhi tren media sosial daripada kebutuhan kulit. Mengaplikasikan terlalu banyak bahan aktif sekaligus juga dapat meningkatkan risiko iritasi, reaksi alergi, hingga kerusakan skin barrier.
"Bagi kebanyakan orang, cleanser yang lembut, moisturizer, dan sunscreen broad spectrum sudah cukup untuk menjaga kesehatan kulit," jelas McDonald.
Meski begitu, bukan berarti semua orang harus menghilangkan produk perawatan khusus dari rutinitasnya. Mereka yang memiliki masalah kulit seperti jerawat atau rosacea mungkin tetap membutuhkan produk tertentu atau obat resep sesuai rekomendasi dermatologist.
Mengandalkan Bahan dari Alam Australia
Selain filosofi minimalis, kekayaan flora Australia juga menjadi sumber inspirasi bagi banyak brand A-Beauty. Beberapa bahan yang sering ditemukan dalam produk kecantikan asal Australia antara lain Kakadu plum, tea tree, finger lime, eucalyptus, Tasmanian pepperberry, dan tanah liat mineral Australia. Bahan-bahan tersebut dikenal memiliki sifat antioksidan, menenangkan, serta dapat membantu menjaga kondisi kulit.
Kini, berbagai brand juga mulai mengombinasikan bahan-bahan khas Australia tersebut dengan kandungan aktif yang sudah lebih familiar, seperti vitamin C, niacinamide, peptide, dan berbagai jenis acid untuk eksfoliasi.
Dari berbagai bahan botani Australia yang identik dengan tren ini, McDonald menilai Kakadu plum sebagai salah satu yang paling menarik.
Buah tersebut merupakan sumber alami vitamin C yang kaya dan mengandung senyawa antioksidan untuk membantu melindungi kulit dari stres akibat faktor lingkungan.
SPF Tidak Boleh Dilewatkan
Jika ada satu hal yang paling mencerminkan gaya hidup dan filosofi A-Beauty, jawabannya adalah perlindungan dari sinar matahari.
"Salah satu aspek yang mendefinisikan A-Beauty bukan sekadar tren sementara, melainkan bagian dari gaya hidup, yaitu perlindungan terhadap sinar matahari," ujar Ruiz Leal.
Penggunaan sunscreen setiap hari memang sudah sangat melekat dalam budaya kecantikan Australia. Berbagai brand pun terus mengembangkan formula yang ringan, nyaman, dan mudah dimasukkan ke dalam rutinitas sehari-hari.
"Penggunaan sunscreen setiap hari merupakan langkah paling penting dalam rutinitas skincare apa pun," tegasnya.
Untuk wajah dan leher, McDonald menyarankan penggunaan sunscreen kurang lebih sekitar dua jari tangan. Aplikasikan setiap pagi sebagai langkah terakhir dalam rutinitas skincare, lalu ulangi setiap dua jam ketika beraktivitas di luar ruangan.
Sunscreen juga perlu diaplikasikan kembali setelah berenang atau berkeringat cukup banyak. Perlindungan dari sunscreen akan semakin optimal jika dibarengi kebiasaan lain, seperti menggunakan kacamata hitam, topi, pakaian yang melindungi kulit, serta berteduh ketika indeks UV sedang tinggi.
Daya tarik A-Beauty terletak pada kesederhanaannya. Tidak perlu memiliki rak skincare yang penuh untuk mendapatkan kulit yang sehat. Rutinitas ringkas, produk multifungsi, bahan yang tepat, dan tentu saja sunscreen setiap hari menjadi inti dari tips kecantikan khas Australia ini.
(hst/hst)









































