Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Tren Rambut 2026: Ghost Roots, Ketika Warna Berpusat di Akar Rambut

Kiki Oktaviani - wolipop
Selasa, 30 Des 2025 14:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Billie Eilish arrives at the 81st Golden Globe Awards on Sunday, Jan. 7, 2024, at the Beverly Hilton in Beverly Hills, Calif. (Photo by Jordan Strauss/Invision/AP)
Foto: Dok. AP
Jakarta -

Tahun 2026 bukan lagi soal ghosting orang, melainkan ghost roots. Inilah tren rambut paling berani yang diprediksi akan mendominasi tahun depan.

Selama ini, mewarnai rambut, terutama di bagian akar, selalu identik dengan upaya memperbaiki menutup uban, meratakan warna, atau menjaga tampilan tetap rapi. Namun dunia hair color kini bergerak ke arah yang berbeda.

Di satu sisi, semakin banyak orang yang nyaman memamerkan uban apa adanya. Di sisi lain, muncul keberanian baru untuk menjadikan akar rambut sebagai pusat eksplorasi warna. Dari sinilah tren ghost roots lahir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tren ini mulai mencuri perhatian lewat penampilan Billie Eilish di Golden Globes dan Grammy 2024. Ia tampil dengan akar rambut merah menyala dan hijau neon yang kontras tajam dengan rambut hitam legamnya. Sejak saat itu, eksplorasi warna di akar rambut pun meluas, mulai dari pink asam, biru pastel, hingga pirang terang.

LONDON, ENGLAND - FEBRUARY 18: (EDITORIAL USE ONLY) Billie Eilish accepts the International Female Solo Artist award during The BRIT Awards 2020 at The O2 Arena on February 18, 2020 in London, England. (Photo by Gareth Cattermole/Getty Images)Billie Eilish. (Photo by Gareth Cattermole/Getty Images) Foto: Gareth Cattermole/Getty Images

Sebenarnya, ghost roots bukanlah konsep yang benar-benar baru. Gaya ini mengingatkan pada angel ring hairstyle yang populer di Jepang, juga estetika anak-anak emo awal 2000-an serta karakter anime. Bedanya, ghost roots versi sekarang hadir dengan sentuhan high fashion yang terasa lebih chic dan terkonsep.

ADVERTISEMENT

Jika ditarik lebih jauh ke belakang, penata rambut legendaris Sam McKnight adalah salah satu pionir yang membawa warna di akar rambut ke panggung mode dunia. Pada peragaan busana Dries Van Noten tahun 2020, McKnight memutihkan bagian tengah akar, area di atas telinga, serta garis rambut untuk menciptakan kontras yang tegas.

Di luar runway, salah satu studio yang menjadi penggerak tren ghost roots adalah OOO-ing Studio di Taiwan. Salon ini dikenal lewat teknik pewarnaan yang vibran dan potongan rambut eksperimental. Para modelnya kerap tampil bak karakter gim seperti Tekken atau Final Fantasy. Namun di balik visual yang dramatis, filosofi utama OOO-ing Studio adalah merayakan gaya alternatif dan kebebasan berekspresi.

Sementara di Milan, ada Halle Milano yang dikelola oleh Davide Omizzolo. Salon ini terkenal berani bermain dengan warna ekstrem, potongan subversif, dan transformasi besar. Tak heran jika ghost roots menjadi salah satu ciri khas yang kerap muncul dalam karya tim mereka.

Masuk ke 2026, ghost roots menawarkan alasan kuat untuk dicoba. Tren ini memberi ruang bereksperimen yang relatif aman tanpa harus melakukan perubahan total pada rambut. Pilihan warna, bentuk, dan nuansa estetikanya nyaris tak terbatas, mulai dari yang halus hingga yang benar-benar ekstrem.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads