Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Viral DIY Pakai Cabai untuk Menumbuhkan Rambut, Dokter Ingatkan Risikonya

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Rabu, 12 Agu 2026 05:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

ilustrasi makan cabai
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta -

Rambut rontok dan menipis sering kali bikin frustasi hingga mengurangi kepercayaan diri. Berbagai tips untuk mengatasi rambut menipis pun bermunculan di media sosial, termasuk resep DIY yang diklaim bisa merangsang pertumbuhan rambut.

Ada ratusan video di TikTok, Instagram maupun YouTube yang merekomendasikan penggunaan bahan-bahan dapur seperti bawang bombai, cabai, hingga berbagai rempah dengan cara dioleskan langsung ke kulit kepala. Klaimnya, bahan-bahan tersebut dapat meningkatkan sirkulasi darah, menutrisi kulit kepala, serta membuat rambut terlihat lebih tebal dan berkilau.

Salah satu tips DIY yang cukup populer adalah mencampurkan bubuk cabai dengan minyak zaitun. Campuran tersebut dioleskan ke rambut dan kulit lalu dipijat, ditutup menggunakan shower cap, dan didiamkan selama 10-15 menit sebelum dibilas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedengarannya sederhana dan murah, tetapi dokter memperingatkan agar cara ini sebaiknya tidak dicoba. Alih-alih membuat rambut tumbuh lebih lebat, mengoleskan cabai langsung ke kulit kepala justru berisiko menyebabkan iritasi, peradangan, bahkan memperparah kerontokan.

Benarkah Cabai Bisa Menumbuhkan Rambut?

Menurut ahli bedah transplantasi rambut Dr. Bessam Farjo, hampir tidak ada alasan untuk berharap mendapatkan hasil dari DIY tersebut. Bahkan, risikonya lebih besar daripada manfaat yang belum terbukti.

ADVERTISEMENT

"Sangat kecil kemungkinannya seseorang yang mencoba cara ini akan melihat hasilnya. Ada risiko menyebabkan iritasi dan peradangan pada kulit kepala yang kemudian dapat memicu kerontokan rambut," ujar Dr. Bessam dari Farjo Hair Institute, seperti dilansir Mirror.

Kekhawatiran serupa disampaikan oleh konsultan dermatologi sekaligus juru bicara British Skin Foundation, Dr. Sharon Wong. Dia menjelaskan bahwa cabai memang mengandung capsaicin, senyawa aktif yang diketahui memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi.


Namun, bukan berarti capsaicin otomatis dapat membuat rambut tumbuh.

"Capsaicin merupakan senyawa aktif dalam cabai yang diketahui memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Namun, bukti yang menunjukkan bahwa bahan ini dapat menumbuhkan kembali rambut masih sangat minim," jelas Dr. Sharon.

Menurutnya, mengoleskan cabai dalam bentuk apa pun langsung ke kulit kepala dapat menimbulkan sensasi terbakar, hipersensitivitas, hingga dermatitis kontak.

"Mengoleskan cabai langsung ke kulit kepala dapat menyebabkan rasa terbakar, hipersensitivitas, dan dermatitis kontak. Jika reaksinya cukup parah, berpotensi menyebabkan kerontokan rambut sebagai efek sekundernya," tambahnya.

Dengan kata lain, sensasi panas setelah mengoleskan cabai bukan tanda bahwa kulit kepala sedang 'bekerja' atau rambut akan tumbuh lebih cepat. Justru, itu bisa menjadi tanda kulit mengalami iritasi.

@creative_explained How to stimulate hair-growth with this homemade treatment! 😲🤩 #lifehacks #haircare #diy #howto #selfcare ♬ original sound - creative explained

Selalu Konsultasi dengan Dokter

Jika kamu mulai mengalami rambut rontok atau menipis, sebaiknya jangan buru-buru mencoba berbagai resep DIY yang viral di media sosial. Kerontokan rambut dapat disebabkan oleh banyak faktor dan terkadang berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu.

Dokter menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter umum jika kerontokan sudah berlebihan atau berlangsung terus-menerus. Pemeriksaan dapat membantu memastikan apakah ada penyebab lain yang perlu ditangani.

Stres juga bisa menyebabkan kerontokan rambut, Karena itu, selain memperhatikan produk perawatan rambut yang digunakan, penting juga mengevaluasi kondisi tubuh dan pikiran. Lihat terlebih dulu apakah ada perubahan gaya hidup yang perlu dilakukan.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads